Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Kuncoro Toro

Menulis adalah pekerjaan mudah yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun percayalah dengan membuat selengkapnya

Penyerangan Institusi Pemerintah, Ujian bagi Kewibawaan Hukum

OPINI | 23 March 2013 | 21:47 Dibaca: 401   Komentar: 0   0

Kewibawaan hukum kembali diuji oleh Tindakan Main Hakim sendiri oleh oknum di Lapas Sleman, Yogyakarta dimana telah terjadi penambakan brutal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (23/3) dinihari, yang mengakibatkan tewasnya 4 penghuni Lapas tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus Kandang, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, belum lama ini.

Beberapa waktu lalu juga terjadi penyerangan dan membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Puluhan anggota TNI menyerang dan membakar kejadian itu terjadi pasca penembakan atas anggota TNI Batalyon Armed 15 Pratu Heru oleh seorang anggota kepolisian.

Semua bermotif hampir sama yaitu balas dendam atas meninggalnya rekan mereka.

Main hakim sendiri tidaklah dibenarkan oleh hukum, namun mereka melakukan itu semua tidaklah lepas dari kewibaaan hukum di negeri ini yang sudah terdagrasi oleh tindakan oknum penegak hukum sendiri yang menegakan hukum tidak sebagaimana mestinya.

Tidak perlu mencari siapa yang salah, siapa yang benar dan siapa yang patut di hukum atas tindakan oknum yang melakukan penyerangan dan penembakan hingga menimbulkan korban jiwa.

Kembalikan kewibawaan hukum di negeri ini dengan menegakan hukum secara murni dan konsekuen tidak tebang pilih sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Tindakan main hakim sendiri oleh oknum tersebut sebagai indikator lemahnya penegakan hukum dan ketidakpercayaan terhadap proses pengegakan hukum.

Janganlah menjadi hanya menjadi pemadam kebakaran, sibuk disaat terjadi kebakaran, instruksi sini instruksi sana, komentar sana - komentar sini, harus ini - harus itu yang semuanya bagaikan anggota pemadam kebakaran bereaksi hanya ketika terjadi kebakaran.

Lebih baik mencari penyebab akar permasalahan ketimbang mencari siapa yang salah.

Setiap akibat ada sebab, dan setiap sebab menimbulkan akibat, ada aksi pasti ada reaksi.

Hal-hal semacam ini harus disikapi secara responsif dan diusut sampai keakar permasalahan bukan disikapi secara reaktif yang hanya memberikan solusi sesaat tanpa menyelesaikan permasalahan mulai dari sebabnya hingga akibat yang ditimbulkannya secara komprehensif.

Sebagaimana diberitakan www.setkab.go.id Menko Polhukam Djoko Suyanto memerintahkan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jendral Timur Pradopo untuk segera mengusut kejadian penambakan brutal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (23/3) dinihari, yang mengakibatkan tewasnya 4 penghuni Lapas tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus Kandang, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, belum lama ini.

Akhir kata kembalikan Kewibawaan Hukum, kembalikan kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum di negeri ini, bersihkan lembaga penyidik dan lembaga peradilan dari tindakan-tindakan yang dapat menjatuhkan kewibawaan hukum di mata masyarakat Indonesia.

Hukum Harus di Tegakan agar kejadian penyerangan terhadap institusi-institusi pemerintah tidak terulang lagi di masa depan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 11 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 15 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 15 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: