Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Mungkinkah Perkawinan Ulang Asmirandah dan Jonas?

OPINI | 18 November 2013 | 09:21 Dibaca: 908   Komentar: 1   0

UU Perkawinan telah jelas menyatakan bahwa perkawinan dapat dilangsungkan menurut agama yang dianut. Sementara, UU Perkawinan tidak memperkenankan perkawinan beda agama. Oleh karena itu, jika ingin diakui oleh Negara, maka perkawinan harus dilakukan menurut agama yang sama.

Terkait kasus pernikahan Asmiranda dan Jonas Rivanno, perlu beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, fakta bahwa pernikahan mereka dilangsungkan menurut Islam. Kedua, fakta bahwa sebelum pernikahan dilangsungkan Jonas Rivanno menganut kepercayaan diluar Islam.

Isu hukumnya adalah Jonas Rivanno membantah sudah mengucapkan dua kalimat syahadat (bintang online 16/12) sebagai syarat bahwa yang bersangkutan telah memeluk Islam dan dapat melangsungkan pernikahan dengan Asmirandah. Artinya, jika Jonas Rivanno membantah telah memeluk Islam, maka dapat dipastikan yang bersangkutan memeluk agama di luar Islam.

Lalu kemudian, bagaimana nasib pernikahan mereka? Dalam tulisan penulis sebelumnya di Kompasiana 16/12, ada beberapa hal yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak yang berkepentingan yang tidak setuju dengan pernikahan tersebut. Pertama, meminta pembatalan perkawinan melalui Pengadilan. Kedua, mengajukan gugatan cerai.

Lantas, jika Asmirandah tetap ingin bersama dengan Jonas Rivanno dalam pernikahan ? Tentu ini menjadi persoalan. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, maka penulis sarankan dilakukan pembatalan perkawinan kemudian melaksanakan perkawinan ulang.

Apakah perkawinan ulang diatur dalam hukum postitif kita? Dalam UU Perkawinan dan agama tidak dijelaskan mengenai perkawinan ulang. Namun, jika mereka ingin melakukan perkawinan ulang, maka mereka bisa melangsungkannya di luar negeri yang memperbolehkan dilakukannya pernikahan ulang.

Memang cukup menarik jika menyimak mengenai pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno ini karena melibatkan 2 (dua) perspektif, yaitu hukum dan agama. Masing-masing pihak mencari celah untuk mempertahankan argumen mereka terkait permasalahan ini.

Namun, harus diperhatikan juga bahwa pilihan untuk memilih jodoh ada ditangan mereka. Karena hal ini terkait dengan Hak Asasi Manusia. Jika Asmirandah merasa bahagia bersama Jonas Rivanno, tentu hal tersebut adalah hak mereka. Apalagi mereka sudah dewasa sehingga keputusan apapun yang mereka pilih, mereka sendiri yang mempertanggung-jawabkannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita Terang di Gunung Padang …

Irvan Sjafari | | 30 March 2015 | 17:16

Mungkinkah Golkar Melahirkan Anak ke-7? …

Bambang Setyawan | | 30 March 2015 | 16:50

Kompasiana Nangkring Bareng Cast and Crew …

Kompasiana | | 30 March 2015 | 19:11

Laki-laki dan Gerobaknya …

Mochamad Syafei | | 30 March 2015 | 17:30

[Nangkring] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Perang Yaman, Perseteruan Suni VS Syiah, …

Imam Kodri | 4 jam lalu

Dibalik Diamnya PKS, Adakah Agenda …

Susy Haryawan | 5 jam lalu

Ahok, USB dan Isu Rasis …

Aldy M. Aripin | 5 jam lalu

Breaking News: Anak Buah Ahok Jadi Tersangka …

Bejo Al-bantani | 9 jam lalu

Ketika Hasrat Eksis di Medsos Mengalahkan …

Wardah Fajri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: