Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Dedi Bhooo

saya prajurit rendahan

Suara Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil yang Berpangkat Rendah

OPINI | 18 July 2013 | 23:07 Dibaca: 12887   Komentar: 38   4

Kami Mewakili Prajurit dan Pns tni au ingin menyuarakan isi hati Prajurit yang berpangkat RENDAH dan GAJIH pas-pasan .

Bapak President yang terhormat, kami merasa senang ,cukup dan Berbahagia dengan perbaikan gajih yang Bapak President berikan kepada kami Anggota Militer., kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak President.

Tapi yang sangat kami sayangkan di dalam perbaikan yang Bapak President berikan , ini ada yang bermain /diselewengkan oleh Pemimpin TNI AU sendiri yang sedang berkuasa dengan dalih membuat kesejahteraan masa depan yang di kemas dengan menggunakan ASURANSI dengan mengeluarkan SURAT KEPUTUSAN PERKASAU nomor Kep/353/V/2013 TGL 17 MEI 2013, TEGRAM Aspers Kasau NRT/127/2013 , T/128/2013, T/129/2013 , T/130/2013 tgl 25 JUNI 2013 adalah sbb : Para Penjabat Keuangan agar memotong gajih Personil TNI AU untuk membayar Premi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

sedangkan TNI sendiri sudah ada Asuransi ABRI ( ASABRI ) dan TWP ( Tunjangan Wajib Perumahan ) itu pun untuk mencairkan bagi yang sudah pensiun juga di persulit ,masih banyak potongan, ( dikasihkannya tidak sebagai mana mestinya )

Kami dikejutkan oleh potongan gajih yang kami terima , potongan untuk TAMTAMA dan BINTARA sebesar Rp 100.000,- dan Perwira Rp 200.000,- DI Tambah biaya POLIS ASURANSI sebesar Rp 100.000,- tanpa pemberitauan yang jelas . dan setiap Anggota diwajibkan harus ikut : ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 .

Uang sebesar itu bagi Pejabat ,saya kira tidak ada artinya , tapi BapakPresident bagi kami seorang Prajurit dan Pegawai Negri Sipil yang berpangkat RENDAHAN ( TAMTAMA ) sangatlah berarti sekali bagi keluarga .

Kami memang Buta Hukum , tetapi kami tetap setia NKRI dan loyal sama Pimpinan tapi kalo masalah Hak dan Kuawjiban kami ( GAJIH ) apakah boleh seorang PEMIMPIN SEWENANG – WENANG MEMOTONG GAJIH ANGGOTA .Dengan dalih KESEJAHTERAAN di hari tua dan di kemas dengan ASURANSI . Sepengetahuan kami ASURANSI bukan paksaan , tapi sungguh aneh di TNI AU justru di paksakan harus Ikut seluruh Anggota Militer maupun PNS nya .

Kami masih Inget Betul SEMBOYAN Bapak President BERANTAS KORUPSI tapi justru di Intansi militer sendiri ada Pratek2 Kurupsi yang terselubung dan terpimpin dibawah Seragam dan Pangkat yang di gunakan Hanya untuk menakuti anggotanya Bapak President yang terhormat.

Pada prinsipnya KAMI SELURUH PRAJURIT dan PNS TNI AU tidak setuju dengan adanya pemotongan GAJIH dalam bentuk Apapun.

Sudilah kiranya Bapak President membantu kami Prajurit dan PNS Tni Au yang berpangkat Rendahan yang dengan gajih Pas2an , unutuk meredam permasalahan ini. Agar supaya Kami Prajurit dan PNS TNI Au tidak resah.

Kami segenap Prajurit dan Pegawi Negri Sipil ucapkan banyak terima kasih Atas bantuan Bapak President.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 15 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu

Australia Siaga Penuh …

Tjiptadinata Effend... | 16 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 18 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34


Subscribe and Follow Kompasiana: