Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

John Weku, PSK Papan Atas Tobat Dibuatnya

OPINI | 10 July 2013 | 09:55 Dibaca: 3579   Komentar: 25   3

1373596867950954536

john Weku, foto dari detik.com

Nama pria asal Gorontalo, Jimmi Muliku a.k.a Jhon Weku a.k.a Aldi a.k.a Vernando a.k.a Nando sedang naik daun akibat ditangkap oleh polisi reserse resmob Polda Metro Jaya karena melakukan tindak pidana berupa perampokan terhadap beberapa PSK papan atas (high class) di sejumlah hotel berbintang sejak Januari hingga Juni 2013. Hotel-hotel yang berhasil diidentifikasi menjadi tempat John Weko melaksanakan aksinya antara lain Hotel Harris Kelapa Gading, Hotel Ciputra Grogol, Hotel Trinity Harmoni, Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Hotel Novotel Gajah Mada, Hotel Grand Aquila Bandung, Hotel Pangrango 2 Bogor, Hotel Ibis Malioboro Jogja dan Hotel Grand Mercure Gajah Mada Jakarta Pusat.

John Weko menjadi DPO prioritas (Most Wanted) reserse Polda Metro Jaya karena sepak terjangnya sudah sangat meresahkan dan menggelisahkan PSK papan atas yang di beberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya) yang beberapa diantaranya adalah mahasiswi dan foto model. PSK papan atas tersebut jadi takut beroperasi, hal ini merugikan pelanggan setia yang benar-benar menggunakan jasanya bukan yang perampok seperti John Weko atau koruptor penerima suap seperti Ahmad Fathanah.

Modus John Weko tergolong klasik sebenarnya, ia menyewa kamar suite room hotel dan membooking PSK high class tersebut melalui germo papan atas (mami atau papi) dengan harga Rp 15 juta sekali keluar (short time), sesaat setelah berkencan, dalam posisi PSK tersebut masih telanjang dan masih berbaring keenakan di ranjang akibat orgasme, ia menodong PSK tersebut dengan pisau belati, mengikat tangannya dengan tali sepatu, menutup mulutnya dengan lakban, dan mengambil uang tunai, uang di ATM, handphone, tablet, laptop, jam tangan dan perhiasan.

John Weko untung dua kali, dapat pelayanan sex gratis dari gadis muda cantik kinyis-kinyis dan dapat harta benda gadis-gadis muda tersebut. Total hasil rampokan yang berhasil di identifikasi oleh penyidik Polda Metro Jaya, sesuai keterangan kasubdit Jatanras AKBP Herry Heryawan adalah “Total handphone yang ia ambil ada 27 unit, rata-rata BlackBerry, kemudian uang 700 Dollar Hongkong, 10.700 Dollar Singapura, 700 USD, Rp 112 juta, 6 buah jam tangan, 5 untai kalung dan 5 buah cincin.”

Membaca komentar di media online dan media sosial, saya jadi senyum-senyum sendiri melihat respon masyarakat atas aksi John Weko ini, ada yang marah kepada John Weko karena merusak harga pasaran PSK mahasiswi dan model, setelah sebelumnya harga pasaran tersebut dirusak oleh Ahmad Fathanah. Ada yang mendukung John Weko biar PSK-PSK tersebut kapok dan tobat nasuha. Ada yang kepingin ikutan kaya John Weko, dapat service gratis dapat duit juga, dan respon-respon lainnya yang lucu-lucu.

Salah satu korban John Weko, sebut saja namanya Noni, mengatakan : “saya baru tahu dia penjahat ketika ditunjukkan oleh polisi di brankas kamar itu ada 4 borgol, pisau lipat sama lakban. Saya benar-benar rugi luar-dalam. Kenapa saya harus ketemu sama orang itu.”

Hihihi, rugi luar dalam itu kaya apa yah? Bukankah pekerjaan PSK tidak pake modal?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 7 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 8 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 9 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 10 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: