Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Shalahuddin Ahmad

Alumni ITB, Managing Consultant di sebuah perusahaan global. Ingin mengasah rasa dan akal.

Baju Tahanan KPK

OPINI | 25 November 2013 | 23:53 Dibaca: 50   Komentar: 3   0

13853983841439329896

Tersangka yang sudah ditahan KPK mengenakan baju tahanan KPK.  Sayangnya desain baju tahanan tersebut lebih mirip rompi sehingga hanya digunakan sebagai pelapis luar. Baju tahanan ini malah jadi populer dan ada yang membuat baju seperti ini untuk dijual. Para tersangka yang menggunakan baju tahanan itu pun tak terlihat risih dan menebar senyum lebar seakan-akan pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

Oleh karena itu maka desain baju harus dirubah dengan tujuan agar pelaku merasa risih dan malu. Baju tahanan adalah baju yang digunakan sebagai pakaian resmi tahanan tanpa boleh menggunakan baju lainnya selain baju tahanan tersebut. Baju tahanan ini harus mencakup atasan dan bawahan dan bukan digunakan sebagai rompi. Untuk pria atasannya menggunakan lengan pendek sampai siku sedangkan bawahannya celana panjang sampai lutut. Untuk wanita  bisa dibuat lebih panjang lagi sampai pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Satu paket dengan baju tahanan ini adalah borgol yang harus selalu dikenakan ketika berada diluar kamar tahanan baik ketika datang diperiksa atau datang menghadiri pengadilan.

Catatan : Foto dari koleksi pribadi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: