Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Dade

Saya hanya seorang yg biasa-biasa sj dan memiliki minat terhadap pengelolaan negara yg baik dan selengkapnya

Kasihan “Pengusaha” kalau Harus Dipenjara?

OPINI | 11 February 2013 | 09:00    Dibaca: 235   Komentar: 0   0

Jadi pengusaha di Indonesia jika berhubungan dengan aparat birokrasi sama dengan wartawan yaitu satu kaki di surga kaki yang lain di penjara/neraka. Pengusaha adalah subyek yang telah terbukti mampu membantu pemerintah dalam meningkatkan kegiatan ekonomi yang nota benenya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengusaha dengan modal, skill/enterpreneur, teknologi, dll telah membantu masyarakat memperoleh lapangan kerja dan mendapatkan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Berapa banyak orang yang menggantungkan kehidupannya kepada pegnusaha tergantung pada skala perusahaannya. Semakin besar perusahaan maka akan semakin banyak juga orang yang menggantungkan kehidupannya. Sungguh besar jasa mereka. Ditambah dengan pajak-pajak yang mereka bayar untuk menjalankan roda pemerintahan. Suatu negara benar-benar membutuhkan keberadaan dan peranan para pengusaha. Pengusaha harus dijadikan mitra oleh Pemerintah dalam menciptakan/meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Lantas kenapa terdapat beberapa pengusaha yang terjerat kasus hukum “penyuapan” dan harus masuk penjara?? Mereka memberi suap (menyuapi) para pejabat dikarenakan beberapa alasan yaitu:

1. Secara sadar pengusaha melanggar aturan (perundang-undangan) dalam menjalankan roda bisnisnya;

2. Pengusaha terpaksa harus memberikan “suap” karena dipersulit/diperlambat oleh pejabat terkait.

Dalam hal yang pertama, karena pengusaha melanggar aturan sudah pasti akan timbul kerugian baik secara materiil maupun secara immateriil bagi pemerintah/negara karena peraturan dibuat dalam rangka mengatur (regulasi) untuk melindungi kepentingan berbagai pihak terutama masyarakat. Jika terjadi suap dalam katagori ini maka selayaknya pengusaha djatuhi hukuman karena “korupsi”.

Sedangkan dalam hal yang kedua, tidak ada pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh pengusaha. Dia memberikan suap karena perhitungan bisnis bahwa kalau tidak dilakukan”terobosan” maka akan terjadi kerugian bagi perusahaannya karena “time is money”. Uang pengusaha harus menghasilkan setiap saat sehingga jika terjadi “mandeg” maka uang tersebut tidak akan menghasilkan bahkan bisa menimbulkan kerugian. Misalnya bunga bank yang harus dibayar, nilai uang yang turun karena berlalunya waktu, dlsb. Sehingga jika terjadi “suap dipaksa” maka sepatutnya pengusaha tidak dijerat dengan tuduhan suap/korupsi dan tidak dijatuhi hukuman penjara. Mau berusaha menyejahterakan rakyat dengan bisnis malah masuk penjara. Kan “konyol”.

Seharusnya pemerintah segera memperbaiki iklim usaha di Idonesia sehingga para investor dengan senangn hati datang menanamkan modalnya di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Asyiknya Jadi Selebriti di Tanzania …

Taufikuieks | | 30 May 2015 | 13:47

Menyiapkan Keluarga untuk Menyambut Ramadhan …

Cahyadi Takariawan | | 30 May 2015 | 13:09

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13

Dodit Mulyanto dan Kontradiksi Fans …

Andi Kurniawan | | 29 May 2015 | 16:08

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 7 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 8 jam lalu

Berkat Jokowi Rakyat Indonesia Semakin Kuat …

Stefanus Toni A.k.a... | 9 jam lalu

Jika Ibu Kota Dipindah ke Palangka Raya! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Buku Kontroversial: Akulah Istri Teroris …

Muthiah Alhasany | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: