Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

Demokrat Bubar, bila Nazarudin Didakwa Cuci Uang

OPINI | 08 May 2013 | 11:18 Dibaca: 514   Komentar: 4   4

Mengapa KPK tidak mendakwa Nazarudin dan Anggelina dengan dakwaan pidana pencucian uang ?

Biasanya dalam kasus-kasus pidana korupsi dan suap, KPK selalu menyerat para pelaku korupsi dengan pidana pencucian uang. Namun untuk elit Demokrat, sampai saat ini KPK hanya menjerat kasus korupsi saja.

Mengapa ?

Dalam kasus korupsi, mereka yang diperiksa dan menjadi terdakwa hanya kepada pelaku korupsinya saja. Sedangkan bila didakwa pencucian uang maka seluruh orang yang menerima uang hasil korupsi akan diperiksa. Bila terbukti menerima uang tersebut maka dianggap sebagai pelaku pencucian uang pasif.

Bila kita melihat persidangan Nazarudin. Maka Nazarudin dan terdakwa lainnya menyebutkan ada aliran dana pada saat kongres di Bandung. Beberapa ketua daerah pun ada yang mengakui bahwa mereka menerima uang tersebut. Dalam persidangan itu juga, ada ungkapan bahwa uang mengalir ke Ibas.

Bila Nazarudin di dakwa pidana pencucian uang maka bisa jadi seluruh ketua daerah Demokrat akan dipanggil KPK, termasuk Ibas. Bukan itu saja, semua orang yang menerima uang atau harta lainnya dari Nazarudin akan diperiksa oleh KPK.

Lihatlah dalam kasus suap impor sapi, semua orang yang menerima aliran uang dari Ahmad Fatonah akan diperiksa oleh KPK. Bila aliran uang tersebut berkaitan dengan bisnis dan hutang-piutang barulah orang tersebut akan aman.

Jadi bila Nazarudin dituduh pidana pencucian uang maka KPK akan penuh dengan Demokrat..

Lalu mengapa tidak ?  Tanyakan saja ke hati nurani KPK… dia sendiri yang Maha Tahu..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 6 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 10 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 11 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rakyat Miskin Tidak Boleh Sakit …

Emilia . | 8 jam lalu

10 Pemain Mampu Mencukur Laos 5 - 1 …

Andriyan Syah | 8 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Michelle . | 8 jam lalu

Subsidi BBM untuk Siapa? …

Rogiyadi | 8 jam lalu

Takut Gagal Seperti Seniornya, Seleksi Tahap …

Af Yanda | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: