Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Iwanw

I saw skies with many kind of clouds, I met many people with many stories, selengkapnya

Kapan Perilaku Korupsi Menjadi Malu, Haram, dan Menakutkan ?

OPINI | 21 May 2013 | 12:30 Dibaca: 149   Komentar: 0   0

Berita penangkapan koruptor mewarnai headline koran koran ditanah air ini, hampir setiap hari kita disuguhi berbagai kejutan sepak terjang KPK dalan operasi tangkap tangan , terakhir adalah penangkapan 2 petugas pajak di area parkir bandara Sukarno Hatta Jakarta.

Photo petugas pajak yang digelandang petugas KPK dengan mengenakan jaket warna putih dengan tulisan tahanan KPK nampak terekam kamera wartawan dengan ekspresi ketakutan, dalam catatan saya  ini untuk pertama kalinya wajah tersangka koruptor  berekspresi takut ,  karena biasanya sebagian besar koruptor yang tertangkap tangan KPK hampir selalu tersenyum ketika terekam kamera wartawan, bahkan dengan sebagian tersenyum sambil melambai tangan, tidak ada lagi perasaan malu ataupun takut. Sepertinya tertangkap KPK bukanlah suatu aib bagi para pelaku ini.

Sudah banyak pejabat, aparat,  politisi, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak, tertangkap tangan KPK bersama barang bukti uang tunai ratusan juta bahkan milyaran rupiah, penangkapan demi penangkapan , sebagian besar sudah mendapatkan vonis hukuman, dari yang super ringan sampai yang berat, ringan cukup 2 tahun dengan denda 100 juta atau 200 juta, yang terberat dihukum 12 tahun, belum ada yang pelaku suap yang dihukum lebih dari 20 tahun penjara, dengan harta kekayaan yang seluruhnya disita oleh negara.

Banyak pelaku korupsi masih hidup berkecukupan walau sudah mendapatkan vonis penjara dan denda, contoh terakhir kasus terpidana korupsi Gayus Tambunan, yang masih sanggup membeli rumah mewah disekitar LP Sukamiskin Bandung, tempat Gayus menghabiskan masa tahanan yang mungkin sudah tinggal beberapa tahun saja lagi dijalanin.

Terungkap pula bahwa sebagian narapidana tersangka korupsi masih hidup berkecukupan di penjara dan menikmati fasilitas yang lebih dibanding dengan narapidana biasa, bahkan bisa mendapatkan ijin sakit untuk seolah oleh menjalani rawat inap dirumah sakit padahal tinggal dirumah masing masing. Upaya menkum dan wamenkum untuk melaksanakan sidak di beberapa LP patut di apresiasi tinggi sebagai salah satu upaya untuk membenahi sistem di lembaga pemasyarakatan Indonesia yang masih karut marut tidak keruan.

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh KPK harus disertai pembenahan sistem di ranah peradilan, yang ditnujukan oleh hakim dan jaksa yang berintegritas tinggi dan memegang komitment dengan Tuhan dan rakyat Indonesia untuk menegakan hukum dengan menghukum pelaku korupsi dengan hukuman yang seberat beratnya (hukuman maksimal) disertai dengan penyitaan seluruh asset para tersangka dan terpidana korupsi tanpa terkecuali.

Pemberatan hukuman disertai pemiskinan para pelaku korupsi di negeri ini disertai dengan pembenahan sistem management di lembaga lembaga pemasyarakatan kita, termasuk membuat LP khusus bagi para koruptor adalah wajib segera diwujudkan, sehingga menimbulkan efek jera yang mematikan bagi para calon pelaku korupsi untuk tidak mencoba melakukan perbuatan yang merusak sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Nilai triliunan uang rakyat, uang dari para pembayar pajak di negeri ini tidak sepantasnya dan tidak selayaknya hanya membuat makmur segelintir para pelaku korupsi berserta keluarga dan kroninya, uang sebanyak itu sudah sepantasnya dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Mari kita tetap dukung langkap KPK sebagai salah satu institusi terpecaya di negeri ini dalam memberantas korupsi sistemik dan latent di negeri kita, serta harus disertai upaya pembenahan sistem hukum dan peradilan serta membersihkan para penegak hukum dari perilaku yang tidak terpuji, hedonis dan serakah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: