Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Ibnu Dawam Aziz

pensiunsn PNS hanya ingin selalu dapat berbuat yang dipandang ada manfaatnya , untuk diri,keluarga dan selengkapnya

Mengungkap Misteri Ahmad Fathonah Dibalik Kuota Daging LHI

OPINI | 16 March 2013 | 11:27 Dibaca: 3818   Komentar: 10   0

13634077661104737502Foto :  nasional.news.viva.co.id

Mengungkap rahasia dibalik tertangkapnya Luthfi Hasan Ishaq, yang sangat menarik adalah “ Tokoh “ Ahmad Fathonah. Ahmad Fathonah yang merupakan “ utusan ” LHI untuk menemui PT. Indoguna dalam rangka janji LHI untuk terbitnya kuota impor daging sapi sebesar 8000 ton bagi PT. Indoguna. Berikutnya adalah kedatangan Ahmad Fathonah untuk menjemput uang muka 1 M sebagai tanda jadi dari PT Indoguna kepada LHI.

Siapa Ahmad Fathonah sebenarnya ?

Untuk melihat Ahmad Fathonah, kita hanya bisa melalui apa yang dilakukan oleh Ahmad Fathonah yang mungkin lepas dari pengamatan. Media telah begitu tajam menyorot perilaku Ahmad Fathonah, tentang istri-istrinya , tentang keterlibatan Maharani dan perilaku menyimpang lainya. Ahmad Fathonah bukan tidak dikenal dikalangan orang dekat LHI. Ahmad Fathonah dikenal dengan nama OLONG, bagi orang dekat LHI, Ahmad Fathonah dikenal sebagai recidivist. Yang aneh, mengapa LHI “ MEMPERCAYAI “ orang ini ?

Dari sekilas berita, tersirat bahwa Ahmad Fathonah pernah kenal baik dengan LHI, dengan masa lalu LHI. Siapa didunia ini yang tidak mempunyai masa lalu ?

Kembali pada apa yang dilakukan Ahmad Fathonah. Dikutip dari sumber :

BestSEOEasy.Blogspot.Com dan telah di cek kebenarannya dengan sumber-sumber lain.

Selasa (29/1/2013)

* Pukul 14.00 WIB: Tim KPK mengikuti mobil Ahmad Fathonah, Land Cruiser menuju PT Indoguna Utama di Jl Taruna Nomor 8, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

*Pukul 15.00 WIB: Ahmad Fathonah tiba di PT Indoguna Utama. Hasil pengintaian KPK, di PT Indoguna, Ahmad Fathanah menerima suap dari Dirut PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Direktur PT Indoguna Arya Arby Effendi alias Dio.

*Uang dimasukkan dalam kantong plastik hitam dan ditaruh di bagasi mobil.

*Pukul 16.00, bersama sopirnya, Ahmad Fathanah menuju Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

*Pukul 17.30 WIB, Ahmad Fathonah tiba di Hotel Le Meridien. Tim KPK mengintai di Loby Hotel Le Meridien.

*Pukul 20.15 WIB, Ahmad Fathonah keluar dari lift Hotel Le Meridien. Penangkapan dilakukan tim KPK di Loby Hotel Le Meridien. Saat ditangkap, Ahmad Fathanah bersama mahasiswi bernama Maharani.

( ada versi lain yang mengatakan mereka ditangkap didalam kamar hotel )

*Ahmad Fathanoh dan Maharani digelandang ke parkiran di Basement Hotel Le Meridien.

*Sopir Ahmad Fathanah dihadirkan di Basement Hotel Le Meridien.

*Mobil Land Cruiser digeledah dan ditemukan kantong plastik hitam berisi Rp 1 miliar.

( ada sumber lain yang merinci 100 juta sudah ada ditangan Ahmad Fathonah dan Maharani )

*Pukul 21.30 WIB; Ahmad Fathonah, Maharani dan sopir digelandang ke kantor KPK.

*Tim KPK bergerak mencari Juard Efendy dan Arya Arby Efendy

*Pukul 22.30 WIB, KPK berhasil menemukan Juard Efendy dan Arya Arby di sebuah rumah di Cakung. Keduanya lalu digelandang ke KPK

13634079401587854560

Foto :   www.republika.co.id

Sangat sederhana, tapi bagi yang pernah menjadi orang kepercayaan atau pernah mempunyai orang kepercayaan, ada hal yang sangat penting yang dilupakan. Ciri dari orang kepercayaan adalah sangat mendahulukan sang majikan. Seorang kepercayaan bahkan boleh dikatakan akan rela menjilat pantat sang majikan. Tapi dalam perilakunya , Ahmad Fathonah tidak menunjukkan sama sekali sikap seseorang sebagai orang kepercayaan. Apa yang dilakukan Ahmad Fathonah bahkan sangat tidak menghargai LHI.

Apa yang seharusnya dilakukan Ahmad Fathonah, bila ia seorang kepercayaan ?

Ahmad Fathonah atau siapa saja yang mendapat kepercayaan, pasti akan berusaha untuk mempertahankan kepercayaan sang majikan. Maka yang akan dilakukan adalah, menerima uang 1 M dari PT Indoguna, menjaga uang yang diterimanya, mengamankan dengan baik kemudian menyerahkan kepada LHI secara utuh. Baru kemudian dia akan meminta bagiannya, ( itupun kalau sang kepercayaan memang sangat dekat dengan majikannya ) untuk dipergunakan bersenang-senang secara sembunyi-sembunyi. Uang yang diberikan kepada Maharani langsung dari uang yang seharusnya diserahkan kepada LHI, menunjukkan bahwa Ahmad Fathonah menganggap uang itu seperti uang sendiri ( unya kekuasaan ) dan Maharani tidak dipersiapkan oleh PT Indoguna, tapi disiapkan sendiri oleh Ahmad Fathonah. Keyakinan Ahmad Fathonah untuk menggunakan uang titipan sebelum diserahkan kepada LHI. Menunjukkan Ahmad Fathonah bukan orang kepercayaan LHI.

Ahmad Fathonah bukan orang kepercayaan LHI ?

Ahmad Fathonah bukan orang kepercayaan LHI, tapi orang yang sangat ditakuti oleh LHI. Ahmad Fathonah adalah orang yang memegang kisah masa lalu LHI yang oleh LHI sangat disembunyikan. Meletakkan seseorang untuk menempel seseorang yang dikehendaki sebagai sasaran dengan menggunakan orang yang sangat disegani oleh sasaran , adalah kerja profesional dari satu operasi intelijen. Dituntut keberanian LHI, untuk mengakui kesalahan masa lalunya sehingga keberadaan Ahmad Fathonah yang sebenarnya dapat diungkap. Merusak citra PKS sebagai Partai Bersih kelihatannya berjalan sangat sempurna , sosok Ahmad Fathonah merupakan tokoh yang sangat tepat dipergunakan, tapi “ blunder “ KPK justru akan menjadikan Citra PKS semakin memancar. Apakah ini juga karena sosok Abraham Samad yang mempunyai latar belakang dekat dengan PKS ?

Hukum itu berjalan lurus, tapi politik akan mampu mengendalikan hukum dengan sempurna.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 8 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: