Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Joko Lelono

I am a realist as well as an idealist, and I think that it is selengkapnya

Memiskinkan Koruptor dan Bukti Pemiskinan

OPINI | 05 April 2013 | 09:09 Dibaca: 230   Komentar: 0   0

Mendengar kata koruptor membuat emosi mendidih. Bagaimana tidak seorang koruptor bisa-bisanya bersenang-senang, membeli rumah disana sini, beli barang-barang mewah dan plesiran ke luar negeri, padahal dana yang dipergunakan itu adalah uang rakyat, uang mereka-mereka yang harus membanting tulang untuk mencari sesuap nasi. Sungguh tidak bisa dibayangkan, bagaimana seorang koruptor bisa berbahagia dengan uang yang seharusnya bukan miliknya sedangkan banyak masyarakat yang miskin, dan untuk bisa bertahan hidup pun cukup sulit.

Selain itu para koruptor juga telah memiskinkan Indonesia, dana yang seharusnya milik negara dan dipergunakan seutuhnya oleh rakyat malah dinikmati sendiri beserta keluarga. Sungguh sudah tidak ada moral dihati para koruptor-koruptor ini.

Acungkan jempol buat KPK yang sudah berusaha meningkatkan kinerjanya dengan memburu para koruptor, adanya tindakan KPK dalam “memiskinkan” koruptor merupakan tindakan yang tepat. Sehingga memberikan pelajaran bagi para pelaku korupsi. Dengan cara ini semoga para koruptor berfikir dua kali untuk melakukan tindakan korupsi.

Selanjutnya setelah KPK memiskinkan para koruptor, harapannya uang yang telah disita dari para koruptor ini dipergunakan untuk kepentingan masyarakat sehingga apa yang pernah dituliskan “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” ini benar-benar terlaksana, apa yang menjadi milik rakyat ini dikembalikan kepada rakyat. Uang yang telah disita dari para koruptor bisa diwujudkan dalam bentuk sebuah lembaga sosial yang mewadahi orang-orang yang tidak mampu agar mendapatkan pendidikan atau keterampilan sehingga kualitas sumber daya manusia di Indonesia menjadi lebih baik. Dengan kebijakan ini maka, ada dua keuntungan yang diperoleh yakni mengurangi bahaya laten korupsi dan menunjukkan bukti pemiskinan yang telah dilakukan kepada para koruptor.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 12 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 13 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi & The Magnificent-7 of IndONEsia …

Sam Arnold | 8 jam lalu

Diperlakukan-Dikerjain-Anda Bagaimana? …

Astokodatu | 8 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 9 jam lalu

Kemana Hilangnya Lagu Anak-anak? …

Annisa Ayu Berliani | 9 jam lalu

[Nangkring Cantik] Cantik itu harusnya luar …

Bunda Ai | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: