Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Icha Khairunisa

menulis berdasar fakta sekitar

Seleksi 102 Hakim Diseleksi untuk Dapatkan Lisensi Adili Kasus Korupsi

REP | 23 May 2013 | 10:15 Dibaca: 84   Komentar: 0   0

Mahkamah Agung (MA) sedang berusaha untuk mempersiapkan hakim berkualitas di bidang tindak pidana korupsi (tipikor). Oleh sebab itu, MA menyeleksi secara ketat sebanyak 102 hakim dari seluruh Indonesia. Seleksi tersebut dilakukan dengan mengadakan ujian tertulis di Mega Mendung, Bogor.

Para peserta yang dipanggil adalah hakim yang tidak pernah mempunyai catatan buruk atau pernah dijatuhi hukuman disiplin oleh Badan Pengawas (Bawas) MA. Sebanyak 102 hakim tersebut akan dites secara tertulis dan dilanjutkan dengan tes wawancara. Bagi 90 orang dengan nilai terbaik akan ikut babak berikutnya pendidikan dan latihan (diklat) hingga 5 Juni 2013.

Selain menyeleksi hakim karier untuk menjadi hakim tipikor, MA juga tengah mengundang masyarakat untuk menjadi hakim ad hoc guna sama-sama mengadili para terdakwa korupsi. Syaratnya yaitu pelamar minimal berusia 40 tahun dengan latar belakang pendidikan Sarjana Hukum atau sarjana lain. Selain itu harus berpengalaman di bidang hukum seperti hukum keuangan dan perbankan, hukum pertanahan, hukum pasar modal dan hukum pajak dengan pengalaman sekurang-kurangnya berpengalaman selama 15 tahun.

Syarat lain, calon tidak pernah berbuat tercela, tidak pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Selain itu, pelamar bukanlah pengurus atau anggota parpol. Syarat lain adalah calon tersebut harus jujur, cakap dan memiliki integritas moral yang tinggi serta reputasi baik.

Dengan kasus korupsi yang sangat banyak, memang sangat diperlukan hakim yang kompeten da;am jumlah yang banyak. Oleh sebab itu langkah MA untuk mencari hakim-hakim kompeten tersebut sangat didukung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 7 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 12 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 14 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: