Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Wow, Polisi Papua Punya Rekening Gendut Rp 1.5 Triliun

OPINI | 14 May 2013 | 18:14 Dibaca: 4215   Komentar: 28   6

Kasus rekening gendut Jenderal-jenderal polisi belum ada satupun yang ditindaklanjuti mabes polri, justru KPK yang terlebih dahulu menyidik Irjen Djoko Susilo terkait tindak pidana korupsi simulator SIM di Korlantas Polri dan tindak pidana pencucian uang sejak menjabat sebagai kapolres Bekasi. Padahal nama Irjen Djoko Susilo tidak ada dalam daftar Laporan Hasil Analisis (LHA) yang dikirim PPATK ke Mabes Polri.

Nama-nama jenderal pemilik rekening gendut dalam LHA PPATK antara lain ; Dai Bachtiar, Adang Darajatun, Budi Gunawan, Susno Duadji (rumah di Kebayoran Baru, Cinere dan Bukit Dago Pakar Bandung seharga miliaran), Mathius Salempang, Badrodin Haiti, Bampang Suparno, Dikdik Mulyana Aried dll sampai sekarang tidak pernah dilidik apalagi disidik oleh Mabes Polri atau KPK. Mungkin mabes polri enggan menyidik karena yang dilaporkan PPATK adalah perwira tinggi (Jenderal), lain halnya apabila yang dilaporkan adalah perwira menengah atau bahkan bintara dan tamtama, pasti segera ditindak lanjuti tanpa perlu menunggu didesak-desak oleh majalah tempo, LSM atau masyarakat.

Nah, hal tersebut terjadi kepada polisi perwira rendah di Polres Sorong, Aiptu Labora Sitorus yang berdasarkan LHA dari PPATK ke Mabes Polri, mempunyai transaksi mencurigakan dalam rekeningnya hingga Rp 1.5 Triliun dalam rentang waktu tahun 2007-2012. Sungguh nilai uang yang sangat sangat besar sekali untuk ukuran polisi rendahan berpangkat Aiptu. Saya harus bilang WOW sambil koprol.

Saat ini tim penyelidik gabungan dari mabes polri dan polda papua telah diturunkan ke Sorong untuk menindaklanjuti LHA PPATK. Hasil penyelidikan awal disimpulkan bahwa Aiptu mendapatkan uang sebanyak itu dari aktivitas bisnis Penebangan kayu ilegal, Penyelundupan BBM (beli dari kapal tanker di tengah laut dan menjual kepada kapal dan industri di darat), penjualan minuman keras ke tempat hiburan dan karaoke plus-plus. Tim penyelidik bergerak sangat cepat menindaklanjuti laporan PPATK, karena kebetulan Kapolda Papua adalah Irjen Tito Karnavian, perwira polisi terbaik saat ini, yang biasa bergerak cepat merespon setiap isu penting, pintar, berani, dan tegas tanpa pandang bulu. Dr Azahari dan Noordin M Top pun ia tembak mati.

Tito Karnavian adalah peraih Adhi Makayasa angkatan 1987, mantan kadensus 88 yang kadang memimpin sendiri penyergapan dan penangkapan teroris, doktor penanggulangan teroris dari National University Singapore, sangat cocok menjadi Kapolri pengganti Timur Pradopo jika memang mabes polri ingin menjadi polisi yang profesional.

Mudah-mudahan penyelidikan dan penyidikan polisi pemilik rekening gendut Aiptu Labora Sitorus bisa dituntaskan, dan setelah itu dilanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap jenderal pemilik rekening gendut. Sehingga jenderal-jenderal tersebut tidak senyum senyum bahagia menikmati kekayaannya setelah pensiun, contoh paling nyata, Susno Duadji yang senyum-senyum bahagia karena berhasil mengerjai dan membuat Jaksa agung menuruti keinginannya di eksekusi ke lapas cibinong dan bisa hidup nyaman dikamar sekelas hotel bintang 2, dan lolos dari kamar 1M x 2M di lapas Sukamiskin Bandung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ma’nene, Ritual Pembersihan Mumi di …

Armin Mustamin Topu... | | 29 August 2014 | 01:17

Mafia Migas di Balik Isu BBM …

Hendra Budiman | | 29 August 2014 | 00:55

Tantangan Pembangunan Kesehatan Jokowi 01: …

Suprijanto Rijadi | | 29 August 2014 | 07:45

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | | 29 August 2014 | 08:03

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 4 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 7 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 8 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi Amanat Konstitusi …

Hendra Budiman | 7 jam lalu

Di Bawah Tekanan …

Avenir Luna | 7 jam lalu

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | 7 jam lalu

Sudah Saatnya Anak Berkebutuhan Khusus …

Lifya | 8 jam lalu

Delft, Kota Pelajar yang Menjanjikan …

Christie Damayanti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: