Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rizky Karo Karo

Seorang Muda di Fakultas Hukum di Yogyakarta, enerjik, kalem namun easygoing,

Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Hak Cipta (Studi Kasus: Pembajakan Lagu Rhoma Irama di Surabaya)

OPINI | 14 May 2013 | 14:22 Dibaca: 4701   Komentar: 1   0

Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Hak Cipta

(Studi Kasus : Pembajakan lagu Rhoma Irama di Surabaya)

BAB I. PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Masalah

Kasus pembajakan hak cipta seringkali terjadi di Indonesia, dan hal ini tentu saja merugikan Negara, dan adalah bentuk tidak menghargai hasil karya Pencipta. Jika Pemerintah dalam hal ini mendiamkan saja kasus pembajakan ini, maka menurut Hemat penulis, Pencipta akan menjadi malas berkarya di Indonesia.

Pada tulisan ini, Penulis mengambil contoh, kasus pembajakan CD / Compact Disc yang terjadi pada Rhoma Irama. Menurut Merdeka.com , Polrestabes Surabaya telah memeriksa Ketua Soneta Fans Club Indonesia Jawa Timur, Surya Aka dan Ketua Persatuan Artis Musik Melayu dangdut Indonesia (PAMMI) Jawa Timur, Putri Rahayu terkait kasus pembajakan lagi milik Rhoma Irama. Pemeriksaan tersebut adalah rangkaian penyidikan yang dilakukan polisi untuk menjerat tersangka karena melakukan plagiat terhadap hak cipta karya tanpa izin pemiliknya.

Pembajakan yang dilakukan oleh Tersangka dengan inisial JLS, lagu yang dibajak sebanyak 115 lagu, dengan modus merekam kegiatan menyanyi Rhoma Irama saat ia bernyanyi di panggung terbuka, lalu memperjualbelikannya dalam bentuk kepingan CD secara umum tanpa izin Pencipta lagu, Rhoma Irama. Polisi menerapkan pasal 72 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara kepada Tersangka. Rhoma Irama diduga menderita kerugian diatas Rp. 1 Miliar, sedangkan non-materi kerugiannya bisa merusak industry music dangdut.[1]

Oleh karena itu, Penulis ingin mengkritisi bentuk-bentuk perlindungan hak cipta  di Indonesia, dan ingin mengetahui Pengadilan apa yang berwenang untuk mengadili jika terjadi kasus pembajakan terhadap hak cipta

II. Rumusan Masalah

  1. Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Hak Cipta?
  2. Apa saja bentuk-bentuk Pembajakan Hak Cipta di Indonesia?
  3. Bagaiamana proses penegakan sengketa Hak Cipta di Indonesia, studi kasus, Pembajakan CD (Compact Disc) lagu Rhoma Irama di Surabaya?

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

  1. Hak Cipta adalah

hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 ayat (1))

  1. Pengadilan yang berwenang mengadili sengketa Hak Cipta adalah

Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga dapat mengeluarkan Penetapan Sementara terkait kasus pelanggaran hak cipta. Fungsi penetapan sementara tersebut, yakni :

- Mencegah berlanjutnya pelanggaran hak cipta, mencegah masuknya barang yang diduga melanggar hak cipta atau hak terkait ke jalur perdagangan.

- Menyimpan bukti yang berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dan hak terkait guna menghindari penghilangan barang bukti

- Meminta kepada pihak merasa dirugikan untuk memberikan bukti yang menyatakan bahwa pihak tersebut memang berhak atas hak cipta memang sedang dilanggar

Penyelesaian sengketa diatur pada Bab X Penyelesaian Sengketa Undang-undang Nomor 19 tahun 2002. Pada pasal 55 dikatakan bahwa “ Penyerahan Hak Cipta atas seluruh Ciptaan kepada pihak lain tidak mengurangi hak Pencipta atau ahli warisnya untuk menggugat yang tanpa persetujuannya :

a. Meniadakan nama Pencipta yang tercantum pada Ciptaan itu

b. Mencamtumkan nama Pencipta pada Ciptaannya

c. Menggangti atau mengubah judul Ciptaan

d. Mengubah isi Ciptaan

Seseorang tidak dapat dikatakan melanggar hak cipta, jikalau cara memperoleh dan penggunaan Ciptaan tersebut digunakan untuk semata-mata keperluan sendiri dan tidak digunakan untuk suatu kegiatan komersial dan/atau kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan komersial ( Pasal 57). Jadi hal ini adalah pembatasan seseorang dikatakan tidak melanggar Undang-undang Hak cipta.

BAB III. PEMBAHASAN MASALAH

  1. Hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Hak Cipta adalah

Pemegang hak cipta adlaah Pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerikma hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut dari pihak yang menerima hak tersebut (Pasal 1 ayat (4)). Hak yang dimiliki oleh Pemegang Hak Cipta, yakni adalah hak terkait. Yang dimaksud dengan hak terkait adalah  hak yang berkaitan dengan Hak Cipta, yaitu hak eksklusif bagi Pelaku untuk memperbanyak atau menyiarkan pertunjukkannya ; bagi Produser Remana Suara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya ; dan bagi Lembaga Penyiaran untuk membuat, memperbanyak, atau menyiarkan karya siarannya (Pasal 1 ayat (9)). Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Pasal 2 ayat (1) ).

Hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Hak Cipta, yakni ; Hak ekonomi dan hak moral

  1. Hak ekonomi

Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan serta produk hak terkait.

  1. Hak moral

Adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apapun, walaupun Hak Cipta atau Hak terkait telah dialihkan. Dengan hak moral, Pencipta suatu karya cipta , juga memiliki hak untuk :

  1. Dicantumkan nama atau nama samarannya di dalam Ciptaannya ataupun salinannya dalam hubungan dengan penggunaan secara umum
  2. Mencegah bentuk-bentuk distrosi, mutilasi,atau bentuk perubahan lainnya yang meliputi pemutarbalikan, pemotongan, perusakan, penggantian yang berhubungan dengan karya cipta yang pada akhirnya akan merusak apresiasi dan reputasi pencipta.
  3. Tidak ada satupun dari hak-hak tersebut diatsa dapat dipindahkan selama penciptanya masih hidup, kecuali atas wasiat Pencipta berdasarkan peraturan perundang-undangan.[2]
  1. Bentuk – bentuk Pembajakan Hak Cipta di Indonesia adalah Counterfait, Piracy, Boot Legging[3]
  1. Counterfait

Dilakukan dengan menggandakan langsung sebuah album yang sedang diliris, kemasan diproduksi sebagaimana aslinya. Di Indonesia, rekaman ASPAL, Asli tapi Palsu.

  1. Piracy

Dilakukan menggunakan lagu yang populer. Diproduksi berupa kompilasi dari berbagai album rekaman yang diminati masyarakat

  1. Boot Legging

Dengan merekam langsung pada saat berlangsungnya pentas karya musikal (Live Show).

  1. Proses penegakan sengketa pada kasus pembajakan lagu Rhoma Irama ialah

Dengan menggunakan Pasal 72  ayat (1), (2) UU Hak Cipta, agar tidak bias, Penulis memaparkan pasal tersebut, yakni :

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Untuk dapat menjerat seseorang menjadi terdakwa, terpidana di kasus pembajakan kasus Rhoma Irama harus terpenuhi semua unsure-unsur pelanggaran. Unsur-unsur Pelanggaran tersebut, yakni :

Pasal 72 ayat (1), (2), (3), dan Pasal 73 ayat (1) : unsur Pelanggaranya :

  1. Barangsiapa;

menurut KUHP, Barang Siapa adalah manusia yang menjadi subyek delik. Di UU 19/2002, barang siapa adalah Pelaku dan Produser Rekaman suara . Produser Rekaman Suara : orang/badan hukum yang pertama kali merekam, dan memiliki tanggung jawab untuk merekam suara/bunyi

  1. Dengan sengaja

Menurut Wirjono Projodikoro (1969:50), ada 3 bentuk kesengajaan, yakni :

  • Kesengajaan yang bersifat tujuan

Pelaku dapat dikatakan benar-benar menghendaki mencapai akibat yang menjadi pokok alasan diadakannya ancaman hukuman pidana

— Kesengajaan secara keinsafan kepastian

Kesengajaan ini ada jika pelaku, dengan perbuatannya tidak bertujuan untuk mencapai akibat yang menjadi dasar dari delik, tapi ia tahu benar bahwa sebagai akibatnya pasti akan mengiktui perbuatan itu.

— Kesengajaan secara keinsafan kemungkinan

Hanya dibayangkan kemungkinan adanya akibat itu

  1. Tanpa hak

Menurut Pasal 1 ayat (4) UU 19/2002. Pemegang Hak Cipta adalah sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta. Pemilik hak cipta dapat mengalihkan atau menguasakan sebagian atau seluruh haknya kepada orang atau badan hukum baik melalui perjanjian, surat, kuasa ataupun dihibahkan/diwariskan


  1. Mengumumkan, memperbanyak, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual

Pasal 1 ayat (5) UU 19/2002. Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apapun sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengar atau dilihat orang lain.

Memperbanyak (pasal 1 ayat 6) : penambahan jumlah suatu ciptaan, baik secara keseluruhan ataupun sebagai yang sangat substansial dengan menggunakan bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer

  1. Hak cipta dan hak terkait

hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 ayat (1))

Selain secara pidana, Pemegang hak cipta dapat menggugat secara Perdata, dasar yang digunakan dapat Pasal 1365 Kuh.Perdata yakni “perbuatan melawan hukum.” Menurut Abdulkadir (2000:252), unsure perbuatan melawan hukum yakni :

- Perbuatan itu harus melawan hukum : perbuatan yang melanggar hak subjektif

- Perbuatan harus menimbulkan kerugian : kerugian material,imaterial

- Perbuatan harus dilakukan dengan kesalahan : dalam perdata, mengandung dari arti sengaja hingga arti “tidak sengaja”

- Perbuatan dan kerugian yang timbul harus ada hubungan kausal : kerugian harus timbul sebagai akibat dari perbuatan orang itu

Dalam pasal 42 juga memungkinkan bahwa Pihak yang dirugikan dapat mengajukan gugatan pembatalan melalui pengadilan Niaga, dan pasal 56 ayat (1), Pemegang Hak Cipta berhak mengajukan gugatan ganti rugi kepada Pengadilan Niaga atas pelanggaran Hak Ciptanya dan meminta penyitaan terhadap benda yang diumumkan atau hasil Perbanyakan Ciptaan itu.

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Tindak Pidana dalam Hak cipta adalah delik biasa. Dimana tindakan Negara terhadap pelanggar hak cipta tidak lagi semata berdasarkan pengaduan dari pemegang hak cipta.

Hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Hak Cipta adalah hak ekonomi dan hak moral, Negara wajib menjaga hak pemegang hak Cipta. Hak Pencipta atau penerima hak untuk mengumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan. Memilik hak untuk mengalihkan dengan cara ( Pewarisan ; hibah ; wasiat ; perjanjian tertulis ; sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh Peraturan Perundang-undangan ).

Bentuk-bentuk Pembajakan Hak Cipta di Indonesia yakni ;

a. Bootleg , yakni pembajakan yang dilakukan saat Penyanyi tampil ( Live Show).

b. Counterfait, yakni pembajakan lagu yang dilakukan dengan menggandakan langsung, meniru persis cover dan kemasannya

c. Pirate, yakni dilakukan dengan menggunakan berbagai lagu dan bermacam-macam album rekaman yang laku di pasaran.[4]

Proses penegakan sengketa Hak Cipta di Indonesia, studi kasus, Pembajakan CD (Compact Disc) lagu Rhoma Irama di Surabaya adalah dapat melalui jalur pidana ataupun perdata. Pada latar belakang dapat dilihat, Rhoma Irama menggunakan jalur pidana, dan polisi menerapkan pasal 72 ayat (2).  Untuk dapat menjerat pelaku pembajakan lagu Rhoma Irama, harus ada unsur-unsur pasal yang terpenuhi. Unsur-unsur tersebut yakni : unsur Pelanggaranya :

  1. Barangsiapa;
  2. Dengan sengaja
  3. Tanpa hak
  4. Mengumumkan, memperbanyak, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual
  5. Hak cipta dan hak terkait

Saran  :

  1. Penegak hukum harus lebih tegas mengawasi penciptaaan suatu karya seni, dan membuat peraturan terkait hal tersebut agar tidak terjadi pembajakan dengan jumlah banyak lagi.
  2. Masyarakat harus segera disadarkan bahwa membeli CD bajakan adalah merugikan Negara, dan tidak menghargai karya Pencipta.

DAFTAR PUSTAKA            :

Djaja., Esmansyah2009. Hukum Hak Kekayaan Intelektual. Sinar Grafika : Jakarta. Hlm

Lindsey, Tim, Damian, Eddy, Butt, Simon dan Utomo, Tomi Suryo. Asian Law Group, Ltd.2005. Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar : Alumni . Bandung

Prodjodikoro, Wirjono.1969. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia. PT.Eresco. Jakarta

Muhammad, Abdulkadir. 2000. Hukum Perdata Indonesia. Citra Aditya Bakti. Bandung.

Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta

http://www.merdeka.com/peristiwa/polres-surabaya-terus-usut-kasus-pembajakan-lagu-rhoma-irama.html diakses tanggal 12 Mei 2013


[2] Esmansyah Djaja.2009. Hukum Hak Kekayaan Intelektual. Sinar Grafika : Jakarta. Hlm.24

[3] Tim Lindsey, Eddy Damian, Simon Butt, Tomi Suryo utomo.2002 hlm. 121

[4] Ibid.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Perubahan, Dimulai dengan Kesadaran bahwa …

Fidelia Divanika Ku... | 7 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Melamun: Bermimpi tanpa Tidur …

Delu Pingge | 8 jam lalu

Kisah Bus Surat …

Setiyo Hadi | 8 jam lalu

Jalur Lambat Jebres Tidak Beres …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: