Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Mania Telo

Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991

Wanita-2 Ahmad Fathanah,Wajah Tanpa Dosa…?

OPINI | 19 May 2013 | 21:37 Dibaca: 6213   Komentar: 33   1

Rekaman percakapan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI),mantan presiden PKS dengan Ahmad Fathanah (AF) yang diperdengarkan di pengadilan kasus suap daging sapi kemarin menjadi perbincangan terhangat Sabtu-Minggu ini ; Yang membaca teks/transkrip rekaman percakapan tersebut yakin seyakin-yakinnya,bahwa LHI punya “wanita idaman lain” yang diketahui dan “dibiayai” oleh AF. Masyarakat “pemerhati” kasus suap daging sapi yang semakin seru saja itu menduga dan menghubungkan kaitan para wanita yang dipanggil oleh KPK untuk mengembalikan uang yang mengalir ke rekening para wanita tersebut dari pemberian AF dengan “WIL” yang dipercakapkan oleh AF dan LHI.

Berita demi berita yang semakin terungkap di media menjadikan kasus suap daging sapi ini semakin menarik. Yang cukup menggelitik hati masyarakat adalah pernyataan-2 yang keluar dari mulut wanita penerima aliran uang dari AF itu. Mereka belum satupun menyatakan pernah berhubungan intim dengan LHI dan AF. Tetapi sang isteri AF malah melontarkan sindiran,kalau yang diberi Rp.10 juta saja mau diajak berhubungan intim oleh AF,apalagi yang diberi ratusan juta sampai barang-2 mewah lainnya.

Tetapi benarkah dugaan sang isteri bahwa AF sendiri yang punya motivasi lebih dari sekedar “berhubungan intim” tersebut dengan para wanita tersebut…? Inilah yang sekarang menjadi gosip terpanas di masyarakat. Kalau ada survei independen yang mensurvei kasus tersebut dengan pertanyaan “Apakah LHI berhubungan intim dengan para artis wanita yang menerima uang pemberian AF..?” ; Diyakini lebih dari 80% jawabannya pasti “YA” ….! Kenapa demikian…?

Inilah beberapa alasan yang dirangkum dari komentar masyarakat :

Wanita yang diajak AF untuk berhubungan intim di hotel pada waktu ketangkap tangan oleh KPK kelasnya adalah kelas “ayam kampus” dengan nilai uang Rp.10 juta saja…! Jadi,kelas AF dalam hal urusan nafsu syahwat sebenarnya cuman paling senilai itu,apalagi sang sopir juga menceritakan bahwa AF seringkali bertemu di hotel dengan wanita-2 yang diajaknya naik mobil bersama si sopir hanya dalam waktu singkat sekitar 40 menit saja di hotel (kata halus dari “ngamar”) , dan wanita-2 itu bukan artis yang disebut menerima aliran dana tersebut ; Artinya wanita-2 yang diajak berhubungan intim oleh AF paling sekelas ayam kampus.

Kalau tanpa alasan jelas AF memberi uang dan harta benda mewah ke para artis wanita yang dipanggil oleh KPK itu,orang pun bertanya-2 “Apakah sebaik itukah si AF…?” ; Masyarakat pun layak menduga dan mencurigai bahwa para artis wanita tersebut sebenarnya dijadikan “alat gratifikasi seks” oleh AF kepada LHI,apalagi transkrip percakapan telpon yang dibuka di pengadilan mengindikasikan hal itu. Sebuah media online menganalisis arti kalimat “bahasa sandi” yang berbau bahasa Arab yang dipercakapkan antara LHI dan AF tentang “isteri-2 LHI” sebagai “wanita keturunan pakistan/afghan” dan “wanita keturunan jawa…” ; Padahal LHI seperti diketahui dari profil dan biodata PKS hanya beristeri satu dengan 11 anak.

Dugaan masyarakat dan keyakinan terjadinya gratifikasi seks itu memang perlu pembuktian di pengadilan dan diharapkan juga bisa dibongkar melalui jalur hukum,sebab kalau tidak maka akan menimbulkan fitnah bagi si artis wanita yang menerima aliran dana dari AF. Bayangkan saja,bahwa dari komentar yang masuk perihal berita transpkrip percakapan LHI-AF dan artis-2 wanita yang menerima aliran dana dari AF,hampir semua komentarnya sangat seronok sekali….! Itu pertanda masyarakat sangat tidak percaya duit itu mengalir tanpa imbalan apapun…!

Sekali lagi….Apapun alasannya,pemberian uang ke para artis wanita itu harus dibongkar motivasinya,dan mudah-2an KPK punya alat bukti yang membuktikan adanya gratifikasi seks atau tidak,seperti yang dibongkar transkrip percakapan antara LHI dengan AF….! Hopefully…!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 7 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 9 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 11 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: