Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Bandar Narkoba dan Model Cantik Anggita Sari

OPINI | 18 July 2013 | 02:48 Dibaca: 6248   Komentar: 31   9

13740912341725889091

Anggita Sari, Kekasih Freddy. foto dari sndcdn.com

Pengadilan negeri Jakarta Barat senin tanggal 15 Juli 2013 kemarin menjatuhkan putusan berupa hukuman mati kepada gembong narkoba sindikat internasional Freddy Budiman yang mengimpor 1.4 juta butir ekstasi dalam kontainer dari Shenzen China melalui pelabuhan Tanjung Priok. Freddy Budiman sendiri adalah narapidana di lapas Cipinang Jakarta, ia mengendalikan bisnis narkoba dari lapas menggunakan handphone. Pada saat ditangkap BNN dan kamar selnya digeledah, BNN menemukan 30 HP, laptop dan Ipad.

Kemana saja yah wamen Denny Indrayana sampai melakukan pembiaran terhadap bandar narkoba sindikat internasional menjalankan bisnisnya? Jawabnya wamen Denny Indrayana tidak kemana-mana, ia sibuk dengan hal-hal kecil dan remeh temeh, demi pencitraan sesaat dan murahan, antara lain sidak sampai lompat pagar bersama presenter cantik Metro TV Najwa Shihab ke lapas Sukamiskin Bandung dan Rutan Cipinang Jakarta, datang ke KJRI Jeddah memantau pelayanan imigrasi kepada TKI setelah sebelumnya terjadi insiden pembakaran akibat lambanya kerja imigrasi di KJRI Jeddah, diskusi dan sosialisasi PP nomor 99 tahun 2012 bersama konco-konconya, yaitu ICW dan Pukat UGM di berbagai tempat, dll.

Yang menarik dari sidang putusan Freddy Budiman senin tanggal 15 Juli 2012 adalah kehadiran seorang gadis muda cantik dan sexy dengan tinggi sekitar 165 cm dan berat sekitar 47 kg, kekasih dari Freddy Budiman, yang merupakan foto model majalah pria dewasa, bernama Anggita Sari (21 tahun).

Anggita Sari terlihat sangat serius dan tegang mendengar putusan majelis hakim, saat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Freddy Budiman, ia terlihat menangis sesunggukan, tangannya berulang kali menyeka air mata yang menetes dan jatuh ke pipi. Anggita shock berat, Freddy divonis mati, padahal mereka telah merencanakan menikah siri usai lebaran ini.

Kepada wartawan yang masih tega mewawancarainya ditengah kesedihan yang mendalam, Anggita mengatakan : “Saya jadi model di majalah dewasa sejak tahun 2011. Saya juga temennya Vitalia Shesya, Saya kan barengan masuk modelnya sama Vitalia Shesya, Saya juga kenal sama Novi Amilia, Saya kuliah mengambil jurusan Marketing Komunikasi, Saya hanya temen deketnya belum resmi jadi istri, Saya memang sudah diajak nikah sama mas Freddy. Tapi saya maunya nikah siri aja, Saya masih memohon agar para majelis hakim memberikan keringanan terhadap hukuman yang diterima oleh mas Freddy.”

Bener apa yang dikatakan kompasianer yang sangat bijak, dosen di kompasiana mata pelajaran ‘Love, Life dan Relationship’ mba Ellen Maringka, bahwa “Cinta itu buta dan Cinta itu membutakan.” Contoh paling nyata terlihat dalam kisah cinta antara Freddy Budiman (bandar narkoba) dengan Anggita Sari (model dan mahasiswi), betapa Anggita mau memberikan hatinya kepada seorang pria yang merupakan bandar narkoba sindikat internasional dan terancam pidana mati, meluangkan waktu menghadiri persidangan untuk memberikan dukungan dan menguatkan hati Freddy dan berencana menikah (siri) setelah lebaran padahal mereka tak punya kesempatan berhubungan suami istri (ML), sebab ruang bercinta (bilik asmara) belum tersedia di lapas, masih menunggu persetujuan pejabat terkait setelah adanya permohonan dari istri Ahmad Fathanah, yaitu Sefti Sanustika dan istri-istri tahanan atau narapidana lainnya.

Selamat Pagi Indonesia

PS :
Saya setuju dengan kata-kata Doel Sumbang, Cinta itu Anugerah, maka berbahagialah, sebab kita sengsara jika tak punya cinta’

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | 7 jam lalu

Tata Bangunan Kota Banda Aceh …

Rahmat Syah | 8 jam lalu

Komando Nelayan, Sebuah Pemikiran untuk …

Wahyudi Sebatik | 8 jam lalu

Naiknya Harga BBM Memaksa Gerak Lebih Cepat …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu

Menembus Batas-batas Pikiran …

Wira Dharmapanti Pu... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: