Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Jack Soetopo

Pensiunan Tk Becak, berasal dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang kini tinggal di Denpasar, Bali. email selengkapnya

Effendi Simbolon Sudah Kalah, Jangan Merengek Dong?

OPINI | 15 April 2013 | 22:46 Dibaca: 783   Komentar: 8   0

Bogor, April 15, 2013

Dengan keputusan MK yang bernomor Nomor Perkara : 27/PHPU.D- XI/2013 mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013. Amar putusan : Ditolak.

Alasan utamanya adalah bukti surat atau tertulis itu tidak diajukan ketika persidangan. Bahkan Hakim konstitusi menyebutkan dang menghimbau telah beberapa kali mengingatkan dan memberi kesempatan kepada pihak penggugat, untuk mengajukan alat bukti surat atau tulisan sebelum persidangan berakhir. Hingga Persidangan Berakhir Bukti2 tidak ada.

Alasan pihak Effendi Simbolon adalah Hakim Konstitusi tidak mengakui bukti-bukti hanya karena alasan terlambat disampaikan.

Ketidak tahuan Hukum yang berlaku adalah Effendi karena
1. Tidak Siap disaat Persidangan.
Dalam Pengadilan bukan Infotaiment.
Hakim Butuh Bukti. Bukti harus di Berikan di Muka Sidang, di saat persidangan. Kalau TERLAMBAT arti nya PEMALAS, Alias TIDAK MENGHARGAI HUKUM DAN PENGADILAN.

2. Membuat Pernyataan Umum, bahwa
-Hakim Konstitusi tidak Pro Aktif?
-Hakim Konstitusi itu Naif?
-Hakim Konstitusi itu Dikatator?
-Hakim Konstitusi Cendrung Berpihak?
-Hakim Konstitusi Tutup Mata Hatinya?
Hakim Terbelenggu dengan hal2 yang bersifat Formalitas?

Pernyataan ini justru menunjukan Effendi dan kuasa hukum nya sangat TIDAK BERPENGALAMAN, Serta Bau KEnCUR, tidak mengerti sistem HUKUM yang Memang FORMAL, Bukan Model Terminal Grogol yang Informal, penuh dengan Preman2.

Kesalahan Fatal ini adalah suatu pertunjukan bahwa jika anda berani memasuki pengadilan, anda dan kuasa hukum anda bersiap2 dengan segala bukti, dan argumen yang HANDAL.

Ini tidak berarti ada iregulariti yang terjadi saat Pilgub Sumut, tetap hanya Kesalahan pihak Effendi yang TIDAK PROFESIONAL, alias MALAS.

Peringatan kepada para politikus, “HUKUM itu bukan POLITIK, HUKUM itu Harus Di Patuhi oleh Semua Orang.”

SALAM MALAS

Jack Soetopo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Lemahnya Sinergi BUMN Kita …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

4 Hewan Paling Top Dalam Perpolitikan …

Hts S. | 8 jam lalu

Bantu Pertamina, Kenali Elpijimu, Pilih yang …

Vinny Ardita | 8 jam lalu

More than Satan Word …

Bowo Bagus | 9 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: