Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

E-KTP Tidak Boleh Difotokopi?, Waduh!

REP | 07 May 2013 | 02:41 Dibaca: 2327   Komentar: 33   1

e-KTP Tidak Boleh Difotokopi?, Waduh!

13678690811156069005

Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menegaskan bahwa KTP elektronik atau e-KTP tidak boleh difotokopi. Bahkan, untuk mencegah kerusakan, Kementerian Dalam Negeri sampai mengeluarkan edaran akan larangan tersebut ( kompas.com pagi ini ), Wadduh!!, e-KTP saya sudah di fotokopi beberapa kali untuk banyak keperluan yang selalu minta kopiannya. Sebaiknya Mendagri bicara dalam bentuk iklan khusus di televisi agar supaya ditonton banyak orang, seperti iklan cara mengetahui uang palsu yang top itu, karena kemungkinan besar akan sulit dipahami jika cuma dengan mengeluarkan surat edaran saja, jika itu memang benar benar akan merusak e-KTP kita.

Kompas.com lebih lanjut memberitakan, Surat Edaran Mendagri Nomor 471.13/1826/SJ yang dikeluarkan pada  11 April 2013 menjelaskan bahwa e-KTP tidak boleh difotokopi, di-stapler, dan diperlakukan hingga merusak fisik kartu, juga tidak boleh diklip (stapler) dan diperlakukan salah. Jangan difotokopi karena itu plastik, bisa rusak,” kata Mendagri seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank Indonesia (BI) terkait penggunaan e-KTP, Senin (6/5/2013). Apabila masih terdapat unit kerja atau badan usaha yang memberikan pelayanan tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat khususnya pemilik e-KTP,” demikian bunyi edaran.

Ini dia, terkadang kita sering telat memberitahukan kepada masyarakat, apa yang sebenarnya tidak boleh dilakukan, apa lagi ada kebiasaan di Indonesia untuk banyak hal sebagai kelengkapan persyaratan diharuskan melampirkan foto copy KTP, tidak cukup dan tidak dong jika cuma ditunjukkan aslinya, termasuk untuk keperluan di bank bank yang sudah memiliki peralatan canggih, juga tidak dong jika tidak pakai fotokopi ktp.

Sepertinya masih perlu waktu lama untuk banyak orang memahami larangan memfotokopi e-KTP, jika tidak disegerakan Mendagri bicara langsung di TV secara berulang ulang ( iklan layanan masyarakat ) yang bisa ditonton banyak orang, agar cepat di pahami dan langsung diterapkan

Yuk Pak Mendagri bicara di TV saja, tidak cukup hanya di umumkan dengan surat edaran, agar supaya  apa yang Bapak sampaikan itu tidak ewes ewes, karena masyarakat terlanjur suka dengan fotokopi ktp dimana saja dan kapan saja ada keperluan.

Salam sukses dari Jakarta

Tags: ektp

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 5 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 5 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 10 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: