Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Slamet Dunia Akhirat

seorang biasa yang hanya bisa menghasilkan tulisan yang biasa-biasa saja. gak punya blog, hanya nongkrong selengkapnya

Rudi Rubiandini, Halaman Kedua Bukunya Anas Urbaningrum

OPINI | 16 August 2013 | 20:17 Dibaca: 1064   Komentar: 0   1

Rudi Rubiandini kepala SKK Migas tertangkap tangan oleh KPK sedang menerima suap dari Kernel Oil sebesar 400 USD dan sebuah motor gede merk BMW.

Sementara itu menyikapi peristiwa tangkap tangan oleh KPK ini, Tridianto, mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat yang juga orang dekatnya Anas Urbaningrum berpendapat bahwa dalam melakukan korupsi tersebut Rudi tidak sendirian.

Tridianto yakin hasil korupsi dari Rudi ini akan mengalir juga ke Menteri ESDM Jero Wacik. Bahkan Tri meminta Jero Wacik segera mengundurkan diri.

Tidak hanya itu, tudingan Tri juga semakin liar. Dia menuduh selain mengalir ke Jero Wacik, hasil korupsi Rudi mengalir deras ke Partai Demokrat untuk keperluan membiayai Konvensi Calon Presiden yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan oleh partai demokrat. Selain sebagai Menteri ESDM Jero Wacik adalah Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat

Tudingan Tri ini tidak main-main dan sangat berdasar sekali. Walaupun bukan orang Partai Demokrat, Rudi ini adalah orang dekatnya Jero Wacik. Sebelum menjabat kepala SKK Migas dia sempat menjabat sebagai wamen ESDM dari Juni 2012 - Januari 2013 menggantikan wamen sebelumnya Widjajono Partowidagdo yang meninggal sewaktu naik gunung. Selain itu Rudi adalah teman satu almamater dengan Jero Wacik, seperti diketahui ikatan alumni ITB adalah sangat solid dan loyal sesama almamater.

Walaupun Jero wacik dan para elit demokrat membantah tudingan Tri ini, menurut hemat saya KPK harus bekerja keras mengungkap uang suap itu mengalir kemana saja. Apalagi ditengarai Kernel Oil adalah salah satu perusahaan milik Wisnu Whardana salah seorang anggota Komite konvensi tersebut.

Entah ada hubungannya apa tidak beberapa hari yang lalu sebelum kasus ini terungkap Jero Wacik mempersilahkan jika ada perusahaan yang ingin membantu membiayai konvensi capres, karena sampai saat dia bicara itu, belum ada dana yang terkumpul untuk pembiayaan acara konvensi itu. Apalagi menjelang konvensi Bendahara Umum Partai Demokrat Handojo Slamet Muljadi mundur, padahal ia belum satu tahun menjabat.

Apakah yang ditudingkan Tridianto ini adalah serangan balik pihak Anas Urbaningrum terhadap partai demokrat?

Apakah ini lembar kedua dari bukunya Anas?

Kita tunggu saja KPK menuntaskan perkara ini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 10 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 14 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: