Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Kopassus Hebat, Operasi Tanpa Komando, Bunuh 4 Orang 31 Peluru

HL | 05 April 2013 | 12:21 Dibaca: 6994   Komentar: 121   7

1365122981759193710

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

Tim Investigasi TNI AD telah berhasil mengidentifikasi pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada 23 Maret 2013. Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen Unggul K Yudhoyono yang juga Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat mengatakan pelaku penyerangan dan pembunuhan adalah 11 prajurit anggota Grup II kopassus Kandang Menjangan Kartosuro, dengan eksekutor hanya 1 orang yaitu prajurit U, saat ini mereka telah diproses hukum, ditangkap dan ditahan oleh PUSPOM TNI AD.

Dalam penyerangan tersebut, pelaku mengendarai 2 mobil yaitu mobil Avanza biru dan Suzuki APV hitam, lalu menyusul Daihatsu Feroza untuk mencegah namun tidak berhasil. Mereka menggunakan 6 pucuk senjata api, 5 jenis AK 47 dan 1 pucuk pistol sig sauer. Sewaktu mengeksekusi, hanya 1 orang (U) yang melakukannya, ia memberondong 4 pelaku pembunuhan serka Santoso dengan 31 tembakan. Hal ini saking kesalnya terhadap pelaku pembunuhan yang kabarnya menganiaya dan membunuh rekan mereka anggota Kopassus Serka Santoso di Hugo’s Cafe Yogya dengan tragis, sadis dan brutal. Jiwa korsa mereka tersentuh, dan balas dendam ini juga bagian dari membela nama baik korps Kopassus.

Apakah penyidikan PUSPOM TNI AD akan berhenti pada 11 prajurit anggota Grup II kopassus Kandang Menjangan Kartosuro ? Atau akan meminta pertanggungjawaban komandan grup 2 kopassus Kandang Menjangan Kartosuro, yaitu Letkol inf Maruli Simanjuntak yang merupakan menantu dari Jenderal (purn) Luhut Panjaitan ? Karena dalam korps kopassus sudah menjadi Standar baku bahwa semua gerakan dan aktivitas harus berdasarkan komando dari komandan.

Pesan saya, jangan sampai prajurit yang melakukan operasi di lapangan menjadi korban dan dipaksa pasang badan atas komando yang diberikan atasan. Tanda-tanda bahwa perkara ini di isolir hanya terbatas pada 11 orang penyerang lapas cebongan, tidak naik ke pangkat dan jabatan lebih tinggi sudah terlihat antara lain berdasarkan keterangan yang disampaikan Unggul K Yudhoyono dalam konferensi pers : “Dia dengar dari orang bahwa ada iring-iringan mobil tahanan dan kemudian dia bergerak menuju Cebongan.”

Kalimat tersebut bermakna ganda, yaitu :

1. Penyerangan ke lapas Cebongan Sleman dilaksanakan spontan dan seketika (bukan berencana, sehingga diharapkan terhindar dari ancaman pidana mati sesuai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana) oleh 11 orang prajurit kopassus.

2. Penyerangan ke lapas Cebongan bukan atas perintah atau komando dari komandan regu atau komandan yang lebih tinggi lagi (pangdam Diponegoro), dengan kata lain, operasi liar bukan operasi resmi dari grup 2 kopassus Kandang Menjangan Kartosuro.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 12 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: