Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Erianto

Mahasiswa Hukum Internasional Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Artis Seksi Vitalita Jadi Pembuka Pintu Kasus Impor Daging Sapi

OPINI | 07 May 2013 | 08:26 Dibaca: 3089   Komentar: 12   0

Lagi-lagi Indonesia dijajah dari dan oleh warganya sendiri, kasus-kasus korupsi dan kejahatan lainya adalah sejajar dengan kejahatan “penjajah” di era moderen saat ini. kalau dulu pendahulu-pendahulu bangsa gigih melawan kekejaman kolonial, kini justru para penerus bangsa mencuri, menjajah di negri sendiri, sungguh keadaan yang ironi dan kontras dengan cita-cita bangsa Indonesia.

Wahai temanku sebangsa dan setanah air, mari kita perhatikan kasus yang akan saya bahas di bawah ini, bukan cukup sekedar perhatian, tapi lebih dari itu kita butuh perenungan agar kejadian ini tidak terulang di masa yang akan datang, mari berjuang dengan ketulusan hati nurani, bersama kita bisa, bersama maju dan berjuang untuk peradaban Indonesia yang lebih baik.

Skandal kasus impor daging sapi cukup panjang rentetanya, masyarakat pun masih bertanya-tanya, sampai dimana arus ini akan berhenti mengalir, mengapa sampai saat ini bukannya berhenti malah justru semakin deras dan kencang air itu mengalir.

Kasus Impor daging sapi mula-mula muncul ke publik sesaat setelah ditangkapnya Luthfi Hasan yang saat itu merupakan presiden dari partai PKS. Keadaan ini sontak membuat internal partai PKS goncang bak sunami yang meluluh-lantahkan tanah Rencong, Aceh.

Alih-alih membantu penegak hukum untuk mengungkap fakta pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Luthfi Hasan, justru PKS balik menyerang semua pihak yang ikut serta mendukung penagkapan Luthfi Hasan kususnya para penegak hukum. PKS berdalih bahwa kasus korupsi yang menimpa ketuanya adalah rekayasa politik belaka, bahkan lebih keras lagi PKS menegaskan bahwa semua ini adalah konspirasi zionis yang sengaja dibuat hanya untuk menghancurkan citra politik partai PKS di mata masyarakat.

Keadaan buruk yang dialami PKS tidak menyurutkan semangat para kader untuk terus gigih berjuang, setelah KPK menetapkan Presiden PKS positif menjadi tersangka, Internal partai PKS segera mengadakan musyawarah dan ahirnya memilih Anis Matta sebagai pengganti Luthfi Hasan sebagai Presiden PKS.

Kegigihan partai PKS bukan hanya isapan jempol belaka, ini terbukti dengan kemenagan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Medan, PKS mampu unggul dan menang. Perlu diapresiasi semangat juang para kader PKS, semangat ini jarang terlihat dipartai besar lainya, sebut saja misalnya partai Demokrat, setelah banyak kadernya yang terindikasi kasus korupsi, mereka menjadi lemah dan melempem.

Jalan Berliku Kasus Impor Danging Sapi

Pada awalnya sebagian masyarakat mungkin ada yang memiliki persepsi yang sama dengan PKS bahwa kasus korupsi Luthfi Hasan (LH) adalah konspirasi politik belaka, namun persepsi itu kini berbelok terbalik,publik sudah bisa melihat dengan terang, KPK dengan segenap bukti yang ada sudah lebih dari cukup untuk menetapkan LH untuk menjadi tersangka.

LH didakwa mendapatkan fee (uang balas jasa) dari PT Indoguna, karna telah mengabulkan permintaanya, yaitu agar LH membantu memberikan tambahan kuota impor daging sapi. Fee yang disepakati bukan hanya ratusan juta, angkanya cukup menggiurkan, yaitu 40miliar, seperti yang dilangsir oleh Kompas.com, selasa 7 mei 2013. Bisa kita bayangkan, jika feenya saja sebanyak itu, kira-kira kuota impor yang diberikan kepada PT Indoguna berapa besar? Angka yang fantstis dan luarbiasa bukan!

Setelah kabar LH mulai reda kini muncul pelaku baru dalam kasus impor daging sapi, pelaku ini masih dari anggota partai PKS, dia adalah Ahmad Fathanah. Selama ini LH ternyata tidak main sendiri, untuk bagian lapangan urusan ini dikuasakan kepada temanya Ahmad Fatanah (AF). Kini media ramai membicarakan keterlibatan AF dalam skandal impor daging sapi.

Artis Cantik Vitalita Sesha dan Ayu Azhari Ikut Berkicau

Beberapa hari terahir media ramai memberitakan keterlibatan Artis kawakan Ayu Azhari dalam kasus impor daging sapi, Ayu mengaku cukup kenal dengan Ahmad Fatanah, bahkan terahir Ayu mengakui bahwa dia menerima sejumlah uang dari Ahmad Fatanah. Ternyata uang hasil korupsi yang dilakukan oleh kader PKS bukan hanya mengalir kedalam internal partai saja, namun juga meluap sampai ke para artis.

Keadaan ini memang terbilang baru, walau pun sebenarnya keadaan ini wajar terjadi, namun selama ini baru ada pengusutan yang melibatkan orang-orang tertentu seperti Ayu Azhari yang menjadi saksi dalam kasus korupsi. Pembuktian ini agak sulit dibuktikan, apakah uang yang diterima Ayu Azhari benar berasal dari uang fee? Atau kah itu uang gaji bulanan dari Ahmad Fatanah?

Kasus impor daging sapi tidak hanya berhenti pada Ayu Azhari, baru-baru ini muncul Artis cantik lain yang turut terlibat dalam rangkaian kasus ini, dia lah Vitalita Sesha yang belakangan dipanggil KPK untuk dimintai keterngan.

Vitalita mengaku bahwa Fatanah telah memberikan mobil jazz, jam tangan mewah dan sejumlah uang kepada dirinya. Namun media dan KPK belum menjelaskan secara rinci sampai di mana keterlibatan artis cantik dan seksi itu. Kemunculan Vitalita semakin membuat bingung publik, apakah ada trik kusus bagi pihak-pihak yang terkait dalam kasus impor daging sapi ini, sehingga merasa perlu melibatkan wanita-wanita cantik dalam mengelabuhi penyidik KPK?

Masyarakat tetap berharap tidak adanya unsur cacat dalam penanganan kasus impor daging ini, karna bagaimana pun juga praktek semacam ini sangat merugikan bangsa kususnya bagi masyarakat secara luas. Seperti yang tertera pada pargraf awal, bahwa sekarang ini Indonesia bukan lagi menghadapi penajajah yang berasal dari luar, tapi justru dijajah oleh warga dan rakyatnya sendiri. Apakah kita mau terus-menerus menodai perjuangan pendahulu-pendahulu bangsa yang darahnya mereka relakan untuk generasi di masa yang akan datang yaitu generasi yang saat ini kita jalani dan generasi-generasi berikutnya? Tentu tidak bukan!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: