Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Danur Wind

seorang terapis holistik di Ibukota… "kembali pada alam, seolah anak yang merindu dan kembali pada sang-Bunda" Pengasuh selengkapnya

Akil Negatif Narkoba “Kriminalisasi” MK, Semakin Terkuak……

OPINI | 08 October 2013 | 17:59 Dibaca: 1236   Komentar: 17   2

1381229895265208558

sumber foto : tempo.co

Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muhtar membuat publik terhenyak, tentu saja MK merupakan benteng terakhir supremasi Hukum dinegeri ini yang masih “bersih” dari korupsi, meski  sebelumnya ada beberapa gejolak antar hakim konstitusi yang kemudian dapat selesai.

Mahkamah Konstitusi dimasa sebelumnya saat dipimpin oleh Pak Mahfud MD merupakan lembaga yang paling berani dalam membongkar kasus korupsi termasuk saat memperdengarkan konspirasi kriminalisasi terhadap Pimpinan Korupsi Bibit dan Chandra, hingga terbebaslah pimpinan KPK dari jeratan konspirasi busuk dari para koruptor.

Disini saya menilai ada banyak sekali kejanggalan dalam proses penangkapan Ketua MK Akil Muhtar, meski semua kebenaran akan terkuak dipersidangan … paling tidak Konspirasi pertama yang dapat publik lihat adalah setelah melalui proses test lab narkoba oleh BNN, terbukti akil negatif mengonsumsi narkoba, nah pertanyaan besar untuk kita adalah dari mana asal barang bukti narkoba di ruang kerja Akil..? siapa yang memasukan barang tersebut..? Apakah ada motif dibalik itu..?  dan banyak pertanyaan lainya…

Kejanggalan Penangkapan mantan -Ketua MK Akil Muhktar..

1. Penangkapan terjadi di rumah dinas, cukup aneh jika Akil begitu berani “menerima” suap dirumahnya, apalagi sebagai orang yang faham benar tentang hukum dan seluk beluk kinerja KPK  yang begitu rajin melakukan operasi tangkap tangan  (OOT) terhadap para koruptor.  kemungkinan yang bisa menyebabkan Akil se-nekat itu adalah dia terlalu “pede” atau sudah “gila”..

2. Berdasar berita dari Tempo.co . berikut kronologisnya  ”Kemudian, dua orang (CN dan Pengusaha asal kalimantan) dari mobil itu turun dan masuk ke rumah AM. Tak berapa lama, tim langsung mendekat dan melakukan operasi tangkap tangan,” kata Abraham. nah.. yang ditangkap tangan adalah terduga “pelaku penyuapan” sedang Akil masih didalam rumah, posisi Akil seharusnya masih dianggap pejabat yang berusaha untuk disuap, kecuali uang tersebut sudah ditangan Akil. Hal ini sangat berbahaya jika semua pejabat yang mau disuap oleh pihak lain tiba-tiba tim KPK datang, posisinya ia benar-benar tidak tahu, sedangkan ia adalah pejabat yang jujur, maka habislah semua pejabat kita…

3. Perlu didalami siapa pemberi informasi tersebut dan motifnya…? apa mungkin berkaitan dengan politik juga..?

4. mungkin sahabat kompasianer mau menambahkan/ pandangan lain..?

Dinegeri ini upaya perlawanan dari para koruptor kepada para penegak hukum begitu kerasnya, dengan hancurnya MK mungkin harapan terbesar dari para pelaku konspirasi adalah  merusak kepercayaan publik terhadap HUKUM , dibubarkannya MK , hingga mereka bisa lebih aman dipengadilan tipikor atau dianulirnya keputusan-keputusan MK mengenai sengketa pilkada, akhirnya “bisa di nego ulang”...

semoga kita dapat mengambil banyak pelajaran dari kriminalisasi terhadap KPK yang lalu, mari kita sama-sama kawal berjalannya proses peradilan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini hingga terbuka siapa yang benar dan siapa yang salah…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 11 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 11 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 19 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: