Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

Sidang Impor Sapi, di Mana Keterlibatan LHI?

OPINI | 29 April 2013 | 13:32 Dibaca: 1175   Komentar: 25   3

Kalau kita meneliti surat dakwaan, yang dibacakan jaksa penuntut umum, pada sidang perdana suap import daging sapi di pengadilan Tipikor (24/4) terhadap tersangka dari Indoguna, maka yang berkaitan dengan LHI  sebagai berikut :

1. LHI memang benar, mengatur pertemuan antara pihak Indoguna dengan Mentan dalam rangka penambahan import daging sapi

2. LHI sama sekali tidak terlibat  dalam deal-deal dengan Indoguna, yang terlibat langsung justru Ahmad Fatonah (AF)

Dalam surat dakwaan tersebut, terungkap bahwa AF sudah lama memiliki hubungan dengan Indoguna. Hal ini terlihat dari bahwa Indoguna meminta AF agar kuota import semester 2- 2012 ditambah. Dan AF, menyarankan agar Indoguna membuat permohonan langsung ke Kementan. Namun usaha Indoguna gagal terus.

Kegagalan ini mendorong Indoguna agar AF mempertemukannya dengan LHI. Beberapa pertemuan antara Indoguna dan LHI sbb :

1. 28 Des 2012, di Augus Steak House. LHI berjanji akan mempertemukan pihak Indoguna dengan Mentan. LHI menyarankan agar Indoguna membawa data pendukung kebutuhan import daging sapi ke Mentan.

2. 11 Januari 2012, di Arya Duta Medan. LHI bertemu dengan Indoguna dan Mentan. Disini Indoguna mempresentasikan datanya ke Mentan.

Hanya di dua pertemuan itulah antara LHI dan Indoguna bertemu. Di kedua pertemuan tersebut tidak ada sama sekali deal-deal khusus dengan Indoguna. Semua hanya proses pertemuan dengan Mentan dan presentasi data sapi.

Bagaimana dengan uang suap yang berjumlah 1.3 Milyar tersebut ? Berdasarkan surat dakwaan tersebut, diketahui sbb :

1. Setelah pertemuan di Augus Steak tgl 28 Des 2012 bubar, AF langsung menelpon Indoguna  meminta uang 300 Juta ke Indoguna, yang katanya untuk dana safari PKS.

2. Setelah pertemuan di Medan, tgl 30 Januari  2013, AF membuat pertemuan sendiri (tanpa dihadiri LHI) dengan Indoguna di Augus Steak dan meminta uang 1 Milyar ke Indoguna, yang katanya untuk dana operasional dalam rangka menggolkan penambahan kuota.

Jadi segala deal langsung antara Indoguna dan AF  tanpa dihadiri LHI. Dan dalam surat dakwaan tersebut pun tidak diketahui apakah sebelumnya AF berkoordinasi terlebih dahulu dengan LHI ?

Bagiamana dengan uang 40 Milyar ?

Ternyata dana tersebut merupakan janji dari Indoguna ke AF langsung, bila penambahan kuota berhasil.

Hingga persidangan perdana ini dimulai, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa uang tersebut diterima oleh LHI. Semuanya masuk ke sakunya AF.

Bagimana realisasi dari suap tersebut ?

Dari surat dakwaan tersebut, Mentan tidak melakukan perubahan kuota import sapi untuk Indoguna

Dari surat dakwaan tersebut, masih ada pekerjaan rumah KPK yaitu  membuktikan keterkaitan deal-deal AF-Indoguna dengan  LHI.

Karena dari semua deal-deal tersebut tidak satu pun LHI hadir dan mengetahui secara langsung. Mungkinkah Indoguna dikerjain oleh AF….?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: