Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Mang Usep Akhirnya Menyerah

REP | 27 March 2013 | 03:09 Dibaca: 156   Komentar: 0   0

Mang Usep, Politikus PKS Menyerahkan Diri

Episode Korupsi yang mendera PKS agaknya tidak hanya berhenti pada LHI dan Ahmad Fathanah tapi berlanjut ke daerah. Ibarat Guru kencing berdiri , Murid kencing berlari . Ternyata yang diajarkan para Guru (Ustad mereka) bukan Cuma hanya alif ba ta agar tahsin nya benar, tapi metode korupsi sistemik juga diturunkan ke kader2 dibawah , agar tidak mudah terlacak dan bermain rapih.

Mungkin sebagian kader2 yang lain sudah berhasil menyerap dan mempraktekan ilmu-ilmu yang diturunkan oleh para Guru tersebut . tapi nampaknya tidak mulus yang dimainkan Mang Usep, hingga mengalami nasib apes harus harus meringkuk didalam sel.

Usep Ukaryana, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan  Negeri Subang, Senin kemarin setelah sempat beberapa minggu buron.

Usep menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP), sebesar Rp,73 miliar. Sebelum Mang Usep menjadi buron, selama tiga pekan.

“Usep menyerahkan diri pukul tiga sore”, ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri , Wilm an Ernaldi, pdaa di temui wartawan di kantornya kemarin.

Menurut keterangan, sebelumnya Usep telah tiga dipanggil sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan untuk diperiksa. Tapi, dia mangkir. Kejaksaan akhirnya menyatakan Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kabupaten itu menjadi buron.

kemudian, Usep langsung diperiksa. Namun, di tengah pemeriksaan, dia langsung pusing. Pemeriksaan dihentikan. “Kamisiapkan sembilan pertanyaan. Tapi, belum semuan pertanyaan dijawab, kesehatan Usep langsung drop”, ujar Wilman.

Usep langsung dilarikan ke rumah sakit Ciereng. “Kalau hasil pemeriksaan dia sehat, langsung kami tahan.Tapi, kalau harus dirawat, ya, dirawat dengan pengawasan kami”, tambah Wilman. Menurut dokter BM.Wiyajarko, menderita sakit akut, sehingga tidak dapat memenuhi panggilan tim penyidik. “Usep terserang stress berat”.

Menurut keterangan Wilman, Usep secara bersama-sama dengan Theo Iskandarsyah dan Yayan - keduanya sudah ditahan - diduga  menyunat dana PUAP 2011 yang disalurkan kepada 73 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Subang. usep memotong dana dari Kementerian Pertanian itu Rp20 - 40 juta dari Rp 100 juta yang seharusnya diterima setiap Gapoktan. Jadi Usep tukang sunat.

Dari dana yang dicadangkan Rp 7,3 miliar untuk Gapoktan yang disalurkan hanya Rp 6,9 miliar, karena ada empat Gapoktan yang menolak menerimanya. Karena tidak mau disunat.

Tim penyidik menyimpulkan, dari dana sebesar Rp6,9 miliar itu Usep, Theo, dan Yayan diduga mengkorupsi Rp 800 juta. Tapi, berdasarkan penghitungan tim audit BPKP, nilai kerugian negara Rp931 juta. Mang Usep ternyata demen nyunat.

Bila disimak kronologi Permainan Korupsi yang diperankan oleh Anggota DPRD Subang dari FPKS tersebut, terlihat begitu Sistematis dan mengikuti alur Birokrasi mengikuti persyaratan dan ketentuan dalam penyaluran bantuan. Yaitu dengan membentuk terlebih dahulu Lembaga Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) yang dipimpinnya.

Kemudian dilanjutkan dengan membentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang Usulan Nama-nama anggotanya juga beliau sudah tentukan untuk selanjutnya bisa masuk dalam proses permohonan bantuan, yang kemudian bantuan tersebut bisa Cair dikeluarkan melalui Departemen Pertanian (Mentrinya dari PKS).

Namun sayang dalam Penyalurannya yang seharusnya tujuan nya utk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani, tapi pada prakteknya sunat atau diselewengkan

Sebelumnya, dedengkot PKS, Luthfi Hasa Ishak, yang menjadi Presiden PKS, tertangkap basah bersama Fathanah oleh KPK diduga meminta uang dan perempuan. Mantan Presiden PKS itu, Luthfi sekarang ditahan di Guntur, dan menghadapi pasal berlapis yang terkait dugaan korupsi import daging sapi.

Korupsi memang tidak mengeanal keadaan, ruang dan waktu , begitupun status seseorang, Apakah politisi, Akademisi, Dosen atau bahkan label ustad sekalipun tidak ada bedanya klo soal sahwat yang satu ini. Karena begitu menggiurkan .

Betapa tidak, Korupsi dan suap adalah cara instant dan cepat untuk mendapatkan harta berlimpah : orang yang tadi nya kere pun akan cepat menjadi kaya dengan korupsi dan makan suap , orang yang tadinya ngajar cuma pake vesva butut pun akan bisa membeli Alvar dan pajero, orang yang dulu cuma pake jam tangan casio tanah abang , bisa membeli Rolex dengan cara ini. Begitu instant nya cara mendapatkan harta banyak dengan proses yang cepat sehingga banyak tergiur dan menyukainya. Tidak peduli harus menabrak atau melanggar norma2 aqidah. Asal tidak ketahuan dianggap halal.

Sementar Orang kecil atau rakyat boleh saja teriak2 susah tentang harga daging yang tingi dan tidak pernah turun lagi, begitu pun harga bawang merah dan putih yang masih melejit dipasar, dan yang terbaru harga cabe yang mulai ikut2an naik. Semua ini datang silih berganti seenak nya saja , seolah tidak ada yang bisa mengontrol dan mengatur. Lalu apa kerjaan mentri2 terkait dengan pangan di Negri ini. Seperti kebo dungu yang membiarkan saja sawahnya di makani tikus.

Inilah hasil nya klo Jabatan /Kekuasan yang seharusnya dijadikan Amanah untuk rakyat banyak , tapi di khianati dan diselewengkan hanya untuk mensejahterakan kelompok dan golongan saja.

Link berita dibawah ini


http://pasundanekspres.co.id/pasundan/8423-usep-akhirnya-menyerahkan-diri


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Google Street View, Akankah Disalahgunakan? …

Deliana Setia | | 21 August 2014 | 23:02

Pembantu Kalahkan Mahasiswa, Apa Bisa? …

Seneng Utami | | 22 August 2014 | 01:24

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Mau Ikutan Diskusi Bareng Anggota DPR Komisi …

Redaksi Kompas.com | | 21 August 2014 | 13:59


TRENDING ARTICLES

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

Ikhlas Menerima Jokowi-JK Sebagai Pemimpin …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Belum Ada Ucapan Selamat dari Prabowo-Hatta …

Revaputra Sugito | 11 jam lalu

Rusuh MK, Sudirman-Thamrin Mencekam …

Mawalu | 13 jam lalu

Ditolak MK, Pendukung Prabowo Berduka …

Samandayu | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: