Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Djarwopapua

Liverpool Selamanya...YNWA !!

Aqil Muchtar Seharusnya Dihukum Mati

OPINI | 07 October 2013 | 22:38 Dibaca: 417   Komentar: 2   1

Miris benar melihat negeri ini yang semakin menjamur tindak korupsi. Satu per satu orang-orang ternama di negeri ini terjerat dalam kasus suap, meskipun gaji mereka mencapai puluhan juta tiap bulannya,tetapi masih dirasa tidak cukup, sedangkan jutaan rakyat miskin di seluruh negeri ini terus di landa kesengsaraan.

Hati ini sakit melihat bapak-bapak berdasi dan ibu-ibu berjilbab yang tidak punya rasa malu sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Sebut saja beberapa orang yang berpolitik dan menjadi wakil rakyat seperti ahmad fathana,yang di bawa naungan partai agama,malah asyik menikmati uang suap.
Juga seperti kasus yang baru-baru ini menjadi topik hangat dan menjadi bahan caci maki masyarakat indonesia, dimana kasus suap yang menjerat seorang ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Muchtar, dan mengkaitkan adik kandung gubernur banten yang juga seorang suami dari walikota tangsel yang bernama wawan.

Jelas ini telah mencabik-cabik perasaan jutaan masyarakat indonesia,yang tidak habis fikir bahwa seorang yang menjadi ketua atau hakim agung dari lembaga tertinggi negara yang memegang kekuasaan hukum di republik ini, juga tidak luput dari yang namanya tindak korupsi. Orang-orang ini sudah tidak lagi menghargai hukum dan melecehkan sumpah jabatan di bawah kitab suci.

Aqil muchtar seharusnya mendapatkan hukuman mati,karena dia adalah seorang hakim dan ketua MK, dan dia telah mengingkari sumpahnya di bawah kitab suci, dan suapnya itu di lakukan di rumah dinasnya.
Hukuman mati sangat pantas untuk pejabat-pejabat rakus seperti aqil, pejabat-pejabat yang harga dirinya lebih rendah dari maling sendal.

Dalam tulisan ini saya ingin berteriak lantang untuk si Aqil…
Go to hell Aqil !!!!!!!!,………..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Gara-gara Tidak Punya “Kartu …

Adjat R. Sudradjat | | 28 November 2014 | 18:40

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 3 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Tekan Ahok Lagi… …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Orang Besar …

Jonson Sipayung | 9 jam lalu

Lakon Kursi …

Aditya Idris | 9 jam lalu

Revolusi dari Desa - Cara Baru Meningkatkan …

Ghumi | 9 jam lalu

Tafsir Papua untuk Yansen …

Yusran Darmawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: