Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Kenapa Sebaiknya Acara ILC di Hentikan

OPINI | 17 April 2013 | 12:20 Dibaca: 3183   Komentar: 48   2

Saat menyaksikan acara ILC (Indonesia Lawyers Club) disalah satu televisi nasional (16/04/2013), ada sesuatu yang cukup memprihatinkan. Judul “Premanisme: Perlukah Petrus Jilid II? ” merupakan judul yang tidak mendidik.

Kenapa tidak mendidik? Pertama, judul acara tersebut akan membawa penonton kepada alur berpikir destruktif, seolah-olah aparat penegak hukum tidak mampu dalam memberantas preman, sehingga diperlukan upaya instan seperti Petrus (Penembakan Misterius) yang pernah terjadi pada dekade tahun 1980-an. Dalam hal ini harus diketahui bahwa perisiwa penembakan misterius tersebut merupakan pelanggaran HAM dan jauh dari konteks Indonesia sebagai negara hukum yang diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945.

Kedua, penyebutan “Petrus” dalam acara tersebut tidak menghargai umat beragama terutama Nasrani. Petrus sendiri merupakan tokoh dalam kitab Perjanjian Baru dan merupakan Murid Yesus Kristus. Petrus sendiri merupakan penerus ajaran Yesus Kristus di bumi ketika Yesus Kristus diangkat ke Sorga.

Berdasarkan hal ini, maka program ILC tersebut telah bertentangan dengan ketentuan Pasal 2 UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang isinya ” Penyiaran diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum,keamanan, keberagaman, kemitraan, etika,kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab”

Kemudian Pasal 36 ayat (1) yang menyatakan Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya ILC sendiri sudah pernah di tegur oleh KPI berdasarkan surat teguran nomor 525/K/KPI/09/12 tertanggal 4 September 2012 (Kapanlagi.com 5/9/2012). Kemudian ILC juga pernah ditegur oleh KPI pada bulan Maret 2012 yang lalu untuk kasus menampilkan adegan yang tidak layak (bisnis-jabar.com 13/3/2012).

Adanya teguran sebagaimana yang tersebut diatas juga membuktikan bahwa ILC banyak mengorbankan nilai-nilai edukatif nanya untuk mengejar rating semata. Oleh karena itu, sudah seyogyanya bilamana program acara ILC dihentikan dan menggantikan dengan acara lain yang berbobot dan bernilai edukatif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 19 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 21 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 22 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 23 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 23 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: