Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Fahri Hamzah simpan rahasia prilaku janggal Mahfud MD

REP | 25 May 2013 | 22:54 Dibaca: 1230   Komentar: 8   0

Berita tentang kasus korupsi yang menjerat Lutfi Hasan Ishaq dan Ahmad Fatonah dan pegawai PT.Indoguna Utama sepertinya semakin melebar kemana-kemana, selain adanya beberapa wanita yang dikait-kaitkan meski sebetulnya tidak terkait langsung dengan kasus korupsi tersebut.


Ter-anyar adalah komentar Mahfud MD di media dengan judul berita : “Kalau Ngaku dari Awal. Nggak Bakal ada Pusthun dan Hal Sensitif lain”. Dalam berita tersebut juga disebutkan bahwa KPK tidak sembarangan menetapkan orang sebagai Tersangka, bahkan KPK menurut Mahfud melakukan penelusuran berbulan-bulan sebelum menetapkan seseorang, Kalau KPK sudah menjadikan seseorang sebagai Tersangka lebih baik segera mengaku, karena KPK kalau menetapkan tersangka buktinya bukan hanya satu…..”.



Fahri Hamzah yang selama ini getol mengkritik KPK termasuk soal penyitaan yang diduga tidak menyertakan surat, langsung menanggapi pernyataan Mahfud tersebut dalam akun twitternya,  ada banyak kul-twit dari Fahri Hamzah terkait komentarnya terhadap Mahfud MD termasuk menyebut Nalar Mahfud bertentangan dengan azas presumption of innocent yang ada dalam UUD 1945, bahkan Fahri menyebut Mahfud mempunyai kesalahan pikiran. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca sendiri dalam TL @Fahrihamzah.


Bagi saya tidak ada yang terlalu menarik dari pernyataan kedua tokoh tersebut, karena yang satu sedang melakukan “pembelaan” dan yang satunya lagi sedang menjual janji-janji dan berusaha menebar angin surga dengan memberikan komentar-komentar yang populer untuk mendapat simpati masyarakat karena ingin menjadi presiden dan fakta lainnya ketika Anas Tersangka Mahfud juga melakukan pembelaan bahkan menyebut KPK bekerja atas tekanan politik, kenapa itu dilakukan ? karena Anas adalah temannya di KAHMI, jadi kedua orang ini sama aja, bahkan mungkin Mahfud yang lebih berbahaya karena komentarnya berubah-ubah.

Sejatinya keduanya adalah politisi meski Mahfud sekarang mengaku tidak sedang menjadi salah satu anggota partai politik, tapi faktanya Mahfud sendiri adalah mantan anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa dan mengundurkan diri untuk menjadi Hakim dan terbukti saat tak menjabat Mahfud ingin kembali habitat asalnya dan mencoba peruntungan untuk menjadi calon presiden dan Fahri Hamzah sendiri dalam dalam twit-nya mengakui jika Mahfud adalah kawannya dulu di Komisi III DPR.


Fahri Hamzah mengaku ada banyak kejanggalan Mahfud MD

Lalu yang menarik dari tweet @Fahrihamzah terhadap komentar Mahfud MD di internet adalah adanya pengakuan dari Fahri Hamzah yang menyebutkan “…..ada banyak kejanggalan yang masih saya rahasiakan terhadap kawan saya (Red : Mahfud MD)”.

Bagi saya menarik karena selama ini Mahfud MD selalu tampil di publik dan dicitrakan bersih kemudian sampai akhirnya seorang Fahri Hamzah menyebut ada banyak kejanggalan yang dia rahasiakan terhadap sepak terjang Mahfud MD.

Apakah kejanggalan-kejanggalan tersebut karena Fahri Hamzah adalah anggota DPR dari Komisi III yang bermitra dengan MK, sehingga mengetahui anggaran-anggaran MK yakni lembaga yang pernah di pimpin Mahfud MD ada penyimpangan ? apakah kejanggalan tersebut terkait dengan laporan Nazaruddin di KPK yang menyebut ada korupsi pada pembangunan gedung MK ? hanya Fahri dan tuhan yang tahu apa maksud twit-nya tersebut.


Menarik untuk kita tunggu apa saja kejanggalan-kejanggalan yang diketahui Fahri Hamzah terhadap Mahfud MD sebagaimana yang disebutkan dalam twit-nya agar publik tidak bertanya-tanya dan berprasangka buruk, sehingga Fahri Hamzah juga tidak disebut hanya melakukan gertak sambal.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: