Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Maharani Dicaci, Dicari (Cerita di Balik PKS & PSK)

OPINI | 01 February 2013 | 10:34 Dibaca: 3426   Komentar: 24   2

Heboh penangkapan suap menyuap dalam rangka daging sapi impor yang melibatkan daging gadis muda lokal, Maharani Suciyono, mahasiswi semester I jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Segera saja berita tersebut menjadi headline di mana-mana, hampir di semua media, baik online maupun cetak, menjadi obrolan ibu-ibu, baik di arisan maupun di pasar, menjadi bahasan bapak-bapak, baik di kantor maupun di tempat SPA.

Semua pembicaraan tersebut topiknya hampir sama, mempertanyakan mengapa begini mengapa begitu, dan jawaban mereka pun macam-macam, dari yang serius sampai yang bikin ketawa guling-guling, mirip kalo kita baca komentar di kompasiana.com atau detik.com. Menunjukkan bahwa sebenarnya orang indonesia kreatif dan pintar, tapi kenapa kalo kreatif dan pintar Indonesia tidak maju-maju yah ? Saya juga bingung jawabnya, teuing ah..

Beberapa pertanyaan dalam pembahasan tersebut antara lain ;
- mengapa kerja KPK sangat cepat, padahal biasanya lambat ?
- mengapa presiden PKS korupsi, padahal ia pemimpin partai yang terkenal bersih dan seorang ustad ?
- mengapa suap yang diberikan hanya Rp 1 miliar, padahal komitmen fee Rp 40 miliar ?
- mengapa Ahmad Fathanah bersama gadis muda 19 tahun, padahal istri sedang hamil tua di rumah ?
- mengapa hanya suap impor daging sapi yang disidik, padahal semua impor ada indikasi korupsinya ?
- mengapa abraham samad tak bersuara, padahal selama ini ia muncul langsung mengumumkan TSK ?
- mengapa Anas Urbaningrum belum jadi TSK, padahal keterlibatan AU dikorupsi Hambalang sudah jelas dan nyata ?
- mengapa andi Malarangeng belum di tahan, padahal sudah TSK sejak lama ?
- mengapa maharani mau jadi PSK, padahal ia berwajah cantik, jadi SPG pasti laris ?
- mengapa maharani pulang naik taksi, kemana germonya yang biasa mengantar jemput ?
- mengapa Maharani tak dijadikan TSK dan ditahan sebagai barang bukti adanya gratifikasi seks ?
- mengapa maharani bisa dihargai 10juta/jam, sementara OC Kaligis yang lawyer terkenal dan mahal hanya dibayar Rp 5juta/jam

Dan mengapa-mengapa lainnya yang akan panjang tak muat diurai disini, saking menarik perhatian masyarakat kasus korupsi presiden PKS ini. Masyarakat salut terhadap KPK, yang langsung sikat presidennya, bukan lagi ikan kakap, tapi ikan paus/hiu/lumba-lumba, bukan ikan teri seperti menangkap pegawai eselon IV seperti pegawai pajak Tommy hindratno apalagi pegawai non eselon seperti Gayus Tambunan dan Dhana Widyamika.

Tapi, ada yang unik dari pembahasan orang-orang, ibu-ibu rata mencaci Ahmad Fathanah dan maharani yang sudah korupsi berbuat zina pula, namun mas-mas dan bapak-bapak (pakde-pakde tidak termasuk) mencaci ahmad Fathona dan LHI namun mencari-cari informasi tentang Maharani. kuliah dimana? Rumah dimana? Alamat facebooknya, twitternya, sampai foto-fotonya ramai di cari, pin BB dan no handphone tak usah ditanya, jika ada pasti langsung dicatat oleh mas-mas dan bapak-bapak pembaca kompasiana. Mereka penasaran akan sosok Maharani, karena tidak terlalu jelas terlihat saat Maharani keluar dari gedung KPK. Ia menutup wajahnya dengan tangan, rambut dan tasnya.

Maharani dicaci, maharani dicari. Hanya kata sabar yang bisa saya sampaikan kepada kader PKS dan Maharani, ini semua cobaan. Badai pasti berlalu, cuma saya belum tahu berlalunya kapan. Sekali lagi, Sabar…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 19 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 19 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: