Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Jery Tampubolon

It's time to spread "HUMANISM" in the world !!!

Mempertanyakan Hukum Syariah

REP | 04 March 2013 | 12:18 Dibaca: 547   Komentar: 0   0

Oleh : Jery Tampubolon

Saya menghargai maupun menjunjung tinggi akan keberadaan hukum .Hukum adalah fondasi,tata aturan,dan suatu perangkat yang berafiliasi terhadap aturan yang bersifat seimbang .

Hukum itu bersifat eksistensial yang dikembalikan kepada setiap individu .keberadaan hukum dengan sendirinya lahir akan kesepakatan dari berbagai individu yang telah sadar terhadap perkembangan peradaban,dan sadar akan keperluan suatu fondasi yang berfungsi sebagai penengah dari suatu permasalahan sosial. “Hukum” kodratinya adalah sebuah suplemen penyeimbang yang dibutuhkan oleh suatu Negara dalam bermasyarakat.

Hukum bersifat sebagai suatu jati diri oleh sebuah Negara,karena hukum itu adalah tata aturan yang berfungsi sebagai penyeimbang maupun sebagai pemicu yang menghasilkan masyarakat beradab . Namun kembali kepada eksistensi hukum,hukum itu bersifat membeo karena hakikinya berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat (Baca : hukum terlahir dari masyarakat itu sendiri) .Perlu digaris bawahi,keberadaan suatu hukum tidak kekal karena hukum yang bijaksana yaitu hukum yang mampu beradaptasi terhadap waktu .Hukum yang bijaksana akan selalu memperbaharui keberadaannya seiring dengan problema masyarakat social .

Lalu,bagaimanakah hukum yang bijaksana tersebut ??bagaimanakah seharusnya agar hukum dapat bertahan seiring berkembangnya waktu ??saya tidak akan mendeskripsikan keseluruhan karena setiap individu mempunyai pandangan tersendiri terhadap hukum yang bijaksana tersebut.

Sebelum mencatat,tidak sengaja saya menyaksikan sebuah film yang berjudul The Stoning Of Soraya .

Film ini menceritakan ketimpangan hukum ditengah masyarakat yang salah satunya Soraya sebagai tumbal akan hukum tersebut .Soraya adalah seorang perempuan yang difitnah dan merasakan ketimpangan hukum yang dipercayai oleh Negaranya .

Film ini adalah sebuah kisah nyata yang dipungut dari kesaksian seorang jurnalis berkewarganegaraan France yang bernama Freidoune Sahebjam .kejadian ini bermula dari Negara Iran yang menganut hukum syariah .Soraya adalah seorang perempuan yang difitnah selingkuh oleh suaminya sendiri .

Dalam film tersebut diceritakan bahwa suami soraya berniat ingin menikah lagi dengan wanita lain.Untuk memenuhi ambisinya tersebut suami soraya harus menyingkirkan soraya yang tidak setuju untuk dipoligamy .Untuk memenuhi ambisinya, suami soraya memfitnah bahwa soraya telah berbuat zinah dengan lelaki lain .

Iran adalah salah satu Negara yang menganut keberadaan hukum syariah .Dalam hukum syariah,seseorang yang kedapatan berbuat zinah akan dihukum rajam (dilempar dengan batu hingga tewas ) .Hukum tersebut berlaku jika seorang imam (Baca :seorang yang mempunyai hak untuk menentukan salah atau tidak sebuah kasus ) mempunyai 4orang saksi yang dapat mendukung kebenaran akan kasus tersebut .Hukum rajam tidak hanya melibatkan orang-orang yang berdomisili didaerah tersebut tetapi juga melibatkan keluarganya sendiri (yang kedapatan berzinah akan dilempari dengan batu oleh keluarganya sendiri ) .

Dalam film tersebut,suami soraya mengumpulkan 4orang saksi yang sebelumnya telah disuap .Karena telah memenuhi saksi-saksi (yang berlaku dalam hukum syariah),maka imam akan menyetujui hukum rajam tersebut .Film ini juga menceritakan bahwa Imam itu juga terlibat dalam kecurangan tersebut .Soraya akhirnya mendapat hukuman rajam,dan dilempar sampai mati bahkan oleh anak dan suaminya sendiri .Semenjak kematian Soraya,suaminya menikah dengan perempuan lain .

Adanya ketimpangan hukum tersebut menggugah Freidoune Sahebjam untuk menggali kebenarannya .

Selama masa hidupnya,Soraya membeberkan kebenaran yang sesungguhnya .Untuk menggali kebenaran-kebenaran lainnya,Freidoune Sahebjam menggali informasi dan akhirnya mendapat pengakuan dari salah seorang keempat saksi tersebut .

Walaupun sejak awal Freidoune mendapat ancaman dari suami,imam,dan para saksi,akhirnya semua informasi-informasi tersebut berhasil disampaikan pada harian kabar di France .

Singkat cerita diatas,makna apa yang dapat kita petik ?

Apakah keberadaan hukum syariah tersebut adalah hukum yang efektif dan bijaksana dalam mengatasi masalah di tengah masyarakat ?

Kembali kepada kodratinya, Hukum adalah fondasi,tata aturan,dan suatu perangkat yang berafiliasi terhadap aturan yang bersifat seimbang .Namun apakah hukum rajam (hukum yang terdapat dalam syariah) telah menjadi hukum yang bijaksana sebagai penengah terhadap suatu permasalahan ?

Masyarakat akan melempari “korban” dengan persetujuan imam sembari meneriakkan nama allah,yang seakan-akan hukum tersebut berasal dari allah itu sendiri .mungkin ini adalah pandangan sepihak dari saya,namun jelas-jelas saya adalah seorang yang anti terhadap hukuman mati .Sampai saat ini,saya tidak menyetujui baik itu hukuman rajam,hukuman gantung,bius,tembak mati,dan pancung .Jika di negara Iran hukuman mati berlaku terhadap seorang yang berzinah,apakah dengan hukuman tersebut Zinah akan terhapus secara keseluruhan di negara tersebut ?jelas-jelas hukuman tersebut bukanlah hukum yang efektif .

Hukum tidak tercipta akan klaim terhadap allah,karena saya yakin hukum tercipta karena adanya kesepakatan eksistensialisme dari masyarakat itu sendiri .

Atau apakah memang hukum “allah” tersebut adalah suatu hukum yang sempurna ?hukum yang bijak ?hukum yang efektif sebagai penengah dalam sebuah permasalahan ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: