Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Kebo Berkumpul, Kebo Dihukum

REP | 17 April 2013 | 01:06 Dibaca: 374   Komentar: 10   0

Saat ini anggota DPR kita sedang membahas undang-undang pasal “Kumpul Kebo” yang katanya, kalau kerbau berkumpul maka akan diberikan sanksi “Pidana”,… tapi sayangnya para Sapi - Gajah - Babi - Kuda - Dll tidak dibahas dalam RUU KUHP tsb,….. cukup hanya Kebo saja,….kenapa ? Tanya saja kepada para kerbau di gedung DPR.

Definisi ” Kumpul Kebo ” kalau dicari di kamus bahasa Indonesia, sulit dicari arti subtansi-nya,….. tapi para pakar politik di DPR setuju bahwa kerbaunya cukup sepasang berlainan jenis, jika sejenis atau beramai-ramai maka sulit untuk dijerat (hukum) artinya jika sepasang kerbau berkumpul, maka kerbau tsb harus memiliki SIM ( Surat Izin Menikah )

Saya tidak dapat membayangkan konsekwensi dari pasal kumpul kebo ini jika harus di-realisasikan,….. terbayang, pasal ini akan menjadi primadona bisnis pemerasan di-dunia hukum kita saat ini,…..terbayang, jutaan masyarakat Indonesia yg super majemuk harus ditangkap dan masuk penjara,….. terbayang, jutaan sejoli yg sedang kasmaran, harus dicerai-beraikan,…… Tanpa pelapor, tanpa saksi korban, tanpa tersangka, pasal ini akan berbuat semaunya ( Dzolim ) dengan isu “Zinah” yg nota bene sudah diatur dalam KUHP.

Inisiatif pasal ini sebenarnya mencerminkan betapa bodohnya bangsa ini, picik dan sepihak,….. menegak-kan kebaikan bukan dengan cara ancaman dan teror,…… Ingat ! Setiap individu dewasa ( > 20 th ) mempunyai hak asasi pribadi kedewasaan yang tidak boleh dibatasi oleh siapapun,…… kumpul kebo adalah prilaku dua sejoli yg sedang kasmaran atau suatu proses alami berpasangan dan itu sangat manusiawi,…… ketika dibatasi -diancam dan diteror, ini pelanggaran HAM serius.

Pasal karet ini akan memvonis semua pasangan kerbau dengan predikat zinah ( walau tidak ada bukti ) dan jelas sekali melecehkan pasal zinah yg sudah diatur dalam KUHP,……kita sepakat bahwa perbuatan kumpul kebo adalah prilaku negatif dalam tatanan masyarakat Timur, tetapi janganlah terlalu munafik melihat kondisi sosial budaya kita yg beragam, agama yg beragam, sosial ekonomi yg beragam ( banyak orang miskin dan atau masyarakat agama tertentu, tidak memiliki akta pernikahan )

Akhir kata,…. saran saya adalah, daripada membuang energi dan menghamburkan uang rakyat untuk hal-hal yg tidak jelas dan memalukan, lebih baik pembahasan RUU kumpul kebo dialihkan dengan kegiatan hukum yg lebih positif,  seperti : Bagaimana mengurangi laju “Prostitusi” yang menggurita ( Perzinahan yg terang-terangan ), Bagaimana kita menanamkan pengertian kepada putra putri kita, bahwa ber-zina itu bukan pilihan, dst,…..dst,…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 4 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 7 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 7 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 7 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 8 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: