Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Equalaws Consultant

The Counselor II Non partisan II Dalam keadilan, ada kebenaran... #Salam keadilan... ;) T: @ECLawFirm

FA “Tersangka”?

OPINI | 24 May 2013 | 21:51 Dibaca: 1001   Komentar: 8   0

“Saya minta bijaksana saja, kalau status tersangka ini kayak kita penjahat saja.” ujar FA saat dihubungi KOMPAS.com, Jumat (24/5/2013).

Sebagaimana kita ketahui bersama, pada 9 Januari 2013 yang lalu, FA pernah menuliskan kicauan di twitternya, yang berbunyi, “Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke org Umum katanya! Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun platnya tetap C***!

Atas dasar kicauannya tersebut, singkat cerita FA dilaporkan oleh Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) dan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya.

FA dilaporkan Ramdan Alamsyah selaku Ketua KIMB dengan Pasal 4 juncto Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (“UU PDRE”) dan Pasal 28 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”). Adapun Ketua Umum DPP PITI, Anton Medan melaporkan FA dengan pasal 4 huruf b angka 1 UU PDRE, serta Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU ITE, sebagaimana diberitakan beberapa media online selama ini.

Sebenarnya bagaimana bunyi ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar disangkakannya FA tersebut?

Simak yuk Gan..

Pasal 4 huruf b angka 1 UU PDRE:

“Tindakan diskriminatif ras dan etnis berupa:

Menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis yang berupa perbuatan:

1. membuat tulisan atau gambar untuk ditempatkan, ditempelkan, atau disebarluaskan di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca oleh orang lain;”

Pasal 16 UU PDRE:

“Setiap orang yang dengan sengaja menujukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Pasal 28 ayat (2) UU ITE:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).”

Pasal 45 ayat (2) UU ITE:

“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Dengan ketentuan tersebut, maka saat ini yang sebaiknya dilakukan oleh FA adalah menyiapkan pembelaan hukum terbaik bagi dirinya. Meskipun FA telah melakukan permintaan maaf atas kicauannya.

Hal ini dikarenakan sebagaimana ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (4) huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUH Acara Pidana), FA dapat dikenakan penahanan. Adapun Pasal 21 ayat (4) huruf a KUH Acara Pidana menyebutkan sebagai berikut:

Penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal:

a. tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih;”

#Salam Keadilan…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 11:15

Si Gagah yang Terlelap …

Findraw | | 03 September 2014 | 09:17

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | | 03 September 2014 | 08:39

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | | 03 September 2014 | 08:10

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 3 jam lalu

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 5 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 8 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Transparansi Pengadaan Alutsista di TNI …

Putra Perkasa | 8 jam lalu

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ala Backpacker menuju Negri di Atas Awan …

Wilda Hikmalia | 8 jam lalu

Krisis Kesetiaan …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hadiah Istimewa Dari Pepih Nugraha …

Tur Muzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: