Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

“Pasukan Siluman” Dilapas Cebongan

OPINI | 24 March 2013 | 23:19 Dibaca: 1338   Komentar: 0   3

Dengan sangat mudah “Pasukan Siluman” menghabisi empat nyawa di Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pasukan siluman ini. Adakah penyerangan oleh pasukan siluman ini bermotif balas dendam.? kalau itu pertanyaannya, tentu perlu tahu apa latar belakang dendamnya, apakah empat napi yang menjadi target dari pasukan siluman ini pernah melakukan pembunuhan juga sebelumnya.

Tapi apapun alasan dan latar belakang dari pembunuhan dilapas Cebongan ini sangatlah mencoreng penegakan hukum di Republik ini, apa lagi hal tersebut dilakukan didalam lapas yang nota bene dijaga secara ketat, dan tidak ada satu pihak pun boleh dengan semena-mena bisa masuk kedalam lapas, terlebih lagi melakukan pembunuhan didalam lapas. Aparat kepolisian tidak boleh tinggal diam, kejahatan ini harus diusut, sekali pun pada akhirnya akan mengarah pada satu korp angkatan, itu kalau memang hukum harus ditegakkan.

Mungkin masih segar dalam ingatan kita, bagaimana sekelompok pasukan bermotor yang secara sporadis mengobrak-abrik berbagai tempat nongkrong anak-anak muda di 7 Eleven, yang pada akhirnya juga menghilangkan nyawa orang lain yang tidak berdosa. Peristiwa ini juga dilatarbelakangi oleh dendam karena sebelumnya seorang klasi (kalau tidak salah) dikeroyok oleh sekelompok anak muda, namun sayangnya balas dendam ini tidak tepat sasaran, sehingga orang yang tidak bersalah harus menanggung akibatnya.

Apakah sebuah kekuasaan dan kekuatan itu harus diperlihatkan dengan cara-cara yang seperti itu, dan apakah dengan berada dalam sebuah kesatuan itu bisa bertindak semaunya, sehingga tidak lagi peduli dengan adanya kekuatan hukum yang berlaku di Republik ini. Atau jangan-jangan kita memang sudah tidak lagi menganggap bahwa hukum itu ada direpublik ini.

Kalau melihat kronologis dari peristiwa penembakan di lapas Cebongan, yogyakarta ini, ada kesamaan motif yang melatarbelakangi peristiwa ini, kalaulah penembakan tersebut dilakukan oleh preman atau teroris, sangat jauh kemungkinannya, ibarat jauh panggang dari api. Siapa pun peleku penembakan tersebut, aparat kepolisian harus dapat mengungkapnya, itu jika kepolisian masih ingin mempertaruhkan kredibilitasnya. Peristiwa penembakan dilapas ini adalah sebuah peristiwa yang baru kali ini terjadi, hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh kelompok orang yang merasa mempunyai kekuatan dan kekuasaan.

Sangat terang benderang siapa yang menjadi pelaku penembakan tersebut, masyarakat awam pun bisa menebak siapa pelakunya dan apa motif dibalik penembakan tersebut. Jangan ada satu kelompok pun di Republik ini yang ingin memamerkan kekuasaan dan kekuatannya, jangan teror masyarakat dengan kejahatan-kejahatan yang tidak berprikemanusiaan, hargailah hukum dinegara ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 9 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Keajaiban Air Susu Ibu …

Nugraze | 8 jam lalu

Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak? …

Mahardika W S | 8 jam lalu

Rania # 5 …

Aldo Manalu | 8 jam lalu

Perasaan Mempengaruhi Sebuah Persepsi …

Mukhodatul Afidah | 8 jam lalu

Berpindah ke Elpiji subsidi? Aku Malu Karena …

Rifki Feriandi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: