Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Esther Lima

No Biographical Info

Benarkah Yusril Ihza Mahendra Bukan Pengacara?

OPINI | 29 April 2013 | 06:58 Dibaca: 2790   Komentar: 42   1

1367193270852757020
Ramai diskusi di artikelnya pak Jack Soetopo, Akhirnya Yusril dan Angkatan Kelimanya ‘Cave In’, saya tertarik merangkum diskusi mengenai Yusril Ihza Mahendra dari lapak tersebut.

Yusril Ihza Mahendra, juga Kompasianer yang mencantumkan jabatannya sebagai Lawyer, Professor of Constitutional Law, Former Minister of Justice, Former Minister/Secretary of State, Republic of Indonesia. Selain Pakar Hukum, masyarakat mengenalnya sebagai seorang Pengacara. Bersama adiknya, Yusron Ihza Mahendra, menjalankan Ihza & Ihza Law Firm.

Namun apakah benar Yusril Ihza Mahendra seorang Pengacara?

Dari berbagai sumber yang bertebaran di internet, baik Wikipedia berbahasa Indonesia, Wikipedia berbahasa Inggris dan kolom-biografi.blogspot.com, diperoleh informasi latar belakang pendidikan Yusril sebagai berikut:

Pada tahun 1982, Yusril menamatkan S-1 di jurusan Filsafat Fakultas Sastra UI dan dilanjutkan dengan jurusan Hukum Tata Negara UI, lulus tahun 1983. Pendidikan S2 dari University of Punjab (India) dengan jurusan Humanities and Social Science pada tahun 1984. S3 diperoleh dari University of Science Malaysia, sebagai Doctor of Philosophy pada tahun 1993. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Sementara, dari daftar anggota Peradi dengan abjad Y, saya tidak menemukan nama Yusril Ihza Mahendra maupun Yusron Ihza Mahendra sebagai anggota Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia). Artinya, Peradi tidak mengeluarkan izin beracara bagi Yusril Ihza Mahendra dan Yusron Ihza Mahendra.

Bagaimanakah jawaban Yusril Ihza Mahendra, benarkah anda bukan Pengacara?

- Esther Wijayanti –

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dutch Bucket System, Narasi Hidup Sebuah …

Dean | | 28 April 2015 | 01:17

Financial Inclusion Index Indonesia Masih …

Faisal Basri | | 28 April 2015 | 00:30

Ada Bahaya Mengintai di (Facebook) …

Giri Lumakto | | 27 April 2015 | 22:13

Kupu-kupu, Juga Burung Dodo …

Hikmat Darmawan | | 27 April 2015 | 21:53

Jangan Biarkan Rutinitas Membunuhmu! …

Diana Santi | | 27 April 2015 | 12:44


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 9 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 10 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 11 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: