Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Shamier Parez

Saya ingin meluangkan karya-karya di kompasiana, semoga bisa bermanfaat walaupun tulisan tidak terlalu bagus. Tapi selengkapnya

Walikota Parepare Ungkap Kelemahan Direktur PDAM

REP | 05 August 2013 | 21:59 Dibaca: 319   Komentar: 0   1

PAREPARE, SULSEL — Walikota Parepare, H Sjamsu Alam akhirnya membeber sejumlah kelemahan Fachruddin Andi Umar selama menjabat Direktur PDAM.

Ada tiga persoalan utama di perusahaan tersebut selama dipimpin Andi Ampa, sapaan akrab Fachruddin. Ketiganya adalah pelayanan yang tidak maksimal, tidak mensejahterakan karyawan dan tidak ada kontribusi perusahaan terhadap kas daerah.

Hal ini sangat bertentangan dengan Permendagri nomor 2 tahun 2007 pasal 5 ayat 5, dimana direksi terbukti tidak mampu meningkatkan kinerja PDAM dan pelayanan kebutuhan air minum kepada masyarakat setiap tahunnya. Direksi dinilai gagal dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan.

”Yang sering muncul keluhan dari Direktur PDAM sendiri. Seperti biaya listrik yang tinggi sehingga tidak ada keuntungan. Juga kurangnya pompa yang berfungsi sehingga tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan. Seharusnya masalah ini ada solusinya dari seorang direksi dalam rangka meningkatkan kinerja,” kata Walikota dalam keterangan persnya usai buka puasa bersama di Hotel Satria Wisata, Sabtu (4/8).

Permasalahan yang terjadi di tubuh PDAM selama ini, diakui Sjamsu Alam sangat tidak rasional lagi karena tak pernah ada solusi penyelesaianya. Karena itu diapun akan segera mengevaluasi kepemimpinan Direktur PDAM yang sudah menjabat selama tiga periode.

Terpisah, Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim menyayangkan  sikap walikota yang hingga saat ini belum mengambil langkah tegas untuk memutuskan apakah Andi Ampa masih dibutuhkan untuk menahkodai PDAM  atau sudah seharusnya diganti. Apalagi dugaan penyimpangan keuangan yang nilainya ratusan juta saat ini tengah diproses penyidik Kejaksaan Negeri Parepare.

Uspa juga mempertanyakan klaim adanya keuntungan sekitar Rp 298 juta yang diperoleh PDAM, setelah kasusnya mencuat ke permukaan. Padahal sebelumnya dikatakan perusahaan selalu merugi. Lalu kemana uang tersebut?

”Walikota tidak perlu takut dalam mengambil sikap. Ada banyak kejanggalan yang terjadi selama kepemimpinan Direktur PDAM sekarang. Untuk apa dipertahankan jika perusahaan selalu merugi, karyawan ribut karena kesejahteraannya tidak diperhatikan. Yang lebih parah lagi, masalah pelayanan tak pernah kunjung selesai,” terang Uspa. (smr/bkm)

Tags: freez freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pak Presiden, Jangan Bikin Kami Kehilangan …

Subronto Aji | | 27 January 2015 | 09:44

Kompasiana Plus KompasianaTV, Kiblat Opini …

Giri Lumakto | | 27 January 2015 | 15:10

Ketika Walikota Tangerang Perang Melawan …

Panji Kusuma | | 27 January 2015 | 12:58

Membahas Soal Bahasa Inggris dengan Koreksi …

Ahmad Imam Satriya | | 27 January 2015 | 13:06

Getuk dan Ongol-ongol di Bandara Changi, …

Enny Soepardjono | | 27 January 2015 | 07:29


TRENDING ARTICLES

Iriana Jokowidodo Adakan “Open …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

KPK Menangkap Megawati Tindakan …

Edi Abdullah | 11 jam lalu

KPK: Ampun Presiden, Menkopolhukam, dan …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Cewek Rental Itu Diantar Pacarnya Menjadi …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

PDIP Aktor Utama di Balik Pencalonan BG …

Axtea 99 | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: