Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Penggelapan Pajak, Kapan ‘Al Capone Indonesia’ Ditangkap?

OPINI | 06 February 2013 | 06:50 Dibaca: 1541   Komentar: 45   5

1360109844656429991

Al Capone (tengah) - www.solopos.com

Mafia terkenal dari Chicago, Amerika Serikat, Alphonse Gabriel Capone a.k.a Al Capone adalah pengusaha yang mempunyai banyak bisnis, dari yang legal seperti kafe, restoran, laundry dan jual beli property, sampai yang ilegal seperti penjualan minuman keras, penyelundupan senjata, peredaran narkoba, perjudian dan prostitusi. Omsetnya sangat besar dalam setahun, laba atau untungnya saja tidak kurang dari US $ 100 juta setahun.

Bisnis haram Al Capone walaupun tercium oleh pihak berwajib, tetapi tak pernah bisa dibuktikan bahwa semua bisnis haram tersebut milik Al Capone, selain karena ia membuat laporan keuangan yang sangat rumit, menggabungkan berbagai macam pos usaha dengan banyak penghasilan dan biaya dan transaksi bolak balik diantara usaha-usah tersebut, namun juga ia telah menyuap hampir semua penegak hukum yang ada di Chicago, mulai dari polisi, jaksa dan hakim (Koq mirip dengan di Indonesia yah, polisi, jaksa dan hakim mudah di suap), sehingga semua langkah-langkah penegakan hukum, sudah bocor lebih dahulu sebelum di eksekusi dan ia bisa antisipasi untuk menghindari langkah-langkah penegakan hukum tersebut.

Bertahun-tahun bisnis haram tersebut ia jalankan, dan bertahun-tahun pula bisnis haram tersebut mendatangkan kekayaan yang tidak sedikit. Bila penegak hukum (polisi, jaksa dan hakim) tak mampu menjerat Al capone, maka tidak demikian dengan petugas pajak di Departemen Keuangan Amerika Serikat (Internal Revenue Service / IRS).

Eliot Ness, petugas IRS yang jujur, bersama beberapa orang rekannya, bertekad sepenuh hati untuk membongkar bisnis yang dilakukan Al Capone dan menjebloskan Al Capone ke penjara.

Singkat cerita Al Capone ditangkap dengan tuduhan serius, penggelapan pajak, Al capone tak dapat mengelak, karena bukti-bukti telah sangat kuat, ia divonis hakim 11 tahun penjara, karena hakim juga tak bisa berbuat apa-apa membantu dirinya karena data dan fakta yang sangat telanjang yang didapatkan Eliot Ness selama penyidikan dan dilihat publik selama persidangan berlangsung.

Salut buat petugas pajak Amerika, penjahat sekelas Al Capone saja bisa di tangkap. Berbeda dengan di Indonesia, bukan pengusaha besar atau penguasa berbadan besar yang diduga menggelapkan pajak yang ditangkap, tetapi petugas pajak rendahan dan berbadan kecil yang ditangkap.

Kapan yah ada berita besar, pengusaha besar atau penguasa berbadan besar ditangkap penegak hukum? Sebenarnya
KPK sudah sedikit mendekat ke arah sana, saat Harry Tanoe pemilik PT Bhakti Investama menyuap Tommy Hindratno Kepala Seksi Pengawasan dan konsultasi KPP Sidoarjo Selatan melalui konsultan pajak James Gunardjo terkait pengurusan restitusi pajak PT Bhakti Investama, namun berita ini menguap, hilang begitu saja, tertutup berita korupsi lain, yang tak kalah hebohnya, yang sebenarnya juga tak pernah tuntas, saling tutup menutupi berita-berita korupsi tersebut, antara lain :

- korupsi wisma atlet
- korupsi Hambalang
- korupsi Alquran dan Alat laboratorium (Zulkarnaen Djabar)
- korupsi PLTU Tarahan (Emir Moeis)
- korupsi Alat simulator SIM (Djoko Susilo)
- korupsi impor daging sapi (Luthfi Hasan Ishaaq)
- korupsi PON Pekan Baru Riau
dan banyak berita-berita besar lainnya yang silih berganti menjadi headline di media, seperti :
- Perkelahian Diego Michiels
- Penganiayaan Ardina Rasti oleh pacarnya yang ganteng Eza gionino
- Lakalantas yang melibatkan Rasyid Rajasa
- penggerebekan BNN di rumah artis Raffi Ahmad
- Penculikan anak gadis Nassar KDI dan Muzdalifah dll

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 4 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 5 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 6 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Potret Dominasi Pendidikan Formal pada Kasus …

Median Mutiara | 7 jam lalu

Menjadi Salesman, Mengapa Tidak? …

Taufik Amsyah | 8 jam lalu

Hikayat Sang Raja Pemetik Bunga …

Komunitas Penggali ... | 8 jam lalu

Bersama Landak Menuju Indonesia Hebat …

Felix | 8 jam lalu

Solusi Nyata LDK Ulul Albab Uho …

Andry Jufri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: