Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Didi Eko Ristanto

Hamba Allah Subhanahu wa ta'ala

Usul-usul Solusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

OPINI | 16 November 2013 | 09:27 Dibaca: 638   Komentar: 2   0

Setiap hari media selalu saja menayangkan berita korupsi. Rasanya mulai bosan melihatnya. Saking seringnya seolah-olah kalau ada pejabat yang korupsi itu sebuah hal yang biasa. Hukuman yang mereka dapatkan pun tidak membuat mereka jera. Orang yang melihatnya pun tidak merasakan efek takutnya sehingga kalau ada kesempatan mereka yang tadinya penonton esok hari saat jadi pejabat korupsi juga. Entahlah jika suatu saat menerapkan hukum potong tangan di depan umum. Bisa jadi sangat manjur memberikan efek jera bagi si koruptor dan bagi yang menontonnya. Ini ada beberapa usul solusi untuk pemberantasan korupsi yang saya saring dari berbagai sumber yang saya ketahui atau yang saya usulkan sendiri.

1. Pemiskinan Koruptor. KPK harus merampas seluruh hartanya dan memiskinkan mereka. Tempatkan mereka di puncak gunung yang pelosok bersama seluruh keluarganya di rumah gubuk beralaskan tanah. Beri mereka pakaian dua potong saja.

2. Potong Tangannya di Depan Umum. Ini menimbulkan efek jera bagi si koruptor dan juga bagi para penontonnya.

3. Buatlah iklan, film, lagu, sinetron dan tayangan apa saja yang intinya menggambarkan betapa menjijikkannya dan buruknya perilaku korupsi. Lakukan dan tayangkan dengan sering sehingga membekas. Sebagaimana bencinya dahulu hingga sekarang orang-orang terhadap PKI dan paham komunisnya.

4. Masukkan pelajaran anti korupsi pada mata pelajaran agama dan PKN.

5. Beri penghargaan pada para pembongkar dan pelapor korupsi. Baik itu berupa gelar maupun uang tunai. Sebut mereka sebagai pahlawan pemberantasan korupsi.

6. Lebih ekstrim lagi, gantung atau tembak mati para koruptor. Lalu dimakamkan di pemakaman khusus para koruptor.

7. Pilih presiden yang tegas dan tidak kompromi terhadap korupsi.

8. KPU membiayai dan memfasilitasi seluruh biaya kampanye Caleg, Capres dan Calon kepala daerah dengan biaya yang sama. Serta melarang para calon menggunakan uang para cukong yang akhirnya ketika kelak menjabat terpaksa harus korupsi untuk mengembalikan uang biaya kampanyenya.

Itulah sebagian usul dari saya, silahkan kalau ada teman-teman yang mau menambahi usul pemberantasan korupsi. Silahkan…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: