Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Rahmat El Azzam

Blogger | Citizen Journalist | Mobile App Developer| Work at @LPDP_RI | http://rahmathidayatuloh.blogspot.com/

Mari Kita Jujur Soal Tragedi Cebongan

OPINI | 02 April 2013 | 14:50 Dibaca: 3553   Komentar: 0   1

Lapas Cebongan. Sumber gambar : http://www.portalkbr.com/
Lapas Cebongan. Sumber gambar : http://www.portalkbr.com/

Kasus penyerangan Lapas Cebongan yang terjadi pada tanggal 23 maret 2013 sampai saat ini masih belum ada kejelasan mengenai apa yang menjadi motif penyerangan tersebut. Terlepas dari anggapan subyektif dari pihak tertentu bahwa keempat korban adalah preman yang sebelumnya menjadi pelaku pembunuhan terhadap tentara, namun korban tersebut tetaplah manusia. Hukum harus tetap ditegakkan kepada para pelaku penyerangan. Tidak bisa perilaku main hakim sendiri ini dibiarkan.

Melalui tulisan ini saya ingin bagikan analisa dari seorang penulis dan jurnalis yaitu Edy A. Effendi melalui akun twitternya  . Tulisan ini mengungkapkan beberapa fakta kunci terkait kejadian penyerangan cebongan dan sekaligus ajakan kepada semua pihak yang terkait kasus ini untuk bersikap jujur dan segera melaksanakan fungsi dan kewenangan masing-masing agar kasus ini tidak berlarut-larut dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Berikut kultwit 

  • 1. 23/3/2013, di sel Blok A Nomor 5, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, DIY, darah tumpah. Empat orang terkapar, tewas. #cebong
  • 2. Tragedi ini bermula dari Hugo’s Cafe, 19/3. Ada yang belum terungkap kenapa baru 23/3 terjadi peristiwa itu. kisaran 19-23 Maret #cebong
  • 3. 19-23 Maret, Ibu Wapres Boediono ada di Yogya. Ini juga salah satu yang memperlambat penyerbuan. Ibu wapres mudik #cebong
  • 4. Saya pikir latar kehadiran Ibu Wapres hrs dijadikan setting awal agar peta persolannya jelas. Seperti kita tahu Kopassus #cebong
  • 5. Kopassus, korps yang jadi kebanggaan. Korps yang menjunjung nilai-nilai prajurit sejati. Saya pun suka dan menyintai korps ini #cebong
  • 6. Ada banyak fakta yg tak terungkap. Fakta itu misalnya, ucapan Pangdam IV Diponegoro Mayjend Hardiono Suroso, dia seolah2 tak tahhu #cebong
  • 7. Padahal ktk Pangdam melihat rekaman CCTV kejadian Hugo’s Cafe, dia langsung teriak: “Ini biadab! Ini hrs dibalas!”. Jujur yuk #cebong
  • 8. Kenapa di media Pangdam seolah2 tak tahu. Seolah2 TNI tak terlibat? Ketika rekaman itu diputar saksinya banyak jg ucapan Pangdam #cebong
  • 9. Rekaman CCTV itu sejak awal kejadian, diminta pihak Kopassus, 20/3. Polri menolak. Di rekaman Yohanes Juan Manbait tak terlibat #cebong
  • 10. Yohanes Juan Manbait jstr melerai. Komandan Grup 2 kopassus Karang Menjangan Letkol Inf Maruli Simanjuntak kirim sms ke Kapolres #cebong
  • 11. Hubungan antara Letkol Inf Maruli Simanjuntak dg Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman, cukup baik n terbina cukup lama #cebong
  • 12. Letkol Inf Maruli ini menikahi anak pertama TNI (Purn) Luhut B. Pandjaitan, Paulina Panjaitan. isi sms Maruli ke Hery ini kunci #cebong
  • 13. Inti sms Maruli ke Kapolres Sleman itu, AKBP Hery Sutrisman, bahwa ia tertekan. sebagian anak buah dia sdh latihan penyerbuan #cebong
  • 14. selain anak buah dia, menurut Maruli di sms itu, ada pasukan lain non Kopassus yang ikut latihan. Sms Maruli diforward….#cebong
  • 15. sms itu diforward Kapolres Sleman ke Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs. Sabar Raharjo dan berbagai pihak terkait. #cebong
  • 16. Sms dari Kapolres Sleman itu diteruskan ke Kapolda ke Pangdam. Pangdam langsung telpon dan berkata tak benar sms itu #cebong
  • 17. Pangdam berkelit, tak mungkin kopassus lapor ke polisi. Pangdam tak melihat kedekatan hubungan Maruli dg Hery Sutrisman #cebong
  • 18. Kemarahan Pangdam hingga terucap “ini biadab, ini harus dibalas” diterjemahkan anggotanya sebagai bentuk penyerbuan. #cebong
  • 19. Pangdam pun sudah membaca BAP dari empat tersangka, di mana Sertu Heru Santoso mengaki anggota Kandang Menjangan, Kartasura #cebong
  • 20. Jadi penyerbuan ke Lapas Cebongan memang sudah direncanakan. Sistematik dan terarah. Maruli sngat tertekan dg situasi ini #cebong
  • 21. “Gudang rapi. Senjata juga semua dicek. Tidak ada yang digunakan semalam,” kata Maruli Simanjuntak, (23/3), upaya berkelit #cebong
  • 22. Justru sms Maruli ke Kapolres Sleman inilah, kunci Tim Investigasi bergerak. Artinya Maruli tahu akan ada penyerbuan. #cebong
  • 23. Pangdam, Kapolda, Kapolres, Kabareskim mari kita jujur. Anda lihat sendiri rekaman CCTV di Hugo’s Cafe n reaksi Pangdam. #cebong
  • 24. saksi mata Supratikno, petugas jaga pintu LP, peristiwa itu terjadi pada tgl 23 Maret 2013, masih pukul 00.45 WIB, ada 17 org #cebong
  • 25. Sdh bnyk yang kultwit tentang kronologi penyerbuan. Saya akan melihat detik-detik eksekusi empat orang yang jadi tersangka #cebong
  • 26. Di sel 5A Blok Anggrek ini ada 35 tahanan. ketika penyerbu masuk ke sel, 31 orang disuruh keluar sel. Dan empat org dieksekusi #cebong
  • 27. satu orang. kira-kira ada enam sampai empat peluru yang menghunjam tubuh korban. Luar biasa. Dendam membara. #cebong
  • 28. usai eksekusi, komandan penyerbuan berteriak, “kalian yang tak mati, silakan tepuk tangan”. Tepuk tangan bergemuruh. #cebong
  • 29. Di sela2 tepuk tangan, ada teriakan, “Hidup Kopassus!” Komandan berang. “Siapa yg teriak. Maju atau sy tembak!”. “Saya pak!” #cebong
  • 30. “Saya KSN (maaf tak sy sebutkan nama lengkap), desertir Kopassus.” KSN ini desertir krn pernah menembak preman di Hugo’s Cafe #cebong
  • 31. KSN menembak preman pada 7 Desember 2012 di Hugo’s Cafe. Ia desertir dari Kopassus. Dan hidup ‘mengembara’ ke setiap lembah #cebong
  • 32. Peluru 7.62 yang ditemukan di TKP itu hanya diproduksi dan dipakai TNI. Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo itu peluru TNI #cebong
  • 33. “Peluru 7.62 itu, jujur masih kita gunakan, karena senjatanya masih kita gunakan,” kata Pramono saat jumpers di Mabes AD, 29/3 #cebong
  • 34. Jadi cara melacak peristiwa Cebongan sangat mudah. Lacak pertemuan Pangdam dan pihak kepolisian ktk nyetel CCTV. Ini awal #cebong
  • 35. Kedua SMS Maruli Simanjuntak ke Hery Sutrisman. SMS ini memberi gambaran soal upaya penyerbuan sistematik. Silakan buka kembali #cebong
  • 36. Jika Pangdam, Kapolda, Kapolres, Maruli Simanjuntak mau jujur, persoalan Cebongan akan cepat kelar. Akui saja ini balas dendam #cebong
  • 37. Kita hormati Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yg menyatakan TNI AD membentuk tim investigasi. Ini jenderal cerdas #cebong
  • 38.Sekali lagi, Kopassus kebanggaan saya. Saya bangga Indonesia punya “pasukan elit” seperti Kopassus. Kopassus itu satria. #cebong
  • 39. Males tanggapi Mayor (inf) Idjon Djanbi mantan KNIL, memilih jadi WNI. Lahir di Kanada, 1915. Mantan Komandan Kopassus pertama #cebong
  • 40. pernyataan Idjon, sangat subyektif krn kecintaan dia ke korps Kopassus. Tapi ia mengabaikan beberapa fakta otentik di lapanagn #cebong
  • 41. Slogan Kopassus: “Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas” harus ditempatkan pada traktat yang benar #cebong
  • 42. Kopassus termasuk tiga besar pasukan terbaik di Dunia. Mari kita junjung tinggi Tribuana Chandraca Catya Dharma. #cebong
  • 43. Mari kita merenda hari esok. Prajurit Kopassus banggalah karena Anda pasukan elit yang dimiliki Indonesia. Namamu semerbak bunga #cebong

Pada akhirnya saya berharap semoga kasus ini segera selesai dan terungkap pelaku penyerangan dan apa motif sesungguhnya, tanpa ditutup-tutupi oleh pihak manapun.

* Pertanyaan dan verifikasi mengenai keabsahan data bisa langsung ditanyakan ke akun twitter yang bersangkutan. Informasi dan rekam jejak Edy A Effendi bisa ditelusuri melalui situsnya http://edyaeffendi.com/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 3 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 3 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 9 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: