Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

Cara KPK Menembak LHI

OPINI | 20 June 2013 | 08:45 Dibaca: 696   Komentar: 7   6

Sampai saat ini bukti-bukti menjadi tersangkanya LHI tetap masih misteri. Meskipun sidang di pengadilan tipikor soal dugaan suap impor sapi sudah beberapa kali digelar dengan tersangka dari Indoguna.

Sidang perdana untuk LHI pun sudah digelar, Namun isinya baru sekedar tuntutan jaksa kepada LHI. Dari tuntutan jaksa tersebut, terlihat kemana arah tembakan jaksa :

1. Dalam tuntutan jaksa, terlihat bahwa jaksa menyebutkan status bahwa LHI adalah anggota DPR sekaligus Presiden PKS saat itu.

2. Uang 1,3 milyar, yang dalam persidangan tersangka dari Indoguna, terlihat jelas bahwa uang tersebut tidak mengalir ke LHI. Namun jaksa, mengatakan bahwa sanggahan 1,3 milyar tidak mengalir ke LHI ternyata bukti-buktinya lemah dan terbantahkan antara satu saksi dengan saksi yang lainnya.

Dalam sidang-sidang sebelumnya, terlihat jelas bahwa Indoguna berusaha mendekati AF karena dia teman dekat LHI sebagai Presiden PKS bukan sebagai Anggota Legislatif. Bila alasan ini, seluruh pakar hukum sudah jelas mengatakan, bila statusnya sebagai Presiden PKS, maka semua itu bukan sebagai suap atau mengarah suap.

Agar KPK bisa menembak dan mematahkan argumentasi para pakar hukum ini, KPK saat ini sangat gencar memanggil Setjend DPR. Salah satu yang digali dari Setjend adalah bahwa Setjend DPR lah yang mengenalkan pihak Indoguna dan asosiasi impor sapi ke LHI.

Bila Setjend mengatakan iya dan mengaku yang memperkenalkannya, maka KPK mempunyai alibi yang kuat bahwa mereka mendekati LHI karena statusnya sebagai anggota legislatif bukan sebagai presiden PKS.

Namun Setjend sudah mengatakan bahwa dia tidak memperkenalkan Indoguna ke LHI.

Mengenai uang 1,3 milyar, ada saksi mengakui bahwa uang tidak mengalir ke LHI. Yang 300 juta ke kementrian daerah tertinggal. Yang 1 milyar, ternyata sudah ditunggu oleh penagih hutangnya AF.

Namun jaksa penuntut umum, mengatakan seluruh saksi yang diperiksa menunjukan adanya pertentangan sehingga pengakuan-pengakuan diatas dianggap lemah.

Namun ada fakta baru dari persidangan suap impor sapi, yang tidak dibombardir oleh media yaitu disebutnya Hatta Radjasa oleh pihak Indoguna ? Mengapa semua media diam ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: