Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Dedi Bhooo

saya prajurit rendahan

Suara Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil yang Berpangkat Rendah

OPINI | 18 July 2013 | 23:07 Dibaca: 12944   Komentar: 38   4

Kami Mewakili Prajurit dan Pns tni au ingin menyuarakan isi hati Prajurit yang berpangkat RENDAH dan GAJIH pas-pasan .

Bapak President yang terhormat, kami merasa senang ,cukup dan Berbahagia dengan perbaikan gajih yang Bapak President berikan kepada kami Anggota Militer., kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak President.

Tapi yang sangat kami sayangkan di dalam perbaikan yang Bapak President berikan , ini ada yang bermain /diselewengkan oleh Pemimpin TNI AU sendiri yang sedang berkuasa dengan dalih membuat kesejahteraan masa depan yang di kemas dengan menggunakan ASURANSI dengan mengeluarkan SURAT KEPUTUSAN PERKASAU nomor Kep/353/V/2013 TGL 17 MEI 2013, TEGRAM Aspers Kasau NRT/127/2013 , T/128/2013, T/129/2013 , T/130/2013 tgl 25 JUNI 2013 adalah sbb : Para Penjabat Keuangan agar memotong gajih Personil TNI AU untuk membayar Premi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

sedangkan TNI sendiri sudah ada Asuransi ABRI ( ASABRI ) dan TWP ( Tunjangan Wajib Perumahan ) itu pun untuk mencairkan bagi yang sudah pensiun juga di persulit ,masih banyak potongan, ( dikasihkannya tidak sebagai mana mestinya )

Kami dikejutkan oleh potongan gajih yang kami terima , potongan untuk TAMTAMA dan BINTARA sebesar Rp 100.000,- dan Perwira Rp 200.000,- DI Tambah biaya POLIS ASURANSI sebesar Rp 100.000,- tanpa pemberitauan yang jelas . dan setiap Anggota diwajibkan harus ikut : ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 .

Uang sebesar itu bagi Pejabat ,saya kira tidak ada artinya , tapi BapakPresident bagi kami seorang Prajurit dan Pegawai Negri Sipil yang berpangkat RENDAHAN ( TAMTAMA ) sangatlah berarti sekali bagi keluarga .

Kami memang Buta Hukum , tetapi kami tetap setia NKRI dan loyal sama Pimpinan tapi kalo masalah Hak dan Kuawjiban kami ( GAJIH ) apakah boleh seorang PEMIMPIN SEWENANG – WENANG MEMOTONG GAJIH ANGGOTA .Dengan dalih KESEJAHTERAAN di hari tua dan di kemas dengan ASURANSI . Sepengetahuan kami ASURANSI bukan paksaan , tapi sungguh aneh di TNI AU justru di paksakan harus Ikut seluruh Anggota Militer maupun PNS nya .

Kami masih Inget Betul SEMBOYAN Bapak President BERANTAS KORUPSI tapi justru di Intansi militer sendiri ada Pratek2 Kurupsi yang terselubung dan terpimpin dibawah Seragam dan Pangkat yang di gunakan Hanya untuk menakuti anggotanya Bapak President yang terhormat.

Pada prinsipnya KAMI SELURUH PRAJURIT dan PNS TNI AU tidak setuju dengan adanya pemotongan GAJIH dalam bentuk Apapun.

Sudilah kiranya Bapak President membantu kami Prajurit dan PNS Tni Au yang berpangkat Rendahan yang dengan gajih Pas2an , unutuk meredam permasalahan ini. Agar supaya Kami Prajurit dan PNS TNI Au tidak resah.

Kami segenap Prajurit dan Pegawi Negri Sipil ucapkan banyak terima kasih Atas bantuan Bapak President.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengenal Si Tarzan Laut dari Pesisir Utara …

Arif L Hakim | | 06 May 2015 | 16:37

Masih Mahalnya Biaya Pendidikan di Negeri …

Agus Oloan | | 06 May 2015 | 08:52

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Jangan Minder Kuliah di Swasta, Sukses Tak …

Sahroha Lumbanraja | | 06 May 2015 | 20:05

[INFO] Pengembangan dan Perawatan Server …

Kompasiana | | 24 March 2015 | 17:37


TRENDING ARTICLES

Pembegalan dan Pembusukan KPK Melibatkan …

Zulkarnain El Madu... | 5 jam lalu

Jokowi Satria Piningit? …

Antonius Guntur | 6 jam lalu

Masa Depan KPK Bersama Penyidik dari TNI …

Muthiah Alhasany | 7 jam lalu

Kita Negara Bola yang Tak Tahu Malu …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Sultan Yogya Sampaikan Sabda Raja, Netizen …

Hasto Suprayogo | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: