Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Mengapa Elite PKS Selalu Berprasangka Buruk kepada KPK?

OPINI | 27 March 2013 | 04:25 Dibaca: 231   Komentar: 6   0

SEMARANG, E. SUDARYANTO | Para elite PKS seharusnya lebih berhati-hati dalam menanggapi kasus hukum yang menimpa mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq.

Seperti yang diberitakan media, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi, KPK menjerat Luthfi sebagai tersangka kasus pencucian uang / TPPU.

Menanggapi hal itu, Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq menuding KPK sedang “menggoreng-goreng” kasus Luthfi (detiknews 26/03/2013). Sementara dulu, Anis Matta (Presiden PKS yang baru), juga pernah berkomentar sinis, tentang adanya skenario tertentu dalam penetapan Luthfi sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

Entah apa maksud dan tujuan pernyataan pak Mahfudz saat itu, yang pasti tudingan negatif elite PKS terhadap KPK seperti tersebut di atas, mungkin akan membuat publik bertanya-tanya: “ada apa dengan PKS? Mengapa para elitenya begitu gusar dan tak rela atas penetapan mantan Presidennya sebagai tersangka kasus suap dan pencucian uang?”

“Adakah kaitan eksklusif antara kasus yang menjerat pak Luthfi dengan PKS sebagai partai politik, sehingga partai merasa perlu mengusik KPK dengan pernyataan-pernyataan sinis seperti tersebut di atas?”

Karena, jika benar PKS telah menyerahkan sepenuhnya advokasi kasus yang menimpa Luthfi kepada tim pengacara yang sudah ditunjuk, bukankah sebaiknya PKS membiarkan mereka yang menanggapi apa saja yang dilakukan dan ditetapkam KPK atas kader elitenya itu? **ES-260313**

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pacitan - Beach of Glory …

Pradhany Widityan | | 26 March 2015 | 16:26

Belajar dari Penerapan BVKS Jepang bagi …

Gelora | | 26 March 2015 | 17:30

Ngefans Sih Ngefans, Tapi Mbok Ya …

Isti | | 26 March 2015 | 22:00

Berziarah ke Masjid Terindah di Dunia …

Mukti Ali | | 26 March 2015 | 18:45

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Co-Pilot Bunuh Diri, Inilah Penyebab …

Della Anna | 5 jam lalu

Kenapa Justru Sopir TransJakarta Itu yang …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Menjadi Perawan Tua atau Istri Muda …

Dinda Kirana | 7 jam lalu

Pamali Ahok Tertohok dan Denny Indrayana …

Pebriano Bagindo | 8 jam lalu

Resmi Cerai, Rieke Diah Pitaloka Ramai …

Hasto Suprayogo | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: