Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Anasafitriel-zam

Berfikirlah bahwa kamu bisa melakukan semua impian, dan yakinlah bahwa kemenangan akan kamu dapatkan karena selengkapnya

Keadilan??

REP | 25 May 2013 | 00:29 Dibaca: 189   Komentar: 0   0

Dewasa ini, kata keadilan terdengar dimana-mana, kepastian hukum dibanggakan dan dielu-elukan. Keadilan menjadi sebuah kata sakti yang menjadikan semua orang bangga terhadapnya. Lalu, apa arti sebuah keadilan yang sesungguhnya? Apakah keadilan itu ketika seorang pencuri ayam yang ditangkap kemudian ditempatkan di lembaga permasyarakatan yang hanya berukuran 2X1 meter dan di waktu yang sama para pejabat-pejabat tinggi yang korupsi juga ditangkap dan ditempatkan juga di lembaga permasyarakatan yang tempat dan fasilitasnya memadai melebihi fasilitas yang ada di hotel bintang 5. Oh, sangat miris mendengarnya. Apa itu yang namanya adil?

Bukankah negara ini negara hukum? Negara yang punya fundamen yang jelas dan nyata tertulis dalam kitab suci negara, UUD 1945 yang sejak dulu kala sejak Indonesia merdeka. Tapi, apakah negara ini sudah menegakkan hukum secara baik, benar dan konsekuen? Apakah kepastian hukum sudah dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat? Jawabnya, belum. Keadilan dan kepastian hukum memang sudah ada, namun pengimplementasian dari keduanya kurang dapat diraskan oleh semua lapisan. Lihat saja peristiwa-peristiwa di sekitar kita saat ini. Banyak kasus-kasus yang mungkin hanya merugikan sebagian masyarakat atau bahkan hanya lingkup keluarga saja, namun tersangka dijera dengan pasal berlapis-lapis. Mereka para tersangka bisa saja berada di LP selama bertahun-tahun dan belum bisa keluar karena masalah uang. Ketiadaan biaya membuat mereka tak bisa menyelesaikan kasus mereka karena tak bisa membayar seorang pengacara untuk menyelesaikannya di meja hijau. Namun, ketika ada kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh para elite politik atau pejabat-pejabat tinggi lain mereka bisa menyelesaikan perkara mereka dalam waktu singkat karena uang yang mereka punya untuk menyewa pengacara telah tersedia. Waktu singkat? Yah, singkat sekali karena mereka para elite tak juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh para kalangan menengah ke bawah yang berada di LP bertahun-tahun.

Salahkah? Bukan salah siapa-siapa, namun jika kita mau berbenah menegakkan keadilan mungkin tak akan seperti ini. Lemahnya kepastian hukum dari para penegak hukum seharusnya menjadi koreksi kita. Haruskah kita kembali ke cara rimba, siapa kuat dialah yang menang. Tidak, bukan seperti itu. Kita adalah negara hukum dimana hukum harus tetap ditegakkan tanpa adanya diskriminasi. Pengawasan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum juga perlu, termasuk juga peradilan yang adil dan transparan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Dia ‘God Of Gamblers’ Dunia …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 7 jam lalu

Sudut Korner Senja Pelipur Lara …

Ishadi Ishak | 7 jam lalu

Rupiah Dipermainkan? …

Heno Bharata | 7 jam lalu

“Evan Dimas dan Paolo Sitanggang di Atas …

Leonardi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: