Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

KPK Kesulitan Melacak Harta LHI?

OPINI | 02 May 2013 | 20:20 Dibaca: 731   Komentar: 20   4

Sampai 1 Mei 2013, belum terdengar KPK berhasil menyita harta LHI yang berkaitan dengan dugaan suap impor sapi. Padahal sudah hampir 3 bulan LHI ditetapkan sebagai tersangka pidana pencucian uang.

Berbeda dengan Ahmad Fatonah, KPK langsung bisa menyita beberapa mobil mewah. Padahal jeda waktu penetapan tersangka pidana pencucian uang AF dengan LHI tidak terlalu lama.

Mungkin ini sebuah indikasi bahwa KPK mengalami kesulitan untuk membuktikan keterlibatan LHI?

Beberapa harta yang sudah teridentifikasi, seperti tanah di condet, ternyata diperoleh sekitar tahun 2010-2011. Padahal pertemuan LHI dengan Indoguna baru terjadi tanggal 28 Des 2012.

Mobil Toyota Prado, ternyata milik Jazuli Juwaini yang dijual ke AF, hal ini terjadi sebelum pertemuan LHI dengan Indoguna.

KPK pun pernah kecele, ketika akan menyita deposit box milik LHI disebuah bank, ternyata isinya kosong melongpong.

Biasanya untuk mengidentifikasikan harta seseorang, KPK cukup memanggil keluarganya saja. Namun untuk Lhi, KPK harus memeriksa bendahara umum PKS untuk memilah mana harta LHI dan mana harta partai.

Sekarang kita tinggal menunggu harta LHI yang sedang dilacak KPK, yaitu mobil Toyota Cruiser. KPK merasa yakin ini ada kaitannya dengan dugaan suap impor sapi, karena dari sadapan telpon, bos Indoguna pernah bertanya soal mobil ini. Pertanyaannya,”apakah mobil ini enak digunakan ?” saat LHI sedang safari PKS di Lampung.

Untuk melacak mobil ini, KPK harus memeriksa seorang pengacara, yang diduga mengetahui keberadaan mobil ini.

Begitulah sekelumit liku-liku mencari harta LHI oleh KPK, cukup menyulitkan dan merepotkan juga.

Mengapa pelacakan ini sangat penting? Karena tuduhannya suap tetapi tidak ada aliran uang atau materi lainnya dari Indoguna ke LHI. Yang ada semua aliran uang dan materi berakhir hanya sampai ke AF.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 13 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 14 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 15 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 13 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: