Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Irfan Nizam Ade Putra

JOKO DWI CAHYANA is a Communication Studies student UPN "Veteran" Yogyakarta dan Jurnalis Harian Pagi selengkapnya

Bantahan Dalam Aliran Dana Ahmad Fathanah

OPINI | 19 May 2013 | 10:28 Dibaca: 579   Komentar: 0   0

KPK membenarkan bahwa telah menerima Laporan Hasil Analisis dari PPATK yang berisi transaksi-transaksi mencurigakan milik tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penentuan kuota impor daging sapi tahun 2013 di Kementerian Pertanian, Namun, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menegaskan bahwa laporan tersebut sudah diterima dan KPK memang sedang mengembangkan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Kementerian Pertanian tahun 2013.

Pengembangan pertama adalah apakah ada pemberi atau penerima lain dari kasus dugaan penerimaan hadiah tersebut. Kedua, berkaitan dengan aliran dana. Dalam artian, apakah ada unsur-unsur pencucian uang dalam kasus korupsi tersebut. PPATK menemukan aliran dana dari tersangka kasus suap dan pencucian uang Ahmad Fathanah ke 20 perempuan.

Sebelumnya, Kepala PPATK M Yusuf menyatakan bahwa Ahmad Fathanah sering mengirim dana kepada mantan Presiden PKS. Menurut Yusuf, proses pengiriman dana dari Ahmad Fathanah kepada Luthfi dilakukan beberapa kali dengan jumlah dana yang dikirimkan itu umumnya sebesar puluhan juta rupiah.

PKS membantah bahwa pernah menerima aliran dana dari tersangka kasus suap impor daging sapi dan Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin disebut-sebut menerima aliran duit dari Ahmad Fathanah. Aliran itu terungkap dari rekaman sadapan percakapan antara Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS saat itu, dan Fathanah.

Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah (Foto: Koran Sindo)

Sebelumnya, PPATK menemukan aliran dana Fathanah ke 20 perempuan. Nilai dananya bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah dan KPK telah menerima laporan hasil analisis dari PPATK.

Seperti diketahui, Ahmad Fathanah memang diduga dekat dengan beberapa perempuan. Tidak hanya dekat tetapi juga memberikan sesuatu kepada perempuan-perempuan tersebut. Pertama, saat ditangkap di Hotel Le Meridien pada Selasa (29/1/2013), Fathanah tengah bersama perempuan muda yang belakangan diketahui bernama Maharany Suciyono, seorang mahasiswi. Ketika itu, Maharany mengaku diberi uang Rp 10 juta oleh Fathanah.

Kemudian, ada nama artis lawas Ayu Azhari yang terkait dengan Ahmad Fathanah. Mantan istri vokalis band White Lion tersebut mengembalikan uang sebesar Rp 20 juta dan 1.800 dollar Amerika Serikat yang diakui diberikan oleh Fathanah. Selanjutnya, ada nama model majalah pria dewasa, Vitalia Shesya yang juga diduga dekat dengan Fathanah. Sebab, KPK diketahui menyita mobil Honda Jazz dari model tersebut dan diduga pemberian Fathanah.

Selain, diduga menerima Honda Jazz, Vitalia juga menerima jam tangan buatan Swiss merk Chopard seharga Rp 70 juta dan uang Rp 250 juta dari Fathanah. Serta, perhiasan senilai Rp 100 juta yang telah dijual dan uangnya habis untuk biaya hidup.

Tidak berhenti sampai Vitalia, Fathanah juga diketahui membelikan Honda Freed bernomor polisi B 881 LAA untuk seorang wanita bernama Tri Kurnia Rahayu. Saat ini, mobil tersebut sudah dikembalikan Tri ke KPK. Selain mengembalikan mobil Honda Freed, Tri juga menyerahkan gelang bermerek Hermes dan jam tangan Rolex yang didapatnya dari Fathanah kepada KPK. Harga gelang Hermes tersebut diduga antara Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Sedangkan jam tangan Rolex harganya di atas Rp 10 juta.

Sebelumnya. PKS menantang KPK untuk membuka aliran dana Ahmad Fathanah dan PPATK membongkar aliran dana Ahmad Fathanah ke 20 perempuanya. Dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi, KPK menetapkan Ahmad Fathanah bersama Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka penerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama. Uang itu disebut-sebut sebagai uang muka dari Rp 40 miliar yang dijanjikan PT Indoguna.

Menurut Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman membenarkan bahwa ada aliran dana ke PKS untuk safari dakwah tersebut sebesar Rp 1 miliar dari perusahaannya. Namun, Maria membantah bahwa pemberian uang Rp 1 miliar tersebut untuk mendapatkan penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna dan uang tersebut atas permintaan tersangka Ahmad Fathanah.

Seperti diketahui, PT Indoguna Utama tiga kali mengajukan penambahan kuota impor daging sapi ke Kementerian Pertanian. Tetapi, selalu ditolak oleh Kementerian Pertanian dengan alasan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian sehingga Maria berusaha mendapatkan penambahan kuota impor melalui pendekatan kepartaian, yaitu melalui Luthfi Hasan selaku Presiden PKS. Mengingat, Menteri Pertanian Suswono adalah kader PKS.

Atas permintaan bantuan tersebut, Maria memberikan uang Rp 300 juta menurut arahan Ahmad Fathanah untuk Luthfi. Kemudian, Maria kembali memberikan Rp 1 miliar melalui Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi untuk Luthfi melalui Ahmad Fathanah.

Joko Dwi Cahyana

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 7 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 19 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 19 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: