Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

“Pasukan Siluman” Dilapas Cebongan

OPINI | 24 March 2013 | 23:19 Dibaca: 1336   Komentar: 0   3

Dengan sangat mudah “Pasukan Siluman” menghabisi empat nyawa di Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pasukan siluman ini. Adakah penyerangan oleh pasukan siluman ini bermotif balas dendam.? kalau itu pertanyaannya, tentu perlu tahu apa latar belakang dendamnya, apakah empat napi yang menjadi target dari pasukan siluman ini pernah melakukan pembunuhan juga sebelumnya.

Tapi apapun alasan dan latar belakang dari pembunuhan dilapas Cebongan ini sangatlah mencoreng penegakan hukum di Republik ini, apa lagi hal tersebut dilakukan didalam lapas yang nota bene dijaga secara ketat, dan tidak ada satu pihak pun boleh dengan semena-mena bisa masuk kedalam lapas, terlebih lagi melakukan pembunuhan didalam lapas. Aparat kepolisian tidak boleh tinggal diam, kejahatan ini harus diusut, sekali pun pada akhirnya akan mengarah pada satu korp angkatan, itu kalau memang hukum harus ditegakkan.

Mungkin masih segar dalam ingatan kita, bagaimana sekelompok pasukan bermotor yang secara sporadis mengobrak-abrik berbagai tempat nongkrong anak-anak muda di 7 Eleven, yang pada akhirnya juga menghilangkan nyawa orang lain yang tidak berdosa. Peristiwa ini juga dilatarbelakangi oleh dendam karena sebelumnya seorang klasi (kalau tidak salah) dikeroyok oleh sekelompok anak muda, namun sayangnya balas dendam ini tidak tepat sasaran, sehingga orang yang tidak bersalah harus menanggung akibatnya.

Apakah sebuah kekuasaan dan kekuatan itu harus diperlihatkan dengan cara-cara yang seperti itu, dan apakah dengan berada dalam sebuah kesatuan itu bisa bertindak semaunya, sehingga tidak lagi peduli dengan adanya kekuatan hukum yang berlaku di Republik ini. Atau jangan-jangan kita memang sudah tidak lagi menganggap bahwa hukum itu ada direpublik ini.

Kalau melihat kronologis dari peristiwa penembakan di lapas Cebongan, yogyakarta ini, ada kesamaan motif yang melatarbelakangi peristiwa ini, kalaulah penembakan tersebut dilakukan oleh preman atau teroris, sangat jauh kemungkinannya, ibarat jauh panggang dari api. Siapa pun peleku penembakan tersebut, aparat kepolisian harus dapat mengungkapnya, itu jika kepolisian masih ingin mempertaruhkan kredibilitasnya. Peristiwa penembakan dilapas ini adalah sebuah peristiwa yang baru kali ini terjadi, hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh kelompok orang yang merasa mempunyai kekuatan dan kekuasaan.

Sangat terang benderang siapa yang menjadi pelaku penembakan tersebut, masyarakat awam pun bisa menebak siapa pelakunya dan apa motif dibalik penembakan tersebut. Jangan ada satu kelompok pun di Republik ini yang ingin memamerkan kekuasaan dan kekuatannya, jangan teror masyarakat dengan kejahatan-kejahatan yang tidak berprikemanusiaan, hargailah hukum dinegara ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: