Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Agus Candra

Pengamat Pertanian dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia. Menjadi Pembicara HKI di Radio Suara selengkapnya

Pembajakan Musik di Indonesia dan Solusi Mengatasinya

OPINI | 03 June 2013 | 13:36 Dibaca: 1024   Komentar: 0   0

Saat ini pembajakan musik tidak hanya merambah fisik dalam bentuk CD dan DVD namun telah merambah ke ranah digital, sebagaimana disebutkan oleh Adi Adrian personel KLa Project menyebutkan bahwa “Ada empat jenis penjualan musik yaitu : fisik, digital, performance, dan sinkronisasi. Di Indonesia Keempatnya bermasalah” ujar pemain keyboard KLa Project itu.

Berdasarkan keterangan Gumilang Ramadhan, Direktur PT Musica Studio’s “Kami kehilangan triliunan rupiah karena lagu diunduh secara ilegal,” kepada SWA Online, di sela-sela acara Digital & Music Matters 2013, yang diadakan di Singapura, pekan lalu.

Menurut Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan, potensi kerugian industri musik Indonesia akibat pembajakan mencapai Rp 4,5 triliun per tahun. Padahal, jika nilai konsumsi musik per orang sebesar Rp 20.000 per tahun, nilai potensi konsumsi musik mencapai Rp 5 triliun per tahun. “Namun, yang bisa dinikmati oleh para musisi tersebut hanya sepuluh persen,” kata Gita. Gita mengatakan, pendapatan para musikus yang hanya sepuluh persen dari potensi sebesar Rp 5 triliun tersebut dirasakan tidak adil. Oleh karena itu, pihaknya dan beberapa instansi terkait akan terus memerangi pembajakan yang terjadi di Indonesia.

Solusi Menanggulangi Pembajakan Musik

Salah satu solusi untuk menanggulangi pembajakan musik adalah dengan cara mendigitalisasi musik dari media fisik CD dan DVD kedalam bentuk digital. Langkah ini sudah dilakukan oleh Apple dengan mendirikan itunes dan google yang mendirikan google play yang menyediakan sarana pembelian musik digital secara legal.

Oleh karena itu, label rekaman dalam negeri harus segera berinvestasi untuk pengembangan musik digital ini agar bisa menanggulangi pembajakan musik fisik dalam bentuk CD dan DVD. Berdasarkan riset diketahui bahwa pembajakan lagu one direction melalui mesin pencari google dengan kata kunci free one direction download music diketahui sebanyak 135.000.000 pencarian. Apabila dari 135.000.000 pencarian ini melakukan pengunduhan sebanyak 20 % saja dan dikalikan dengan harga satu musiknya seharga 10.000 maka total kerugian dari pengunduhan lagu ilegal ini sebanyak 405 milyar.

Maka, strategi penjualan musik digital adalah salah satu langkah untuk menanggulangi pembajakan karena saat ini penjualan musik secara fisik dalam bentuk CD dan DVD hanya 40 % sedangkan sisanya sudah mengarah ke digitalisasi. Dari 60 % penjualan musik digital ini masih dikuasai oleh pemain dari luar negeri seperti iTunes, Deezer dan Google Play.

Agus Candra Suratmaja

Pengamat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia

Bekerja di Kantor Konsultan HKI Am Badar & Partners www.ambadar.com

Sumber :

  1. www.gatra.com Gita Wirjawan Gandeng Musisi Berantas Pembajakan

  2. www.bisniskeuangan.kompas.com Gita Wirjawan Curhat Soal Pembajakan Musik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 9 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 13 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 17 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: