Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Lud

Suami dan Ayah

Sapi Kog Dikorupsi, Ya Nyeruduk!

OPINI | 30 January 2013 | 23:35 Dibaca: 388   Komentar: 0   1

13595636201120167489

Foto: 123rf.com

Ludrita.com - Ditetapkannya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishak (LHI) sebagai tersangka kasus impor daging sapi menambah daftar politikus busuk di negeri Indonesia.

Ternyata dibalik propaganda PKS sebagai partai dakwah dan suci tetap saja ada upaya menimbun kekayaan dengan cara korupsi yang mereka ketahui itu cara haram. Meskipun itu harap tetap ditabrak. Fakta ini mendorong saya untuk bertanya lebih jauh, tidak adakah korelasi langsung antara ucapan dan penampilan kudus seseorang dengan apa yang terjadi di belakang layar.

Seseorang bisa tampil mempesona bak malaikat di media massa atau di wall facebook atau twitter, namun itu tidak menjamin terjadinya perilaku kasar, bejat dan porno  yang tidak terendus oleh media. Di hadapan publik, LHI selalu mendeklarasikan bahwa dirinya dan partai yang dipimpinnya adalah partai bersih dan suci, tapi apa faktanya? Dia sendiri berani melakukan tindakan yang bodoh, menggaruk uang negara dalam urusan impor daging sapi.

Berita ini tak urung membuat Indonesia makin lemes, tidak mengerti harus berharap kepada siapa lagi, partai agamis yang dulu pernah digadang-gadang, sekarang sedang menggali kubur lebih dalam untuk pemakamannya. Agama seringkali dimanfaatkan oleh pemeluknya untuk berlindung dan menutupi kejahatan dan kebejatan moral seseorang. Bukan masalah Islamnya, tetapi masalah pemeluk itu sendiri.

Rasanya Tuhan dikerjain oleh ciptaanya, mulutnya memuji Tuhan dalam ritual ibadah dan sembahyang, namun hatinya ternyata busuk, bernanah, dan maling. Dipikirnya Tuhan tidak tahu atau kalau pun tahu Tuhan akan mengampuni kelak karena Tuhan maha pengasih. Dipikir Tuhan bisa dibodohi, sehingga manusia merasa bebas melakukan apa saja untuk kepuasan nafsunya.

Sekarang, kehancuran PKS tak bisa ditunda lagi. Beginilah jadinya kalau seseorang nekad ngerjain Tuhan dan terlambat untuk bertobat.

Namun disisi lain, yang masih bisa diharapkan adalah model kepemimpinan Mahfud MD, Abraham Samad, Jokowi dan Ahok. Saat ini mereka dipandang oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang sehat dan bersih bisa menyelamatkan bangsa Indonesia. Indonesia merindukan model-model seperti mereka yang tampil tegas namun sederhana, dan yang penting tidak korupsi.

Penetapan LHI sebagai tersangka hendaknya menjadi pelajaran yang menarik bagi warga negara Indonesia untuk tidak terus-menerus tertipu dengan ucapan agamis namun tanpa integritas. Satu kalimat untuk LHI, “Sapi Kog dikorupsi, Ya Nyeruduk!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 6 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: