Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Djarwopapua

#anakBigreds #D'Commens yg bkn lah siapa", menyukai menulis tp bodoh menulis dan berusaha utk terus selengkapnya

Aqil Muchtar Seharusnya Dihukum Mati

OPINI | 07 October 2013 | 22:38 Dibaca: 419   Komentar: 2   1

Miris benar melihat negeri ini yang semakin menjamur tindak korupsi. Satu per satu orang-orang ternama di negeri ini terjerat dalam kasus suap, meskipun gaji mereka mencapai puluhan juta tiap bulannya,tetapi masih dirasa tidak cukup, sedangkan jutaan rakyat miskin di seluruh negeri ini terus di landa kesengsaraan.

Hati ini sakit melihat bapak-bapak berdasi dan ibu-ibu berjilbab yang tidak punya rasa malu sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Sebut saja beberapa orang yang berpolitik dan menjadi wakil rakyat seperti ahmad fathana,yang di bawa naungan partai agama,malah asyik menikmati uang suap.
Juga seperti kasus yang baru-baru ini menjadi topik hangat dan menjadi bahan caci maki masyarakat indonesia, dimana kasus suap yang menjerat seorang ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Muchtar, dan mengkaitkan adik kandung gubernur banten yang juga seorang suami dari walikota tangsel yang bernama wawan.

Jelas ini telah mencabik-cabik perasaan jutaan masyarakat indonesia,yang tidak habis fikir bahwa seorang yang menjadi ketua atau hakim agung dari lembaga tertinggi negara yang memegang kekuasaan hukum di republik ini, juga tidak luput dari yang namanya tindak korupsi. Orang-orang ini sudah tidak lagi menghargai hukum dan melecehkan sumpah jabatan di bawah kitab suci.

Aqil muchtar seharusnya mendapatkan hukuman mati,karena dia adalah seorang hakim dan ketua MK, dan dia telah mengingkari sumpahnya di bawah kitab suci, dan suapnya itu di lakukan di rumah dinasnya.
Hukuman mati sangat pantas untuk pejabat-pejabat rakus seperti aqil, pejabat-pejabat yang harga dirinya lebih rendah dari maling sendal.

Dalam tulisan ini saya ingin berteriak lantang untuk si Aqil…
Go to hell Aqil !!!!!!!!,………..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heni Sri Sundani: Mantan Buruh Penggerak …

Okti Li | | 04 May 2015 | 00:36

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 04 May 2015 | 06:05

[JNE MALANG] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:10

Telapak Kaki Emas di Negeriku …

Mhina Lezta | | 03 May 2015 | 20:05

Apa Beda Pasangan Bahagia dan Pasangan Tidak …

Cahyadi Takariawan | | 04 May 2015 | 06:21


TRENDING ARTICLES

Mengenal Kehebatan Keluarga Baswedan …

Muthiah Alhasany | 6 jam lalu

Mana yang Kriminalisasi, Mana yang …

Galaxi2014 | 9 jam lalu

Negara Tak Boleh Kalah Dalam Kisruh PSSI ? …

Hery | 12 jam lalu

“Saya Dukung Buwas, Asal Tidak …

Gatot Swandito | 13 jam lalu

Bangga Menjadi Orang Indonesia …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: