Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Mungkinkah Perkawinan Ulang Asmirandah dan Jonas?

OPINI | 18 November 2013 | 09:21 Dibaca: 854   Komentar: 1   0

UU Perkawinan telah jelas menyatakan bahwa perkawinan dapat dilangsungkan menurut agama yang dianut. Sementara, UU Perkawinan tidak memperkenankan perkawinan beda agama. Oleh karena itu, jika ingin diakui oleh Negara, maka perkawinan harus dilakukan menurut agama yang sama.

Terkait kasus pernikahan Asmiranda dan Jonas Rivanno, perlu beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, fakta bahwa pernikahan mereka dilangsungkan menurut Islam. Kedua, fakta bahwa sebelum pernikahan dilangsungkan Jonas Rivanno menganut kepercayaan diluar Islam.

Isu hukumnya adalah Jonas Rivanno membantah sudah mengucapkan dua kalimat syahadat (bintang online 16/12) sebagai syarat bahwa yang bersangkutan telah memeluk Islam dan dapat melangsungkan pernikahan dengan Asmirandah. Artinya, jika Jonas Rivanno membantah telah memeluk Islam, maka dapat dipastikan yang bersangkutan memeluk agama di luar Islam.

Lalu kemudian, bagaimana nasib pernikahan mereka? Dalam tulisan penulis sebelumnya di Kompasiana 16/12, ada beberapa hal yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak yang berkepentingan yang tidak setuju dengan pernikahan tersebut. Pertama, meminta pembatalan perkawinan melalui Pengadilan. Kedua, mengajukan gugatan cerai.

Lantas, jika Asmirandah tetap ingin bersama dengan Jonas Rivanno dalam pernikahan ? Tentu ini menjadi persoalan. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, maka penulis sarankan dilakukan pembatalan perkawinan kemudian melaksanakan perkawinan ulang.

Apakah perkawinan ulang diatur dalam hukum postitif kita? Dalam UU Perkawinan dan agama tidak dijelaskan mengenai perkawinan ulang. Namun, jika mereka ingin melakukan perkawinan ulang, maka mereka bisa melangsungkannya di luar negeri yang memperbolehkan dilakukannya pernikahan ulang.

Memang cukup menarik jika menyimak mengenai pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno ini karena melibatkan 2 (dua) perspektif, yaitu hukum dan agama. Masing-masing pihak mencari celah untuk mempertahankan argumen mereka terkait permasalahan ini.

Namun, harus diperhatikan juga bahwa pilihan untuk memilih jodoh ada ditangan mereka. Karena hal ini terkait dengan Hak Asasi Manusia. Jika Asmirandah merasa bahagia bersama Jonas Rivanno, tentu hal tersebut adalah hak mereka. Apalagi mereka sudah dewasa sehingga keputusan apapun yang mereka pilih, mereka sendiri yang mempertanggung-jawabkannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 6 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 6 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 10 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Stress,,Siapa Takut??? …

Ummu Zahrotun Nadzi... | 7 jam lalu

Luar Biasa, Budaya Minahasa Sukses Pentas di …

Veldy Umbas | 7 jam lalu

Empat Sinyal Bahaya kubu KMP …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Jas Bekas Adian Napitupulu …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: