Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Didi Eko Ristanto

Hamba Allah Subhanahu wa ta'ala

Usul-usul Solusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

OPINI | 16 November 2013 | 09:27 Dibaca: 775   Komentar: 2   0

Setiap hari media selalu saja menayangkan berita korupsi. Rasanya mulai bosan melihatnya. Saking seringnya seolah-olah kalau ada pejabat yang korupsi itu sebuah hal yang biasa. Hukuman yang mereka dapatkan pun tidak membuat mereka jera. Orang yang melihatnya pun tidak merasakan efek takutnya sehingga kalau ada kesempatan mereka yang tadinya penonton esok hari saat jadi pejabat korupsi juga. Entahlah jika suatu saat menerapkan hukum potong tangan di depan umum. Bisa jadi sangat manjur memberikan efek jera bagi si koruptor dan bagi yang menontonnya. Ini ada beberapa usul solusi untuk pemberantasan korupsi yang saya saring dari berbagai sumber yang saya ketahui atau yang saya usulkan sendiri.

1. Pemiskinan Koruptor. KPK harus merampas seluruh hartanya dan memiskinkan mereka. Tempatkan mereka di puncak gunung yang pelosok bersama seluruh keluarganya di rumah gubuk beralaskan tanah. Beri mereka pakaian dua potong saja.

2. Potong Tangannya di Depan Umum. Ini menimbulkan efek jera bagi si koruptor dan juga bagi para penontonnya.

3. Buatlah iklan, film, lagu, sinetron dan tayangan apa saja yang intinya menggambarkan betapa menjijikkannya dan buruknya perilaku korupsi. Lakukan dan tayangkan dengan sering sehingga membekas. Sebagaimana bencinya dahulu hingga sekarang orang-orang terhadap PKI dan paham komunisnya.

4. Masukkan pelajaran anti korupsi pada mata pelajaran agama dan PKN.

5. Beri penghargaan pada para pembongkar dan pelapor korupsi. Baik itu berupa gelar maupun uang tunai. Sebut mereka sebagai pahlawan pemberantasan korupsi.

6. Lebih ekstrim lagi, gantung atau tembak mati para koruptor. Lalu dimakamkan di pemakaman khusus para koruptor.

7. Pilih presiden yang tegas dan tidak kompromi terhadap korupsi.

8. KPU membiayai dan memfasilitasi seluruh biaya kampanye Caleg, Capres dan Calon kepala daerah dengan biaya yang sama. Serta melarang para calon menggunakan uang para cukong yang akhirnya ketika kelak menjabat terpaksa harus korupsi untuk mengembalikan uang biaya kampanyenya.

Itulah sebagian usul dari saya, silahkan kalau ada teman-teman yang mau menambahi usul pemberantasan korupsi. Silahkan…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 10 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 11 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 12 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 12 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: