Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Raja Haji

Sebuah Perjuangan Kecil Untuk Melahirkan Kepemimpinan Nasional Yang Cerdas, Intelektual, Filosof, Cendikiawan. Karena Kebangkitan Sebuah selengkapnya

Apakah Indonesia Negara Hukum?

OPINI | 11 January 2013 | 20:23 Dibaca: 322   Komentar: 0   0

Dizaman Orde Lama, Orang yang melawan Soekarno bisa saja dipenjara, dibunuh bahkan diperangi. Sementara Soekarno yang katanya melindungi komunis yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum negara sila pertama ketuhanan yang masa esa, tidak mendapatkan hukuman.

Dizaman Orde Baru Soeharto keadaannya lebih kurang sama saja. Orang yang melawan titah eyang akan disingkirken. Kalimat disingkirken bisa saja dipenjara, dibunuh, diperangi, dizalimi hak-haknya dan sebagainya. Padahal perilaku rejim Soeharto yang jelas-jelas melanggar Undang-undang negara dengan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dianggap biasa saja.

Sumber: http://tajdid.blogdetik.com/2013/01/11/indonesia-bukan-negara-hukum/

Maka muncullah nama-nama tokoh yang dihukum karena melawan pemimpin, walaupun secara hukum dan undang-undang negara yang mengamalkan konsep trias politica belum dibuktikan bersalah oleh yudikatif.

Lihatlah Natsir, Hamka, Deliar Noer, AM. Fatwa dan sederetan tokoh yang tidak berdosa lainnya tetapi disiksa hanya karena melawan “Titah Baginda”. Walaupun tidak satu pun keputusan hakim yang mengatakan mereka bersalah.

Saat ini lihatlah para koruptor uang warganegara yang jumlahnya Milyaran hingga Triliyunan hanya dihukum penjara 4,5 Tahun tolak masa tahanan dan sebagainya. Cuba dibandingkan dengan AM Fatwa dll. yang melawan eyang dipenjara selama 18 tahun lamanya.

Masalahnya, betulkan RI itu negara hukum atau hanyalah negara pemimpin. Walaupun pemimpin bukanlah pemilik negara karena ia hanya pekerja sementara –sampai berhenti, pensiun atau mati-,  yang digaji dari uang warganegara untuk melakukan tugas, wewenang dan kewajipan mereka, namun orang yang melawan pemimpin lebih berat hukumannya dari orang yang melawan hukum negara.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: