Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Kode Fustun-fustun Luthfi Hasan Isaaq

OPINI | 19 May 2013 | 14:10 Dibaca: 5041   Komentar: 14   6

Satu demi satu kebohongan kasus suap impor renyah daging berjanggut mulai terungkap, kasus yang diawali dengan tertangkapnya Ahmad Fathanah bersama seorang wanita cantik di kamar hotel Le Meredien, Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK berhasil menyita uang 10 juta rupiah dari tangan Maharani dan uang 990 juta rupiah didalam mobil milik Ahmad Fathanah.

Sehari setelah Ahmad Fathanah ditahan dan dijadikan tersangka oleh KPK, menyusul kemudian mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq ditahan dan dijadikan tersangka oleh KPK karena dianggap berperan sangat besar dalam pusaran hitam daging berjanggut di Kementerian Pertanian.

Akibat peristiwa ini maka hebohlah publik tanah air, antara percaya dan tidak percaya, mengapa seorang petinggi Partai yang selama ini mengusung jargon bersih dan peduli serta mengklaim sebagai partai dakwah, namun faktanya orang nomor satu di PKS itu justru menjadi pesakitan akibat skandal suap impor renyah daging berjanggut.

Peristiwa ini begitu menggetarkan publik, karena dibalik kasus suap ini terselip aroma mesum akibat tertangkapnya Ahmad Fathanah didalam kamar hotel ketika sedang berduaan dengan wanita cantik Maharani atau biasa dipanggil Rani. Awalnya Maharani sendiri mengaku bahwa mereka berdua baru saling mengenal di kafe hotel, penjelasan Maharani ini sempat dipublikasikan melalui konferensi pers.

Namun bantahan ini akhirnya terjawab sudah, saat penyelidik KPK Amir Arief  dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan pertama kasus suap ini dengan dua terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

Dalam kesaksiaannya Amir mengatakan bahwa Ahmad Fathanah ditangkap KPK bersama Maharani Suciyono di kamar 1740 Hotel Le Meridien, Jakarta. Keduanya tengah di dalam kamar sedang berduaan. Sumber : www.gatra.com

Amir juga mengatakan bahwa ia sudah berada di hotel sejak pukul 17.00 WIB, pada 29 Januari lalu. Saat itu, Fathanah datang lebih dahulu, masuk ke lobi dan kemudian ke restoran hotel. Tak lama kemudian, Maharani datang dan menghampiri Fathanah. “Tidak lama mereka naik ke lantai 17, naik ke kamar 1740,” jelas Amir. “Siapa yang naik?” tanya hakim. “Fathanah dan Rani,” jawab Amir.

Tak lama kemudian, Amir mendapat perintah dari KPK, Ahmad Fathanah dipastikan diduga kuat telah menerima uang dari terdakwa Juard Effendi dari PT Indoguna. Uangnya berada di mobil Land Cruiser Prado hitam yang terparkir di basement. Lalu kami naik ke kamar dan mengetuk pintu kamar, terbuka sedikit. Ahmad Fathanah nengok, kami memperkenalkan diri akan mengamankan Ahmad Fathanah setelah menerima uang terkait penerimaan impor daging. Ahmad Fathanah menoleh nanti dulu, urai Amir.

Lalu kami dorong dengan sedikit keras, pintu terbuka. Kami mengamankan barang bukti uang dan HP. Setelah mereka berpakaian, kita membawa mereka ke basement, diarahkan ke mobil meminta supaya Ahmad Fathanah membuka pintu tengah Land Cruiser, disana ada bungkusan kardus hitam plastik putih pecahan uang Rp 100 ribu,” tambahnya lagi.

Kesaksian Amir Arief penyelidik KPK ini, membuat publik kembali tersentak, ternyata pengakuan Maharani dalam konferensi pers itu adalah pengakuan yang tidak jujur alias pembohongan publik. Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa aroma mesum dalam kasus suap ini bukan hanya melibatkan maharani seorang, namun fakta berikutnya, ketika KPK menjerat Ahmad Fathanah dengan pasal pencucian uang, sungguh diluar dugaan, ada kurang lebih 30 wanita-wanita cantik yang diduga menerima aliran dana pencucian uang.

Kode Fustun-Fustun Luthfi Hasan Isaaq

Begitu banyak wanita-wanita cantik dilingkaran Ahmad Fathanah, begitu dermawannya sosok Ahmad Fathanah yang mampu memberikan apa saja untuk wanita-wanita cantik tersebut, bahkan diantara pemberiannya itu, KPK telah menyita harta benda milik wanita-wanita cantik tersebut.

Menjadi sebuah pertanyaan, apakah pemberian Ahmad Fathanah itu sipatnya sukarela atau ada udang dibalik batu, Jangankan pemberian uang ratusan juta rupiah, hanya dengan modal 10 Juta rupiah saja, Ahmad Fathanah sudah mampu mengajak Maharani untuk berduaan didalam kamar hotel, lalu apakah ke 30 wanita-wanita cantik itu sipatnya gratis.

Mungkinkah zaman sekarang ada yang gratis ? Karena faktanya ada yang menarik dalam lanjutan persidangan kasus suap impor renyah daging berjanggut. Dalam sidang tersebut terungkap, Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah pernah membicarakan tentang perempuan ‘bahenol’ dengan bahasa Arab. Tim jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi sempat memutar rekaman percakapan antara dua sahabat itu, dari hasil penyadapan yang dilakukan pada 9 Januari 2013.

Assalamu Alaikum. Istri-istri antum (Luthfi) sudah menunggu semua,” ucap Fathanah dalam rekaman tersebut sambil tertawa. Luthfi kemudian membalas ucapan Fathanah. Yang mana saja ? timpal Luthfi. Ada semuanya. yang Fustun-Fustun atau Jawa Syarkiyah, kata Fathanah. Luthfi pun menjawab. “Fustun,” keduanya pun sama tertawa.

Ternyata, kata Fustun merupakan kata dalam bahasa Arab yang biasa digunakan sebagai bahasa keseharian. Arti halus dari kata Fustun sendiri adalah perempuan yang molek, modern. Sementara kata Jawa Syarkiyah berarti Jawa Timur

Namun, entah apa maksud Fathanah menyampaikan hal tersebut kepada Luthfi Hasan Isaaq. Sebab sebagaimana diketahui, Luthfi sendiri memiliki dua istri yakni Sutiana Astika dan Lusi. Sedangkan Ahmad Fathanah diketahui punya banyak relasi dengan wanita-wanita cantik. diantaranya adalah Ayu Azhari, Tri Kurnia Puspita  dan Vitalia Sesha yang diduga mendapat aliran dana ratusan juta dari Ahmad Fathanah. Sumber : www.metrotvnews.com

Apakah yang dimaksud Fustun ini adalah wanita-wanita cantik dilingkaran Ahmad Fathanah, apakah Maharani masuk kategori Fustun, atau Ayu Azhari termasuk kategori Fustun, begitu juga dengan Vitalia Sesha, waktulah nanti yang akan membuktikan, sebagaimana waktu jualah yang akhirnya mengungkap secara jelas, bahwa Maharani ternyata ditangkap KPK ketika sedang berduaan dikamar hotel bersama Ahmad Fathanah.

Berita Lainnya :

Ahmad Fathanah Ketahuan Nyolong Dokumen KPK

Kata Ahmad Fathanah Saya Butuh Making Love

Suswono Akhirnya Bebas Dari Hukuman

Cerita Selingkuh Para Pendulum PKS

* Eyang Subur Ala Hilmi Aminuddin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: