Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

M Reindy

Asking good questions is half of learning

Konsentrasi Massa di Batu Gantong, Ambon

REP | 29 May 2013 | 10:49 Dibaca: 239   Komentar: 0   0

1369799568473233412

Suasana di lokasi kejadian (ambonekspres.com)

Selasa 28 Mei 2013 sekitar pukul 16.00 Wit di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon kembali tegang akibat gesekan antar kelompok pemuda Batu Gantong Atas dan Batu Gantong Dalam yang berlangsung hampir satu jam.

Walau tidak ada bentrokan namun sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua belah pihak, aksi saling mengejek antar kelompok pemuda tidak dapat dihindarkan. Tiba-tiba sebuah lemparan batu melayang ke tengah kerumunan massa yang dilakukan oleh orang tak dikenal sehingga memicu aksi balasan.

Sebelum ketegangan antar kelompok pemuda itu semakin memuncak, puluhan aparat gabungan Polri dan TNI tiba di lokasi kejadian langsung memecah konsentrasi massa dari kedua kubu agar kembali ke perkampungannya masing-masing.

Ketegangan ini dipicu isu provokasi usai pemakaman warga yang meninggal di kawasan Batu Gajah, sehari sebelumnya. Kelompok pemuda dari Batu Gantong Atas terprovokasi dengan isu yang beredar bahwa orang yang meninggal itu adalah warganya, hingga emosi mereka terpancing dan menyalahkan warga Batu Gantong Dalam. Padahal orang yang meninggal itu sebenarnya adalah warga Batu Gajah yang kasusnya juga masih dalam penyidikan pihak kepolisian.

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=43&id=42092

Baik pemerintah setempat, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh adat seperti Majelis Latupati sudah berulang kali mengatakan untuk tidak terpancing dengan berbagai isu provokatif yang hanya akan menimbulkan gangguan keamanan di tanah Maluku khususnya jelang Pilkada Maluku 11 Juni mendatang.

Namun anehnya, masyarakat masih saja mudah terprovokasi jika berkaitan dengan tindak kriminal yang dilakukan oleh oknum masyarakatnya, padahal sudah ada aparat kepolisian yang mempunyai fungsi sebagai penegak hukum. Mengapa tidak mempercayakan prosesnya kepada mereka sehingga pelakunya dapat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan kita sebagai masyarakat tinggal mengawal proses tersebut tanpa harus main hakim sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Registrasi Online Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 15 September 2014 | 01:36

Pelaut dan Makanan …

Gunawan Setyono | | 15 September 2014 | 05:20

Sebaiknya Minum Obat Penunda Haid atau Tidak …

Rumahkayu | | 14 September 2014 | 23:57

Cara Mudah Pantau Smartphone Android dari …

Fahmi Kompas | | 13 September 2014 | 09:09

Beri Nama untuk Maskot Kompasiana, yuk! …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Budaya Bali Tak Pernah Minder …

Pradhany Widityan | 6 jam lalu

Bangga Menjadi WNI …

Alfarizi | 9 jam lalu

Ahok Sebut Nachrowi Jadi Wagub, Nara Girang …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Kerennya Taman Film Bandung …

Fajr Muchtar | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Menelisik Peredaran Dana dalam Pilkada …

Andi Chairil Furqan | 7 jam lalu

DPR RI Masuk Guiness Book of Record …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 8 jam lalu

Fenomena One-Hit Wonders dalam Sepak Bola …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: