Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Sengman, Orang Dekat SBY, Tak Tersentuh Hukum

OPINI | 31 August 2013 | 10:22 Dibaca: 4251   Komentar: 20   3

Menonton acara talk show ‘Apa Kabar Indonesia Malam’ TV One yang mengangkat tema tentang sosok bernama SENGMAN, yang namanya muncul di persidangan pengadilan tipikor Jakarta, hasil sadapan KPK atas komunikasi telepon terdakwa Ahmad Fathanah (AF) dengan Ridwan Hakim (RH), yang menurut keterangan Ridwan Hakim adalah Utusan Presiden kalau datang ke PKS, orang dekat SBY.

Berikut adalah rekaman percakapan antara AF dan RH ;
AF : “Empat puluh dikirim lewat Sengman dan Hendra waktu itu.”
RH : “Belum ada yang nyampe, Bos.”
AF : “Nggak mungkinlah. Udah beres, bener. Engkong sendiri waktu itu pernah ketemu dan tidak ada komentar.”

Diskusi di TV One tadi malam yang membahas kesaksian Ridwan Hakim berlangsung seru namun tidak menghasilkan kesimpulan apapun. Dengan nara sumber Rizal Ramli, Ruhut Sitompul dan Mardani Ali Sera. Melihat obrolan mereka bertiga yang dipandu host TV One, saya bingung dengan apa inti obrolan mereka. Sama sekali tak menjawab pertanyaan inti seputar kasus suap kuota impor daging sapi di kementerian pertanian.

Karena tak ada perwakilan dari KPK (misal juru bicara Johan Budi), beberapa pertanyaan yang seharusnya bisa terjawab, justru tak ditanyakan, antara lain ; siapa sebenarnya sosok Sengman tersebut? Jika disebut-sebut dan terkait suap, mengapa tidak pernah diperiksa oleh penyidik KPK? Mengapa tidak ikut dicekal seperti Ridwan Hakim, Jerry Roger, Ahmad Zaky dll? Mengapa tidak dijadikan Tersangka dan ditangkap penyidik KPK?

Setelah saya baca-baca literatur yang ada, dan saya analisis lebih lanjut, nama Sengman sudah muncul lama sebelum ada rekaman sadapan KPK atas AF dan RH.

Dalam 2x laporan investigasi majalah Tempo, nama Sengman Tjahja (yang katanya pengusaha properti asal Palembang, pemilik hotel Princess, sahabat lama SBY sejak menjadi Pangdam Sriwijaya, penyokong dana SBY di tahun-tahun awal terjun ke politik) sudah beberapa kali disebut dalam tulisan-tulisan wartawan tempo tersebut, namun anehnya, ia seperti tak tersentuh oleh KPK. Tak dipungkiri, Sengman adalah sosok UNTOUCHABLE.

Mengapa bisa seorang Sengman menjadi sosok yang Untouchtable, sementara konglomerat pengusaha Hartati Murdaya Poo saja yang juga menjadi penyokong dana kampanye SBY di dua pemilu (2004 dan 2009) bisa dijadikan tersangka oleh KPK, ditangkap dan ditahan KPK ?

Jangan-jangan bukan Sengman yang di Palembang yang dimaksud oleh ridwan Hakim? Tapi sengman yang merupakan orang dekat SBY, yang suka iseng dengan urusan orang lain, partai lain, dan membela SBY paling depan, sehingga dijuluki Sengman (Isengman = manusia iseng). Waduh,bener juga analisis Pakde Kartono. Jangan-jangan…

Masalahnya siapa orang dekat SBY tersebut? Sebab tercatat ada beberapa orang yang dekat dengan SBY, antara lain Dipo Alam, Sudi Silalahi, Hatta Rajasa, Julian Pasha, Andi Malarangeng, Marzuki Alie, Jero Wacik, Amir Syamsuddin, Denny Indrayana dll.

Ada baiknya komentar kompasianer Binsar Siagian di tulisan Pakde Kartono berjudul ‘Bodohnya Konvensi Capres PD, Denny Indrayana Tak Diundang’ yang dipublish tanggal 29 August 2013 jam 22:35 WIB mendapat perhatian khusus oleh penyidik KPK, sehingga bisa menelusuri dan meminta keterangan seseorang yang mendapat julukan Sengman.

Berikut adalah komentar dari kompasianer Binsar Siagian ;
Binsar Siagian | 29 August 2013 | 23:46:38

Baru dapat bocoran nih, ternyata sengman itu deniendrayana loh

Demikianlah tulisan ini disampaikan dengan tujuan bisa membantu penyidik KPK membongkar tuntas kasus korupsi suap kuota impor daging sapi dan menangkap Sengman, sosok Untouchable.

Selamat siang Indonesia

Tags: sengman

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Jangan Kacaukan Indonesiaku! …

Eki P. Sidik | 8 jam lalu

Jersey Baru, Semoga Ada Juga Prestasi Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Perpuskota Jogja Menjadi Wahana Wisata …

Iis Ernawati | 8 jam lalu

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 8 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: