Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Djarwopapua

Beautiful lie it's a beautiful bullshit !!!

Aqil Muchtar Seharusnya Dihukum Mati

OPINI | 07 October 2013 | 22:38 Dibaca: 414   Komentar: 2   1

Miris benar melihat negeri ini yang semakin menjamur tindak korupsi. Satu per satu orang-orang ternama di negeri ini terjerat dalam kasus suap, meskipun gaji mereka mencapai puluhan juta tiap bulannya,tetapi masih dirasa tidak cukup, sedangkan jutaan rakyat miskin di seluruh negeri ini terus di landa kesengsaraan.

Hati ini sakit melihat bapak-bapak berdasi dan ibu-ibu berjilbab yang tidak punya rasa malu sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Sebut saja beberapa orang yang berpolitik dan menjadi wakil rakyat seperti ahmad fathana,yang di bawa naungan partai agama,malah asyik menikmati uang suap.
Juga seperti kasus yang baru-baru ini menjadi topik hangat dan menjadi bahan caci maki masyarakat indonesia, dimana kasus suap yang menjerat seorang ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Muchtar, dan mengkaitkan adik kandung gubernur banten yang juga seorang suami dari walikota tangsel yang bernama wawan.

Jelas ini telah mencabik-cabik perasaan jutaan masyarakat indonesia,yang tidak habis fikir bahwa seorang yang menjadi ketua atau hakim agung dari lembaga tertinggi negara yang memegang kekuasaan hukum di republik ini, juga tidak luput dari yang namanya tindak korupsi. Orang-orang ini sudah tidak lagi menghargai hukum dan melecehkan sumpah jabatan di bawah kitab suci.

Aqil muchtar seharusnya mendapatkan hukuman mati,karena dia adalah seorang hakim dan ketua MK, dan dia telah mengingkari sumpahnya di bawah kitab suci, dan suapnya itu di lakukan di rumah dinasnya.
Hukuman mati sangat pantas untuk pejabat-pejabat rakus seperti aqil, pejabat-pejabat yang harga dirinya lebih rendah dari maling sendal.

Dalam tulisan ini saya ingin berteriak lantang untuk si Aqil…
Go to hell Aqil !!!!!!!!,………..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: