Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Uni Marni Malay

aku ibu dari 5 orang putra-putri, bekerja sebagai pengacara

Kisah Gagalnya Eksekusi Susno Duaji (bagian 1)

OPINI | 26 April 2013 | 00:37 Dibaca: 491   Komentar: 0   1

1366911338685162876_

KAPOLDA JABAR TELAH MELECEHKAN PERADILAN INDONESIA

DALAM KASUS PERLINDUNGAN TERHADAP SUSNO DUAJI

Putusan Mahkamah Agung terhadap permohonan kasasi di tolak, itu artinya Mahkamah Agung sependapat dengan Pengadilan sebelumnya, dan atau MA mengukuhkan putusan sebelumnya.

Bahwa setiap eksekusi tentunya dilaksanakan dengan Penetapan Eksekusi oleh Pengadilan, dalam hal ini jaksa hanyalah petugas eksekusi semata, oleh karena itu dengan sikap susno tersebut, sesungguhnya dia bukan saja melecehkan jaksa, melainkan juga melecehkan Pengadilan sekaligus Penegakan hukum.

Ada upaya hukum luar biasa dapat dilakukan kalau pihak yang kalah dalam upaya hukum biasa merasa dirugikan; Peninjauan kembali dengan bukti baru dan atau bukti autentik yg tidak dipertimbangkan hakim, dan atau kecurangan yg dilakukan hakim dapat dilaporkan hakimnya; demikian seharusnya tindakan warganegara yg taat hukum.

KAPOLRI seharusnya memeriksa KAPOLDA jabar yg telah melakukan tindakan indisipliner dalam kejadian tsb; menghalangi petugas resmi menjalankan tugas dan atau menghalangi eksekusi. Namun sampai tulisan ini dibuat, penulis belum mendapat info akan sikap yang diambil KAPOLRI, sementara KOMPOLNAS dalam suatu media online hanya menyatakan; sikap perlindungan KAPOLDA JABAR terhadap Susno Duaji merupakan sikap yang berlebihan.Menurut penulis sikap yang mendiamkan perbuatan KAPOLDA Jabar oleh pemerintah atau KAPOLRI merupakan preseden buruk terhadap penegakan hukum di Indonesia, seyogiyanya KAPOLRI mengambil tindakan hukum, sebab akan terjadi peristiwa serupa dimasa dating kalau hal ini dibiarkan.

Di lain pihak Pengacara Susno Duaji bermain teori yang tidak masuk akal tentang putusan MA, dimana di dalam putusan tersebut tidak dengan tegas dinyatakan dihukum penjara 3, 5 tahun dan segera masuk (tidak ada kata-kata segera masuk ).

Inilah teori yang penulis anggap tidak masuk akal dan tidak berdasakan hukum, oleh karena putusan MA merupakan putusan final yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pertanyaannya adalah, kalau hanya karena itu eksekusi tidak bisa dijalankan, lalu kalau tidak di eksekusi putusan pengadilan mau diapakan ? Bahwa seorang yang telah dinyatakan bersalah dan diberi sanksi hukum akan bebas begitu saja ? Dan putusan MA itudianggap SAMPAH KAH ?

Sungguh sangat mengherankan seseorang seperti Susno Duaji, seorang petinggi POLRI, mengaku sebagai pemimpin bangsa ini, karenanya tidak malu-malu ikut mendaftar jadi calon anggota legislative 2014, bisa membangkang terhadap hukum. Ini bener2 aje gile, hukum sudah tak ada gunanya lagi, putusan mahkamah agung bisa dilecehkan, ampun deh !

Tapi coba kalau rakyat biasa, tidak ada ampun langsung dikurung. Betulkan Uni ? Demikian komentar seorang teman pada penulis.

Bahwa malam itu setelah gagalnya eksekusi, apa yang terjadi ?

Astagfirullah ! aku tak tau, pak susno ini jendral bintang berapa, tapi yg jelas dia petinggi POLRI, namun sangat mengherankan : dia kok tak tahu LPSK itu lembaga perlindungan saksi, bukan lembaga perlindungn napi …!

Pak Susno Duaji, kau sangat memilukan !

Pak KAPOLDA Jabar, apa yang telah dikau lakukan ?

Kau menyedihkan !!!Top of Form

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 15 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: