Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Slamet Dunia Akhirat

seorang biasa yang hanya bisa menghasilkan tulisan yang biasa-biasa saja. gak punya blog, hanya nongkrong selengkapnya

Rudi Rubiandini, Halaman Kedua Bukunya Anas Urbaningrum

OPINI | 16 August 2013 | 20:17 Dibaca: 1065   Komentar: 0   1

Rudi Rubiandini kepala SKK Migas tertangkap tangan oleh KPK sedang menerima suap dari Kernel Oil sebesar 400 USD dan sebuah motor gede merk BMW.

Sementara itu menyikapi peristiwa tangkap tangan oleh KPK ini, Tridianto, mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat yang juga orang dekatnya Anas Urbaningrum berpendapat bahwa dalam melakukan korupsi tersebut Rudi tidak sendirian.

Tridianto yakin hasil korupsi dari Rudi ini akan mengalir juga ke Menteri ESDM Jero Wacik. Bahkan Tri meminta Jero Wacik segera mengundurkan diri.

Tidak hanya itu, tudingan Tri juga semakin liar. Dia menuduh selain mengalir ke Jero Wacik, hasil korupsi Rudi mengalir deras ke Partai Demokrat untuk keperluan membiayai Konvensi Calon Presiden yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan oleh partai demokrat. Selain sebagai Menteri ESDM Jero Wacik adalah Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat

Tudingan Tri ini tidak main-main dan sangat berdasar sekali. Walaupun bukan orang Partai Demokrat, Rudi ini adalah orang dekatnya Jero Wacik. Sebelum menjabat kepala SKK Migas dia sempat menjabat sebagai wamen ESDM dari Juni 2012 - Januari 2013 menggantikan wamen sebelumnya Widjajono Partowidagdo yang meninggal sewaktu naik gunung. Selain itu Rudi adalah teman satu almamater dengan Jero Wacik, seperti diketahui ikatan alumni ITB adalah sangat solid dan loyal sesama almamater.

Walaupun Jero wacik dan para elit demokrat membantah tudingan Tri ini, menurut hemat saya KPK harus bekerja keras mengungkap uang suap itu mengalir kemana saja. Apalagi ditengarai Kernel Oil adalah salah satu perusahaan milik Wisnu Whardana salah seorang anggota Komite konvensi tersebut.

Entah ada hubungannya apa tidak beberapa hari yang lalu sebelum kasus ini terungkap Jero Wacik mempersilahkan jika ada perusahaan yang ingin membantu membiayai konvensi capres, karena sampai saat dia bicara itu, belum ada dana yang terkumpul untuk pembiayaan acara konvensi itu. Apalagi menjelang konvensi Bendahara Umum Partai Demokrat Handojo Slamet Muljadi mundur, padahal ia belum satu tahun menjabat.

Apakah yang ditudingkan Tridianto ini adalah serangan balik pihak Anas Urbaningrum terhadap partai demokrat?

Apakah ini lembar kedua dari bukunya Anas?

Kita tunggu saja KPK menuntaskan perkara ini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 9 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: