Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Sang Pencerah

Menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan

Ternyata Kasus AF dan LHI Menguntungkan Banyak pihak

REP | 18 May 2013 | 11:14 Dibaca: 1487   Komentar: 14   1

Sejak AF dan LHI ditangkap KPK yang diduga kasus Korupsi Impor Daging Sapi. Peristiwa itu tentu mengejutkan banyak pihak, mulai dari kader pks ampe masyarakat awam semua bertanya-tanya, Kok Bisa ya??? apalagi media begitu bersemangat memberitakannya, seolah-olah kasus tersebut menjadi kasus terbesar yang ditangani KPK hingga media dan orang-orangpun begitu bersemangat memberitakan dan mengomentari kasus ini. “Tiada Hari tanpa AF dan LHI”, seolah-olah AF dan LHI koruptor terbesar negeri ini, yg telah merugikan negara begitu besar. Kalau kita tanya berapa sih negara dirugikan dengan kasus ini? 1 milyar kah? 100 milyiar kah?  tdk bisa yang berani menjawab karena memang belum ada datanya. Kalau menurut saya bukan negara yg dirugikan, malah perusahaan yg dirugikan karena telah terayu AF, Rayuan AF kepada LHI untuk membujuk Suswono agar menaikan kuota Impor daging Sapi gagal total karena sesuai pengakuan AF, “LHI tidak mempunyai kapasitas terkait Kuota Impor daging Sapi”, Terbukti Suswono tidak menambahkan kuota Impor daging sapi. lalu dimana kerugian negara? kalau dikatakan pengusaha yg dirugikan, ya itu saya setuju. Tentu berbeda, kalau berbicara kasus Century yg merugikan negara ampe lebih dari 6 triliun dan kasus Hambalang yg merugikan negara lebih dari 1 Triliun, kemana kasus ini? kok diam??? saya menunggu-nunggu berita kapan Anas dan Andi yg uda ditetapkan sebagai tersangka ditahan KPK. Kok mereka masih bebas kemana-mana? beda sama LHI yg langsung ditangkap malam itu juga. Katanya, “kasus tangkap tangan”, Buktinya : AF tertangkap tangan bukan LHI. Tanya kenapa? :)

Saya baru sadar, mengapa kasus ini selalu digoreng? Ternyata Kasus ini menguntungkan banyak pihak, di sini saya jelaskan pihak-pihak yang diuntungkan dari kasus ini, kalau masih kurang silakan ditambah ya he :)

  1. Media, menjadi pihak pertama yang paling  diuntungkan dengan kasus ini. Media mendapatkan makanan empuk yg bernama PKS, yg siap mereka olah menjadi sedemikian rupa, yang tentu saja makanan ini uda lama mereka tunggu-tunggu. Coba amati aja media elektronik khususnya Metro TV (pemiliknya Surya Paloh/ketum NASDEM), TV One (Pemiliknya Bakrie/Ketum Golkar) dan media cetak khususnya Tempo dan jawa pos group ( para sahabat Metro TV) dll, begitu bersemangat memberitakan AF, LHI dan PKS. AF, LHI dan PKS layaknya seperti artis yang baru naik daun, tiada hari tanpa pemberitaan mereka bahkan saking semangatnya banyak diantara media yang salah tulis dalam pemberitaannya. Tanya kenapa? media sehebat Metro aja salah tulis he.. Ini membuktikan betapa menarik dan menguntungnya berita tentang AF, LHI dan PKS.
  2. Para Pembenci dan yang tidak suka dengan keberadaan PKS, tentu kasus ini sangat menguntungkan. Pihak ini begitu sangat girang bukan kepalang, mungkin ampe sujud syukur dengan tertangkapnya LHI. karena LHI adalah presiden PKS. Cacian, makian, hinaan dan opini negatif tentang PKS pun mulai mereka kampanyekan bahkan ampe ada wacana pembubaran PKS (tidak segitunya kali). ya begitulah, kalau hati uda diselimuti kebencian dan prasangka buruk. PKS Munafik, PKS Sapi, PKS Koruptor, PKS doyan wanita, PKS Dajjal dan banyak lagi tulisan dan komentar negatif tentang PKS mereka sebarkan. Padahal jika mereka muslim tentu hal tersebut tak layak di tulis atau di ucapkan oleh seorang muslim. mari kita pahami bersama pesan Rasulullah saw :
    Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah SWT yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah SWT kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling meremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Pangamat, menjadi pihak yang diuntungkan juga dari kasus ini. Ini terlihat jelas sekali pengamat begitu bersemangat mengomentari kasus ini. apalagi di acara ILC, semua pengamat mengomentari kasus ini sesuai dengan opininya masing-masing, di dibeberapa beritapun pengamat laris di undang media untuk mengomentari kasus ini. Kasus ini benar-benar menguntungkan :)
  4. Para Koruptor, tentu kasus ini menguntungkan para koruptor yang telah merugikan negara hingga Triliun rupiah. Contoh nyata kasus Century, BLBI yang uda disebut-sebut namanya bahkan Kasus Hambalang uda ada tersangkanya si Anas dan si Andi tapi mereka masih bebas diluar TIDAK DITANGKAP, karena maklum KPK Masih sibuk dan mungkin lupa menangkap mereka akibat terlalu serius mengurusi Kasus Impor Daging Sapi, yg sampai sekarang belum ada yang tau berapa kerugian negara? cuma baru sebatas “Katanya…”, “Tunggu aja di pengadilan…”
  5. Partai Politik lain, tentu sangat diuntungkan dengan kasus ini. Sekarang mereka bisa berkampanye, “Partai politik itu sama saja, sarang para koruptor liat aja PKS yang katanya bersih dan profesional aja presidennya tertangkap karena korupsi…” Harus kita akui selama ini PKS terbukti bebas dari korupsi, walaupun sering difitnah korupsi tapi terbukti tidak bersalah, liat aja misbaqun yang uda dipenjara tapi dibebaskan karena terbukti tidak bersalah. semoga Ustad LHI seperti itu juga. Amiin…
  6. Masyarakat, termasuk pihak yang diuntungkan karena dengan pemberitaan kasus ini masyarakat di perkenal dengan PKS, yang sebelumnya masyarakat belum banyak tau dengan PKS bahkan tidak kenal sama sekali, termasuk di kampung kelahiran saya. Mereka cuma tau dengan Golkar, Demokrat, dan PDI Perjuangan. Karena pemberitaan kasus ini mereka akhirnya tau ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memang pada awalnya mereka merespon negatif dengan kenalan barunya PKS, tapi berkat pemberitaan yang bertubi-tubi mereka jadi penasaran dan bertanya-tanya, ada apa ini? hingga merekapun banyak mencari tau dengan mahasiswa yang kuliah diluar daerah karena saya akui dikampung saya belum ada kader yang menetap disana, banyak yang kenal dengan PKS karena kuliah diluar daerah, termasuk saya sendiri yang kenal PKS sejak mahasiswa. Ketika pulang kampung bulan kemaren, para warga kampung saya khususnya para tetangga banyak yang menanyakan tentang PKS padahal selama ini mereka tidak peduli dengan Parpol.  sayapun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hingga merekapun banyak yang tertarik dengan PKS. Alhamdulillah :)
  7. Kader dan Tokoh PKS tentu yang sangat diuntungkan dengan kasus ini. Ini terlihat dengan semakin Solidnya kader PKS diseluruh Indonesia bahkan didunia, hasilnya tak berlebihan jika PKS memenangi banyak Pilkada ditengah hangatnya kasus Impor Daging Sapi. Semakin bersemangatnya kader PKS untuk merekrut Anggota/Kader baru dan semakin semangatnya kader PKS Mengabdi kepada masyarakat bahkan di kabupaten saya tinggal sekarang (tempat saya kuliah), kami memprogramkan setiap 2 minggu terjun kemasyarakat secara langsung. Dan kasus ini juga melambungkan Tokoh-tokoh PKS, ini dapat kita lihat dengan semakin seringnya Tokoh PKS muncul diberbagai media secara gratis bahkan ketika Ustad Anis Matta terpilih sebagai Presiden PKS, Orasi Ustad Anis di siarkan langsung di televisi secara gratis dan efeknya begitu banyak masyarakat di daerah bersimpati dengan PKS. Kader PKS pun semakin Optimis, PKS 3 Besar. Allahu Akbar!!!

Inilah pihak-pihak yang di untungkan dari kasus Impor Daging Sapi yang telah banyak menarik perhatian Masyarakat Indonesia, silakan jika para sahabat ingin menambahkan. Semoga bermanfaat, Salam Cinta :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 12 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 12 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 12 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 13 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: