Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Vincent Suriadinata

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Runtuhnya Wibawa Hukum Negara

OPINI | 03 October 2013 | 17:27 Dibaca: 180   Komentar: 0   0

Pemberitaan tentang korupsi memang kerap kali didengar oleh masyarakat. Bahkan hampir setiap hari berita-berita di berbagai media menayangkan tentang kejahatan korupsi. Jumlah kerugian Negara pun tak tanggung-tanggung, selain itu orang-orang yang melakukannya juga dari berbagai kalangan. Mulai dari staff biasa sampai kepada pimpinan suatu lembaga Negara.

Yang terbaru adalah kasus tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Ia tertangkap tangan menerima uang 3 Miliar dalam pecahan Dollar Singapura. Uang itu disinyalir sebagai suap untuk kasus sengketa pilkada kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Selain dirinya, ada juga 4 orang lain yang ditangkap oleh KPK di tempat berbeda.

Meskipun belum berstatus sebagai tersangka, tetapi hal ini sangat mencoreng wibawa hukum Negara ini. Seorang Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang terpandang dan dianggap punya integritas, ternyata jatuh juga ke dalam lubang korupsi. Berkali-kali Akil Mochtar mengeluarkan pernyataan keras tentang korupsi dan mengatakan bahwa seharusnya koruptor dihukum berat. Lalu, apakah sekarang ini perkataanya sendiri akan berbalik padanya?

Rakyat sudah bosan dengan tingkah laku para pejabat publik yang merugikan keuangan Negara. Mengapa hal ini dilakukan terus menerus? Padahal gaji yang diterima oleh para pejabat publik nilainya tidak sedikit. Belum lagi fasilitas dan tunjangan-tunjangan yang diterima. Hal ini semakin membuat rakyat antipati terhadap para pejabat publik. Terlebih tindakan semacam ini dilakukan oleh aparat penegak hukum. Seseorang yang belajar hukum dan mengerti hukum, seharusnya tidak berlaku demikian karena hal ini akan membuat runtuhnya wibawa hukum Negara ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Haiku, Bekal Baru Guru Bahasa …

Eddy Roesdiono | | 01 March 2015 | 12:25

Rokok: Kreatif Karena Dibatasi, Mengispirasi …

Alan Budiman | | 01 March 2015 | 09:17

Ketika Kami Lebih Mengenal Artis Korea …

Fidiawati | | 01 March 2015 | 09:14

Setangkai Mawar Merah …

Assa Sutriawan | | 01 March 2015 | 00:15

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

DPRD vs Ahok, Pilih Siapa? …

Christian Kelvianto | 6 jam lalu

Orang Inilah Teladan Bagi Politisi …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Memahami Psikologi Sarpin-Amien Rais dan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Kelakuan Ahok dan Yana “Seret” …

Gunawan | 11 jam lalu

3 Jurus Ahok Hadapi Hak Angket DPRD DKI …

Imam Kodri | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: