Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Raja Haji

Sebuah Perjuangan Kecil Untuk Melahirkan Kepemimpinan Nasional Yang Cerdas, Intelektual, Filosof, Cendikiawan. Karena Kebangkitan Sebuah selengkapnya

Apakah Indonesia Negara Hukum?

OPINI | 11 January 2013 | 20:23 Dibaca: 325   Komentar: 0   0

Dizaman Orde Lama, Orang yang melawan Soekarno bisa saja dipenjara, dibunuh bahkan diperangi. Sementara Soekarno yang katanya melindungi komunis yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum negara sila pertama ketuhanan yang masa esa, tidak mendapatkan hukuman.

Dizaman Orde Baru Soeharto keadaannya lebih kurang sama saja. Orang yang melawan titah eyang akan disingkirken. Kalimat disingkirken bisa saja dipenjara, dibunuh, diperangi, dizalimi hak-haknya dan sebagainya. Padahal perilaku rejim Soeharto yang jelas-jelas melanggar Undang-undang negara dengan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dianggap biasa saja.

Sumber: http://tajdid.blogdetik.com/2013/01/11/indonesia-bukan-negara-hukum/

Maka muncullah nama-nama tokoh yang dihukum karena melawan pemimpin, walaupun secara hukum dan undang-undang negara yang mengamalkan konsep trias politica belum dibuktikan bersalah oleh yudikatif.

Lihatlah Natsir, Hamka, Deliar Noer, AM. Fatwa dan sederetan tokoh yang tidak berdosa lainnya tetapi disiksa hanya karena melawan “Titah Baginda”. Walaupun tidak satu pun keputusan hakim yang mengatakan mereka bersalah.

Saat ini lihatlah para koruptor uang warganegara yang jumlahnya Milyaran hingga Triliyunan hanya dihukum penjara 4,5 Tahun tolak masa tahanan dan sebagainya. Cuba dibandingkan dengan AM Fatwa dll. yang melawan eyang dipenjara selama 18 tahun lamanya.

Masalahnya, betulkan RI itu negara hukum atau hanyalah negara pemimpin. Walaupun pemimpin bukanlah pemilik negara karena ia hanya pekerja sementara –sampai berhenti, pensiun atau mati-,  yang digaji dari uang warganegara untuk melakukan tugas, wewenang dan kewajipan mereka, namun orang yang melawan pemimpin lebih berat hukumannya dari orang yang melawan hukum negara.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 17 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 18 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 21 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 22 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasi Jinggo: Kuliner Merakyat Asli Bali …

Herdian Armandhani | 15 jam lalu

Wanda Hamidah, Kau Mau ke Mana? …

Mbah Mupeang | 15 jam lalu

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | 16 jam lalu

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 17 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: