Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Mungkinkah Perkawinan Ulang Asmirandah dan Jonas?

OPINI | 18 November 2013 | 09:21 Dibaca: 856   Komentar: 1   0

UU Perkawinan telah jelas menyatakan bahwa perkawinan dapat dilangsungkan menurut agama yang dianut. Sementara, UU Perkawinan tidak memperkenankan perkawinan beda agama. Oleh karena itu, jika ingin diakui oleh Negara, maka perkawinan harus dilakukan menurut agama yang sama.

Terkait kasus pernikahan Asmiranda dan Jonas Rivanno, perlu beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, fakta bahwa pernikahan mereka dilangsungkan menurut Islam. Kedua, fakta bahwa sebelum pernikahan dilangsungkan Jonas Rivanno menganut kepercayaan diluar Islam.

Isu hukumnya adalah Jonas Rivanno membantah sudah mengucapkan dua kalimat syahadat (bintang online 16/12) sebagai syarat bahwa yang bersangkutan telah memeluk Islam dan dapat melangsungkan pernikahan dengan Asmirandah. Artinya, jika Jonas Rivanno membantah telah memeluk Islam, maka dapat dipastikan yang bersangkutan memeluk agama di luar Islam.

Lalu kemudian, bagaimana nasib pernikahan mereka? Dalam tulisan penulis sebelumnya di Kompasiana 16/12, ada beberapa hal yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak yang berkepentingan yang tidak setuju dengan pernikahan tersebut. Pertama, meminta pembatalan perkawinan melalui Pengadilan. Kedua, mengajukan gugatan cerai.

Lantas, jika Asmirandah tetap ingin bersama dengan Jonas Rivanno dalam pernikahan ? Tentu ini menjadi persoalan. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, maka penulis sarankan dilakukan pembatalan perkawinan kemudian melaksanakan perkawinan ulang.

Apakah perkawinan ulang diatur dalam hukum postitif kita? Dalam UU Perkawinan dan agama tidak dijelaskan mengenai perkawinan ulang. Namun, jika mereka ingin melakukan perkawinan ulang, maka mereka bisa melangsungkannya di luar negeri yang memperbolehkan dilakukannya pernikahan ulang.

Memang cukup menarik jika menyimak mengenai pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno ini karena melibatkan 2 (dua) perspektif, yaitu hukum dan agama. Masing-masing pihak mencari celah untuk mempertahankan argumen mereka terkait permasalahan ini.

Namun, harus diperhatikan juga bahwa pilihan untuk memilih jodoh ada ditangan mereka. Karena hal ini terkait dengan Hak Asasi Manusia. Jika Asmirandah merasa bahagia bersama Jonas Rivanno, tentu hal tersebut adalah hak mereka. Apalagi mereka sudah dewasa sehingga keputusan apapun yang mereka pilih, mereka sendiri yang mempertanggung-jawabkannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 6 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 12 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Definisi Administrasi dan Supervisi …

Sukasmo Kasmo | 8 jam lalu

Kabinet: Ujian Pertama Jokowi …

Hans Jait | 8 jam lalu

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 8 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: