Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Dade

Saya hanya seorang yg biasa-biasa sj dan memiliki minat terhadap pengelolaan negara yg baik dan selengkapnya

Kasihan “Pengusaha” kalau Harus Dipenjara?

OPINI | 11 February 2013 | 09:00 Dibaca: 234   Komentar: 0   0

Jadi pengusaha di Indonesia jika berhubungan dengan aparat birokrasi sama dengan wartawan yaitu satu kaki di surga kaki yang lain di penjara/neraka. Pengusaha adalah subyek yang telah terbukti mampu membantu pemerintah dalam meningkatkan kegiatan ekonomi yang nota benenya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengusaha dengan modal, skill/enterpreneur, teknologi, dll telah membantu masyarakat memperoleh lapangan kerja dan mendapatkan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Berapa banyak orang yang menggantungkan kehidupannya kepada pegnusaha tergantung pada skala perusahaannya. Semakin besar perusahaan maka akan semakin banyak juga orang yang menggantungkan kehidupannya. Sungguh besar jasa mereka. Ditambah dengan pajak-pajak yang mereka bayar untuk menjalankan roda pemerintahan. Suatu negara benar-benar membutuhkan keberadaan dan peranan para pengusaha. Pengusaha harus dijadikan mitra oleh Pemerintah dalam menciptakan/meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Lantas kenapa terdapat beberapa pengusaha yang terjerat kasus hukum “penyuapan” dan harus masuk penjara?? Mereka memberi suap (menyuapi) para pejabat dikarenakan beberapa alasan yaitu:

1. Secara sadar pengusaha melanggar aturan (perundang-undangan) dalam menjalankan roda bisnisnya;

2. Pengusaha terpaksa harus memberikan “suap” karena dipersulit/diperlambat oleh pejabat terkait.

Dalam hal yang pertama, karena pengusaha melanggar aturan sudah pasti akan timbul kerugian baik secara materiil maupun secara immateriil bagi pemerintah/negara karena peraturan dibuat dalam rangka mengatur (regulasi) untuk melindungi kepentingan berbagai pihak terutama masyarakat. Jika terjadi suap dalam katagori ini maka selayaknya pengusaha djatuhi hukuman karena “korupsi”.

Sedangkan dalam hal yang kedua, tidak ada pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh pengusaha. Dia memberikan suap karena perhitungan bisnis bahwa kalau tidak dilakukan”terobosan” maka akan terjadi kerugian bagi perusahaannya karena “time is money”. Uang pengusaha harus menghasilkan setiap saat sehingga jika terjadi “mandeg” maka uang tersebut tidak akan menghasilkan bahkan bisa menimbulkan kerugian. Misalnya bunga bank yang harus dibayar, nilai uang yang turun karena berlalunya waktu, dlsb. Sehingga jika terjadi “suap dipaksa” maka sepatutnya pengusaha tidak dijerat dengan tuduhan suap/korupsi dan tidak dijatuhi hukuman penjara. Mau berusaha menyejahterakan rakyat dengan bisnis malah masuk penjara. Kan “konyol”.

Seharusnya pemerintah segera memperbaiki iklim usaha di Idonesia sehingga para investor dengan senangn hati datang menanamkan modalnya di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ridwan Kamil: “Bandung Teknopolis, Hadiah …

Alvidhiansyah Putra... | | 27 March 2015 | 13:55

“Saya Roda Dua, Situ Roda Empat!” [Atau …

Felix | | 27 March 2015 | 08:37

Tri Rismaharini Mengalahkan Mark Zuckerberg …

Edi Abdullah | | 27 March 2015 | 14:07

Hidup Monoton, Akibat Pikiran yang Monoton …

Seneng Utami | | 27 March 2015 | 02:46

Melamar Sebagai Penyiar Radio Hanya Modal …

Lastboy T | | 26 March 2015 | 22:06


TRENDING ARTICLES

Komjen Badrodin Haiti dan Jilbab …

Susy Haryawan | 6 jam lalu

Timnas U-23 Rasa U-19: Terlalu Cepat …

Irwan Rinaldi Sikum... | 8 jam lalu

Ngomong Bajingan Saut Situmorang Ditangkap, …

Rullysyah | 9 jam lalu

Lawan! Artikel, Media, dan Mahasiswa Sampah! …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu

Co-Pilot Bunuh Diri, Inilah Penyebab …

Della Anna | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: